Terimakasih sekali mas Izam atas
pertukaran narartinya mengenai kegiatan
silaturahmi masyarakat indonesia di India.
wassalam,
--( IM )--
--- In [email protected], "Zamhasari Jamil" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> salam,
>
> menarik sekali mengetahui adanya pengajian gabungan
> antar pelajar dan non-pelajar di LN ini. di india
> sendiri ada juga pengajian antara pelajar atau
> mahasiswa dengan pejabat KBRI dan WHO serta masyarakat
> indonesia di india, untuk sementara ini memeng belum
> ada (sedikit) sekali warga indonesia yang menjadi
> tkw di india. emang ada juga sih, cuma jumlahnya hanya
> satu-dua org saja.
>
> saat ini pengajian itu diadakan setiap hari sabtu
> dengan pengkaji berasal dari mahasiswa. pengajian
> hari sabtu ini adalah pengajian agama.
>
> acara pengajian ini diawali dengan membaca 3-5 ayat
> al-quran dari awal surat secara bersama-sama, dan
> kemudian si pengkaji menjelaskan makna, tafsir dan
> keterangan ayat-ayat tersebut. acara yang dimulai
> dari jam 10 pagi itu berakhir hingga jam 12 siang
> tersebut diikuti pula dg acara makan siang bersama
> dan kemudian shalat dzhur berjamaah.
>
> sedangkan pengajian ilmiah lainnya diadakan setiap
> bulan oleh PPI India, dg pembicara mahassiwa dan
> mahasiswi indonesia di India, serta pengajian ilmiah
> tiga bulanan juga disponsori oleh atase pertahanan
> (athan) kbri new delhi dengan menghadirkan pembicara
> dari pihak kedutaan dan pihak mahasiswa.
>
> demikian sepintas ttg pengajian di india. tentu
> saja, saya berdoa dan berharap agar kegiatan-kegiatan
> pengajian gabungan yang diselenggarakan oleh teman-
> teman di LN lainnya bisa terus aktif dan
> eksis. semoga kegiatan ini tak cepat mati suri.
>
> wassalam,
>
> IZAM -
>
> --- indah nuritasari <nuritasari@>
> wrote:
>
> Walau tidak ada data ilmiah tapi The Welcoming center
> of New Pennsylvanians pernah menulis dalam salah satu
> publikasi mereka bahwa pekerja Indonesia di PA kebanyakan
> bekerja di pabrik.
>
> Argumennya saya rasa jelas, kalau kerja di pabrik kan
> bisa milih yang bayarannya besar, bisa kerja double shift
> dan bisa bebas. Kalau jadi pembantu kan sangat terikat
> majikan (apalagi majikan Indonesia dan negara timteng
> kan terkenal kalau bayar "irit").
>
> Yang banyak dipilih sih pekerjaan di resto karena semakin
> banyak pengalaman semakin naik bayarannya. Saya kenal
> suami istri di Philly yang kerja di restoran Cina dan
> dapat minimal $5000 per bulan, bersih (makan dan tempat
> tinggal ditanggung pemilik resto). Si suami kerja sebagai
> cook, si istri sebagai waitress dan keduanya terima tip.
>
> Saya pernah ngobrol sama seorang ibu Indo yang suaminya
> kerja di UN yang sisa uang bulanannya/savingnya pas2an
> dan dia terkaget-kaget dengar ada orang gelap bisa dapat
> sebesar itu.
>
> Just my 2 cents, belum tentu betul lho, wong saya juga
> cuma dengar cerita teman
> >
> > Indah
> >
> > imuchtarom <imuchtarom@> wrote:
> >
> > Terimakasih banyak mbak Indah atas
> > sharing info-nya. Saya juga ingin sekali mengetahui
> > banyak dan membandingkan "struktur sosial" masyarakat
> > Indonesia di perantauan: di Amerika, di Eropa Barat,
> > serta di negara-2 Timur-tengah Petrodolar dan di Malaysia.
> >
>