Saya cuma pingin tanya: Kok Orang2 Kafir Doyan Memojokkan Islam Ya? Meski yg ditulis cuma sekelompok seperti DI/JI, kesannya seluruh ummat Islam harus dicurigai dan ditindas.
Orang2 kafir kok begitu ya? --- Mas Bagong <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Hehehehe... > Oom Don, pulang dong ke Indonesia, lalu benahi > ekonomi ini supaya impian > sila ke 2 yang berjiwakan sila ke 5 terwujud... > Supaya terorisme tidka memiliki lagi sawah untuk > ditebari bibit... > Kalau nggak, ya DI/TII, NII nggak akan pernah mati, > bahkan akan terus subur > makmur gemah ripah loh jinawi... > DG > > > On 7/12/07, RM Danardono HADINOTO > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Dari DI Ke JI > > Oleh M. Guntur Romli > > 09/07/2007 > > > > Karena terbawa arus melawan terorisme global, > sebagian masyarakat dan > > aparat pemerintah justru lengah terhadap > kemunculan organisasi- > > organisasi teroris lokal baru yang dengan leluasa > melakukan > > kekerasan, pengerusakan, dan penyerangan terhadap > kelompok-kelompok > > dalam masyarakat yang dianggap berbeda pandangan. > > > > Aksi-aksi teror di Indonesia, bukanlah sekadar > produk lokal, namun > > berkaitan dengan jaringan terorisme global. Hal > ini terbukti pada > > kemampuan mereka menggunakan peralatan militer, > merakit bom, > > menentukan target, meloloskan diri, dan melakukan > perlawanan. Namun > > yang sering dilupakan adalah peran organisasi > teror lokal. Bak lahan > > pembibitan, organisasi lokal itu ranah yang > menumbuhkan mereka, yang > > nantinya bisa berkembang menjadi jaringan global. > Contohnya: jaringan > > terorisme global yang menyerang kawasan-kawasan > wisata di Mesir sejak > > tahun 2000, tidak bisa dilepaskan dari organisasi > teror lokal > > sebelumnya, seperti Jamaah Takfir wal Hijrah, > Tandzim Jihad, dan > > Jamaah Islamiyah, yang beroperasi di tingkat lokal > Mesir dari tahun > > 70-an hingga 80-an. > > > > Tentu saja yang melakukan aksi-aksi teror sejak > tahun 2000, bukanlah > > generasi tahun 70 dan 80, mereka sudah banyak yang > mati, yang hidup > > pun ramai-ramai bertobat. Namun generasi > sebelumnya telah mewariskan > > impian, dendam-kesumat, dan doktrin-doktrin > kekerasan pada generasi > > selanjutnya. Celakanya hubungan lintas generasi > itu tak bisa > > dipangkas secara mudah. Nama organisasi bisa > berganti-ganti setiap > > saat, seperti nama-nama yang dipakai oleh para > teroris saat ini, > > tetapi iktikad dan semangat tak bisa dengan mudah > lenyap. > > > > Di Indonesia, organisasi seperti Darul Islam dan > Negara Islam > > Indonesia (DI/NII) telah mewariskan keturunan baik > ideologis ataupun > > biologis terhadap pelaku-pelaku teror saat ini. > Secara resmi, > > organisasi DI/NII sudah lama tamat. Namun para > pelaku teror di > > Indonesia dari tahun 2000 tidak bisa dilepaskan > dari lingkaran > > organisasi ini, misalnya Fathurrahman Ghozi dan > saudaranya Jabir > > alias Gempur adalah putra dari M. Zainuri, tokoh > Komando Jihad asal > > Jawa Timur yang ditangkap pada zaman Ali Moertopo. > Abu Durjana alias > > Aenul Bahri adalah murid tokoh DI, Ustadz Dadang > Hafidz. Pun Abdullah > > Sungkar dan Abu Bakar Baasyir yang berasal dari > lingkaran DI/NII. > > Lingkaran yang dimaksud adalah organisasi: > keluarga besar DI/NII, dan > > ideologi: mendirikan sebuah negara Islam atau > menegakkan syariat > > Islam di Indonesia. > > > > Hirarki struktural tidak bisa dijadikan patokan, > karena DI/NII telah > > mengalami proses "pergantian kulit", atau > tercerai-berai > > akibat "konflik saudara" yang melahirkan > kelompok-kelompok sempalan > > yang masing-masing berdikari. Misalnya: Komando > Jihad, Majelis > > Khilafatul Muslimin, Lembaga Kerasulan, dan > nama-nama lain, hingga > > Jamaah Islamiyah (JI) yang dibangun oleh Abdullah > Sungkar setelah > > menyatakan keluar dari NII dan mengubah Metode > Perjuangan NII dengan > > Metode Perjuangan Jamaah Islamiyah Mesir pimpinan > Syekh Umar > > Abdurrahman. JI secara organisasi sudah talak tiga > dari DI, namun > > pengaruh ideologi tak bisa dipungkiri. > > > > Saya tak ingin menggunakan DI/NII ini sebagai > stigmatisasi, ataupun > > menafikan banyaknya mantan tokoh dan keturunan > organisasi ini yang > > tidak ada kaitannya lagi dengan aksi-aksi teror > saat ini. Saya hanya > > ingin menekankan satu hal: generasi terorisme > lokal sangat berpotensi > > menjelma terorisme global. Organisasi lokal adalah > cikal-bakal dari > > organisasi global. Oleh karena itu, warisan > ideologi dan dendam > > kesumat dari generasi itu harus dipotong secara > tuntas, sembari > > melakukan antisipasi terhadap munculnya > organisasi-organisasi teror > > lokal baru di Indonesia. Karena terbawa arus > melawan terorisme > > global, sebagian masyarakat dan aparat pemerintah > justru lengah > > terhadap kemunculan organisasi-organisasi teror > lokal baru yang > > dengan leluasa melakukan kekerasan, pengrusakan, > dan penyerangan > > terhadap kelompok-kelompok dalam masyarakat yang > dianggap berbeda > > pandangan. > > > > Agar cerita DI/NII dan segala turunannya itu tak > terulang lagi, dan > > agar organisasi-organisasi lokal tidak bisa > dimanfaatkan oleh > > jaringan global yang memungkinkan terjadinya > aksi-aksi kekerasan > > seperti yang kita saksikan saat ini, maka > diperlukan ketegasan aparat > > pemerintah untuk menindak kelompok-kelompok teror > lokal baru itu. > > > > [Mohamad Guntur Romli]. > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > === Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] ____________________________________________________________________________________ Expecting? Get great news right away with email Auto-Check. Try the Yahoo! Mail Beta. http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/newmail_tools.html

