*
http://www.antara.co.id/arc/2007/8/1/pemerintah-gelontorkan-rp3-875-triliun-untuk-pembangunan-desa/


Pemerintah Gelontorkan Rp3,875 Triliun untuk Pembangunan Desa

Jakarta (ANTARA News)*- Pemerintah pada 2008 akan mengucurkan dana bantuan
pembangunan infrastruktur masing-masing Rp250 juta kepada 15.500 desa
tertinggal di seluruh Indonesia, kata *Menko Kesra Aburizal Bakrie*, di
Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) yang akan
menyalurkan dana bantuan itu bukan hanya diperuntukkan bagi pembangunan
rumah untuk rakyat miskin di pedesaan, tapi juga mengikuti usulan dari
penduduk setempat apa yang harus dibangun di tempat mereka.

"Kalau mereka merasa dibangunkan jembatan, jalan-jalan desa, dan saluran
irigasi, dana ini bisa membiayainya," kata menteri yang akrab disapa Ical
itu.

Menurut dia, konsep penyaluran dana PPIP akan lebih mengutamakan aspirasi
penduduk desa, usulan dari "bawah" yang bakal didengar dan diwujudkan.

Turut menjelaskan kondisi desa-desa tertinggal dan miskin, Menteri
Percepatan Daerah Tertinggal (PDT) Lukman Edy yang mengatakan, "Sekitar 55
persen kabupaten di seluruh Indonesia termasuk kategori kabupaten
tertinggal."

Kabupaten-kabupaten itu hanya menyumbangkan 14,4 persen GDP Nasional, dan
tingkat pertumbuhan ekonominya juga di bawah rata-rata nasional.

"Bila rata-rata pertumbuhan nasional mencapai sekitar 63 persen, maka
kabupaten tertinggal ini hanya tumbuh sekitar 4 persen," ujarnya.

Sementara itu Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Yusuf Asy`ary
menyebutkan bahwa saat ini rakyat miskin, terutama yang penghasilannya di
bawah UMR (Upah Minimal Regional), sangat membutuhkan bantuan dari
pemerintah dalam hal pengadaan rumah yang layak.

"Ke depan, pemerintah akan lebih banyak turun membantu masyarakat di lapisan
bawah. Kalau perlu pemerintah akan memberikan fasilitas rumah sewa kepada
mereka, tapi tentu ini membutuhkan perhitungan yang lebih lanjut," kata
Yusuf.

Dalam kesempatan itu ia juga memaparkan data terbaru KPR subsidi pada tahun
2007 yang naik. Hingga tengah tahun ini, sudah ada 42.095 KPR subsidi.

Angka ini jauh lebih besar daripada data tahun 2006 yang hanya 17.620.

"Walaupun ada pertumbuhan, tapi tentu ini belum mencapai target kita semua
... masih proses," katanya.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke