Seni dalam bahasa Jerman/Belanda disebut Kunst yang berakar dari 
kata "koennen" = mampu, sedangkan dalam bahasa Inggris disebut Art 
yang diserap dari bahasa Latin Ars = Keterampilan. 

Melalui seni manusia hampir menjadi setingkat dengan Sang Pencipta, 
karena melalui seni manusia mampu menciptakan apa saja. Melalui seni 
manusia mendapatkan kebebasan untuk menuangkan seluruh daya 
khayalnya tanpa dibatasi oleh apapun juga. Misalnya melalui seni 
kita bisa melukis malaikat, setan maupun Dewa. Satu-satunya 
keterbatasan yang tidak dimiliki oleh manusia ialah memberikan 
kehidupan kepada hasil ciptaannya, patung tetap saja patung tidak 
akan bisa menjelma menjadi manusia hidup.

Para pemahat Yunani selalu berusaha membuat patungnya menjadi benar-
benar serupa dengan yang aslinya (mimesis). Konon berdasarkan 
legenda seorang pemahat Yunani; Pygmalion telah membuat patung 
wanita yang sedemikian cantiknya sehingga ia jatuh cinta terhadap 
hasil karyanya sendiri. Dengan pertolongan Dewi Venus patung 
tersebut akhirnya bisa diubah menjadi menjadi manusia benaran yang 
terdiri dari darah dan daging.

Orang Yunani purbakala mencemohkan lukisan, menurut Platon (427 – 
347 SM) satu botol air yang asli ada jauh lebih indah dan lebih 
bermanfaat dari lukisan sebotol anggur. Tetapi sekarang orang 
menilai lukisan jauh lebih berharga daripada patung.

Berdasarkan penelitian para ahli ternyata seni/karya itu sudah ada 
sejak 35.000 tahun yang lampau. Bukti ini terdapat pada dinding-
dinding gua Chauvet di Perancis Selatan berupa lukisan dari hasil 
torehan-torehan.

Di Jerman mereka telah menemukan hasil pahatan yang dibuat dari 
tulang gajah purba Mamut yang usianya mungkin lebih dari 46.000 
tahun. Mereka telah menemukan juga suling dari tulang angsa. Manusia 
purba membuat seni untuk menghilangkan rasa takut mereka terhadap 
binatang-binatang besar dan buas dilingkungannya. Lukisan porno pun 
sudah ada sejak 15.000 tahun yang lampau.

Kemudian manusia mulai menciptakan seni dengan tujuan untuk memuja 
sesuatu yang mereka anggap lebih luhur. Maka dari itu juga kata seni 
dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa Sansekerta "Sani" yang 
berarti Jiwa Yang Luhur. Misalnya bangsa Yunani maupun Mesir yang 
membuat begitu banyak patung-patung, hal ini dianggap haram oleh 
umat Muslim tetapi tidak diharamkan oleh penganut agama lainnya 
seperti Buddha, Hindu, bahkan sebagian umat Nasrani pun 
menghalalkannya.

Manusia modern menciptakan seni untuk kepuasan dirinya sendiri, 
bukan untuk tujuan agama ataupun sesuatu hal yang lainnya. Menurut 
seniman dan filsuf Jerman Theodor W. Adorno; "Seorang seniman akan 
bisa menciptakan Seni yang murni atau seni yang tinggi, apabila ia 
menciptakan hasil karyanya tanpa adanya dorongan, paksaan maupun 
kebutuhan lainnya selain kepuasan bagi dirinya sendiri." Misalnya 
pelukis Jerman Albrecht Durer (1471-1528) melukis dirinya sebagai 
Yesus bukan untuk gereja melainkan hanya sekedar untuk kepuasan 
dirinya sendiri.
http://de.wikipedia.org/wiki/Bild:Durer_self_portarit_28.jpg

Pelukis Lucian Freud cucunya dari Sigmund Freuds pernah mengatakan 
masa yang paling mengecewakan bagi seorang pelukis ialah pada saat 
lukisannya selesai, karena pada saat tersebut ia harus menerima 
kenyataan, bahwa hasil karyanya itu hanya sekedar benda mati dan 
tidak seindah seperti yang ia harapkan.

Apakah seni itu harus selalu indah ? Apakah harus selalu 
menyenangkan bagi orang lain ? Tidak, misalnya senimankontemporer, 
mereka menciptakan seni seenak udel-udel mereka. Menciptakan hasil 
karya seni sekarang ini sudah tidak ada batasan maupun perarturannya 
lagi, semuanya dihalalkan. Misalnya seni "Klik Art" orang tidak 
perlu melukis sendiri, melainkan mengkombinasikan atau memanfaatkan 
lukisan hasil karya orang lain melalui program komputer dan banyak 
lagi seni karya lainnya yang tidak akan habisnya untuk bisa 
diceritakan disini.

Tulisan mang Ucup walaupun ini selalu ditulis dalam keadaan mabok, 
tetapi masih tetap bisa dinilai sebagai hasil karya seni.

Mang Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.net


Kirim email ke