Mas Dodi,

Salam kenal ya.. Yang menuliskan komentar" itu bukan saya pribadi lho.. :-)
Kesan anda bahwa itu tulisan saya justru membuat saya malu.. mana cukup ilmu
saya menghasilkan komentar sekelas itu.. Saya ini masih banyak belajar dari
diskusi/perdebatan di milis" koq.. suer deh.. :D

Saya hanya berusaha menyampaikan saja agar pihak" yang kebetulan mendapat
info tersebut juga mendapat gambaran lebih utuh ketimbang sebelumnya..
Menyampaikan dalam bentuk sampiran(?), istilah anda..

Sebetulnya gak ada sih ketegangan antara saya&mas radit.. mungkin hanya
sekedar
saling mengingatkan sesama anggota milis saja.. :-)
FYI, saya bukan wartawan lho.. hanya anggota masyarakat biasa.. kebetulan
saja
kebagian akses internet..

CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

nb: reply ini saya tembuskan juga ke milisnya Bang Farid.

On 7/13/07, Kuskridho Ambardi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>  Bung Irwan,
>
> Kekhawatiran anda benar, tanggapan Pak Bill itu hanya bertolak dari
> sepotong email FG yang di-forward seorang kawan di milis JIL. Konteks
> perdebatan FG dengan Siska yang menurut anda terjadi di milis "yyy" memang
> tak sampai ke milis JIL. Saya kebetulan menjadi loper email Pak Bill karena
> ia mengalami problem teknis saat mengirimkan tanggapan itu. Karena hanya
> loper, saya tidak bisa membela dan mengritik posisi apapun yang berkembang
> dalam perdebatan itu – karena saya tak tahu-menahu. Dan, saya kira, memang
> tak perlu.
>
>
>
> Namun sejumlah baris komentar anda menarik untuk disimak. Terutama yang
> berbunyi, "Mengenai tulisan Liddle [yang bersandar pada ICG], saya
> khawatir perdebatan di milis yyy yang dibaca oleh Liddle hanyalah posting
> Siska yang menanggapi Farid Gaban dan atau sebaliknya. Tidak utuh. Laporan
> ICG sendiri, menurut saya, lebih banyak membawa agenda dari Bush. coba lihat
> di sini: http://www.crisisgroup.org/home/index.cfm?id=2959&l=1 Selebihnya,
> saya pikir Liddle juga punya agenda yang ia bawa sendiri."
>
>
>
> Tentu Bill Liddle punya agenda, ICG pun pasti punya agenda. Siapa yang tak
> punya agenda di dunia yang carut-marut ini? Yang jadi soal, bukan apakah
> seseorang atau lembaga punya agenda atau tidak, tapi apakah agenda itu
> merugikan individu dan kelompok lain dalam kehidupan kolektif.
>
>
>
> Agenda Bill Liddle dan ICG kira-kira apa, yang dinyatakan atau yang
> tersembunyi? Mengapa ICG mesti dikatakan membawa agenda Bush? Sejauh yang
> saya tahu, ICG berdiri sebelum Bush jadi presiden. Jadi lebih tepat
> dikatakan kalau Bush membawa agenda ICG karena Bush datang belakangan. Tapi
> logika ini jadi tak masuk akal. ICG itu bukan negara yang punya kekuatan
> militer, dan tak punya kekuatan ekonomi untuk memaksa sebuah negara untuk
> menerima rekomendasi kebijakannya (dan ICG tak memberikan analisis dan
> rekomendasi ekonomi).
>
>
>
> Apa agenda Bill Liddle? Apakah bisa dikatakan bahwa ia juga membawa agenda
> Bush? Kenyataannya, tahun 2004, Bill aktif berkampanye di Columbus untuk
> tidak memilih Bush. Kolom dia di Tempo tentang Wolfowitz, alinea terakhirnya
> mengatakan bahwa kebijakan Bush di Irak salah – dan mengritik Wolfowitz yang
> jadi salah satu arsitek penggempuran Irak.
>
>
>
> Mengapa anda membundel ICG, Bush, dan mungkin Bill Liddle menjadi satu?
>
>
>
> Mari kita meminjam teknik pivot dalam propaganda yang dipakai Farid Gaban
> dalam tanya jawab dengan Siska: penolakan teror sebagai cara pencapaian
> tujuan adalah pivot. Ia membundel tiga pihak sekaligus, ICG, Bush, dan Bill
> Liddle – seolah-olah ketiga elemen ini "memiliki kaitan langsung dan
> otomatis." (ini saya pinjam langsung dari kalimat FG). Masih meminjam cara
> berargumenn FG, maka anda mengaitkan secara langsung ICG dengan Bush, dang
> mungkin Bill Liddle. Dan kaitan itu anda kemas dalam istilah "memiliki
> agenda."
>
>
>
> Sama seperti dikatakan Farid, mereduksi ICG, Bush, dan Bill Liddle dalam
> kategori kelompok yang memiliki agenda [tersembunyi] menjauhkan kita dari
> kemungkinan memahami esensi pesan ICG dan Bill Liddle. Ini menafikan
> kemungkinan bahwa ICG dan Bill Liddle bisa bertolak belakang dengan Bush
> dalam banyak hal. (kalau anda wartawan, bukankah ini kekeliruan elementer
> dalam mendiskripsikan sesuatu).
>
>
>
> Dengan menyatakan seperti itu, anda menciptakan pula filter yang membikin
> orang pasang kuda-kuda untuk sekedar mendengarkan apa sih yang dimaui ICG
> dan Bill Liddle. (apakah anda menemukan rekomendasi ICG atau Bill Liddleyang 
> menyetujui penyerbuan ke Irak?).
>
>
>
> Catatan: saya tidak kenal Raditya, dan tak tahu-menahu ketegangan anda
> dengan dia (kalaupun ada). Kebetulan saja email massal Raditya memasukkan
> alamat email saya – karena saya menjadi loper email Bill Liddle. Dan email
> ini tak bersangkut-paut dengan topik yang mungkin sedang hangat dibahas di
> berbagai milis wartawan, karena saya tak menjadi anggota milis itu. Ini
> sekadar cletukan menanggapi satu pernyataan anda – yang mungkin juga anda
> maksudkan sebagai sampiran belaka.
>
>
>
> Salam,
>
> Dodi Ambardi
>
>
>
>
>
>
>
> -----Original Message-----
> *From:* IrwanK [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> *Sent:* Thursday, July 12, 2007 9:18 AM
> *To:* [EMAIL PROTECTED]
> *Cc:* [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [email protected]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; Tabloid Sensitif; [EMAIL PROTECTED]
> *Subject:* Re: Tanggapan Bill Liddle: "Teroris dan Wartawan"
>
>
>
> Berikut tanggapan dari milis lain..  Siapa tahu bisa menjadi penyeimbang
> info.. :-)
>
> "..
> Kata-kata Radityo ini tendensius dan betujuan membentuk opini tentang
> milis yyy.
> Kenapa Sabili dan Era Muslim yang disebut dari sekian banyak anggota
> milis?
> Ini yang dinamakan "cherry-picking." Di milis ini ada banyak wartawan
> media
> nasional lain dan juga dari media asing seperti majalah Time, kantor
> berita AFP,
> Reuters dan Jiji Press Jepang. Apakah juga relevan menyebut paman Farid
> sebagai pengikut ABB?
> .."
>
> "..
> Pengantar semacam ini dalam pikiran saya (mungkin Anda juga), sudah
> menggiring
> untuk melakukan penilaian yang terlalu subjektif. Berbahaya sekali kalau
> semua
> jurnalis seperti ini. Kalau kembali melihat jejak milis ini dan juga di
> Pantau-Komunitas,
> Radityo memang "bermasalah". Tapi bukan tidak ada jurnalis lain terbiasa
> membuat
> framing demikian dalam laporannya.
>
> Mengenai tulisan Liddle, saya khawatir perdebatan di milis yyy yang dibaca
> oleh Liddle
> hanyalah posting Siska yang menanggapi Farid Gaban dan atau sebaliknya.
> Tidak utuh.
>
> Laporan ICG sendiri, menurut saya, lebih banyak membawa agenda dari Bush.
> coba lihat di sini:
> http://www.crisisgroup.org/home/index.cfm?id=2959&l=1
> Selebihnya, saya pikir Liddle juga punya agenda yang ia bawa sendiri.
> .."
>
> "..
> Ya begitulah Radityo, dari dulu kerjaannya emang menjelek-jelekkan media
> Islam.
> Entah apa maunya.. Kita juga tidak mau berurusan dengan orang-orang
> seperti itu.
> Reporter Sabili itu cuma 4 orang, tidak semuanya menjadi anggota milis
> yyy, lagi pula
> mereka anggota pasif. Redaktur sabili (cuma 2 orang) juga ikutan milis,
> namun hampir
> semuanya pasif. Bisa dilihat dari postingan-postingan yang ada.
>
> Orang-orang Sabili ikutan milis jurnalisme sejak akhir tahun 2006 atau
> awal tahun 2007,
> tidak sejak mula milis ini didirikan. Alangkah naifnya menyebut yyy
> sebagai kumpulan
> orang-orang sabili dan era muslim di tengah ribuan anggota lain dari
> berbagai media
> dengan bermacam corak, lokal, nasional hingga internasional. Untuk orang
> seperti
> Radityo, kami hanya berprinsip, "tarkul jawab alal jahil jawabun".
> Tidak perlu membalas omongannya....
> .."
>
> Kalau gak salah, Bos Radit ini 'tidak sedang berbohong, cuma tidak
> jujur/menyampaikan
> secara utuh saja'..  Kita bisa kan tidak seperti itu? Fair enough,
> minimal..
>
> CMIIW..
>
> Wassalam,
>
> Irwan.K
>
> On 7/12/07, *radityo djadjoeri* <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Maaf terlambat diposting. Berikut opini Pak Bill Liddle yang menanggapi
> komentar mantan wartawan Republika Farid Gaban (FG) terhadap ulasan tentang
> Abu Dujana yang ditulis oleh Lutfi Syaukani dari Paramadina.
>
> Saat ini FG menggawangi sebuah milis yang beberapa anggotanya adalah para
> reporter Sabili, Era Muslim, dan lainnya. Sebagai catatan, paman FG pernah
> menjadi pengikut setia Abu Bakar Ba'asyir. Ia terus terang mengakui itu di
> milisnya.
>
> Posted by: Kuskridho Ambardi
> E-mail: [EMAIL PROTECTED] <ambardi.1%40osu.edu>
>
> Meneruskan tanggapan dari Pak Bill Liddle:
>
>
> Farid Gaban sudah lama saya kenal sebagai wartawan dan editor yang cerdas
> dan bertanggungjawab, jadi tentu saya membaca dengan seksama, meskipun
> terheran-heran, korespondensinya dengan Siska. Lalu saya membaca kembali
> beberapa laporan International Crisis Group tentang Jemaah Islamiyah dan
> laporan utama di Tempo minggu lalu tentang penangkapan Abu Dujana. Di
> website ICG, yang saya temukan adalah
> beberapa analisis yang dalam dan canggih, berdasarkan wawancara langsung,
> dokumen-dokumen JI, pengamatan di lapangan dan kesaksian di pengadilan,
> bukan hanya informasi sepihak dari polisi. Lagipula, tidak ada claim yang
> berlebihan, misalnya bahwa JI adalah omnipotent dan omnipresent. Seandainya
> ada Pulitzer Prize (hadiah jurnalisme yang
> sangat berprestise di Amerika) internasional untuk investigative
> reporting, ICG pasti sudah lama mendapatkan anugerah itu. Di Tempo, yang
> saya temukan antara lain adalah pengakuan langsung Abu Dujana, dalam
> wawancaranya dengan wartawan Tempo, tentang kehadiran organisasi JI dan
> peran dia sebagai salah satu pemimpinnya. Berbeda dengan
> angkatan paman Farid, ternyata para aktivis masa kini tidak segan mengakui
> partisipasi mereka.
>
> Kenapa Farid mau membantah sesuatu yang begitu kasat mata? Kesan saya
> adalah bahwa dia melihat Islam sebagai sesuatu keseluruhan yang sedang
> diserang. "Siska benar," tulisnya, "rangkaian teror bom di Indonesia, bahkan
> di dunia, yang dituduhkan kepada kelompok Islam, adalah semacam puzzle."
> Yang saya perhatikan dalam kalimat itu adalah frasa "dituduhkan kepada
> kelompok Islam." Kesan saya diperkuat ketika dia
> menulis bahwa Baasyir dan Sungkar diprosekusi oleh karena pandangan
> politiknya (yang mungkin benar pada masa Orde Baru tetapi tidak sesudahnya)
> dan ketika dia memperkenalkan istilah pivot, seakan-akan polisi dan
> pemerintah Indonesia serta John Howard dan George Bush menyamakan "Al
> Qaedah, JI, teror, Afghanistan, Irak, Moro, Poso, Ambon, dan syariah" dan
> tentu Islam sendiri. Dalam konteks itu, Farid merasa
> terpanggil untuk membela kaumnya, meskipun sebetulnya yang ditangkap atau
> dikejar oleh polisi Indonesia bukanlah "umat Islam," termasuk yang bersikap
> pro-syariah, melainkan orang-orang yang menggunakan kekerasan untuk mencapai
> tujuan religio-politiknya.
>
> Saya sependapat dengan pesan terakhir Farid, agar kita jangan memberi
> peluang kepada orang yang ingin "memperuncing ketegangan antar agama,
> menjustifikasi penindasan hak asasi manusia, dan menjustifikasi manipulasi
> dan penyalahgunaan kekuasaan." Taruhannya memang besar, bagi bangsa saya
> juga, apalagi menjelang pemilu presiden 2008. Tetapi untuk mencapai tujuan
> itu, kita harus mulai dengan sebuah pengertian faktual
> yang akurat.
>
> Salam,
>
> Bill
>
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke