*http://www.kompas.com/ver1/Ekonomi/0708/03/201130.htm



Penyerapan Pasar Perkantoran Tertinggi Setelah Krisis

Laporan Wartawan Kompas Haryo Damardono

JAKARTA, KOMPAS*- Pasar perkantoran di Jakarta merupakan sub-sektor properti
yang paling unggul dari sisi penyerapan, pada kuartal kedua 2007. Penyerapan
ruang kantor bukan saja di kawasan pusat bisnis atau centre bussiness
district, tetapi juga di kawasan non CBD.
"Selain tingginya okupansi ruang kantor, penyerapan ruang kantor pada
kuartal kedua ini merupakan penyerapan tertinggi dalam satu kuartal
pascakrisis lalu," kata Direktur Pelaksana PT Procon Indah Siswanto Widjaja,
Jumat (3/8) saat dihubungi.

Siswanto mengatakan kondisi makro ekonomi Indonesia yang stabil mendorong
perusahaan membuka kantor pusat dan kantor cabang baru. Beberapa perusahaan
yang kinerja keuangannya membaik, juga merelokasi kantor mereka ke kawasan
strategis.

Berdasarkan data yang diterbitkan Procon Indah, Rabu (1/8) lalu, penyerapan
ruang kantor di kawasan CBD pada kuartal II 2007 sebesar 58.131 meter
persegi, lebih besar dibanding kuartal I 2007 sebesar 52.219 meter persegi.
Sebagai pembanding, pada kuartal I 2006 penyerapan hanya 25.200 meter
persegi.

Sementara itu, penyerapan ruang kantor di kawasan non CBD pada semester I
2007 tercatat 87.722 meter persegi, jauh lebih besar dari penyerapan di
semester II 2007 sebesar 21.150 meter persegi. Sebagai pembanding, pada
kuartal I 2006 penyerapannya hanya 8.970 meter persegi.

"*Perbaikan ekonomi* mendorong perluasan kantor. Selain itu, relokasi
perkantoran juga mempertinggi angka penyerapan. Ada pula perusahaan yang
membutuhkan persepsi baik dari klien, sehingga merelokasi kantor ke kawasan
CBD. Sebaliknya, ada fenomena perusahaan yang merelokasi kantor keluar dari
CBD untuk menghindari kemacetan di dalam kota, misalnya ke Jl TB
Simatupang," kata Siswanto.

Manajer Senior PT Procon Indah, Utami Prastiana, mengatakan pasokan ruang
baru pada kuartal II 2007 ini sebesar 45.900 meter persegi, dengan
beroperasinya dua bangunan perkantoran baru, yakni Wisma Supra di Jl S
Parman dan GP Tower di Jl Permata Hijau.

Utami mengatakan pada kuartal III dan IV tahun ini, pasokan ruang baru akan
terpusatkan di kawasan CBD, dengan beroperasinya Menara Satrio di Jl Rasuna
Said dan The East di Mega Kuningan. "Hingga akhir 2008, ada penambahan ruang
baru lagi sebesar 551.000 meter persegi di CBD," ujar dia.

Menurut Utami, kawasan CBD tetap merupakan lokasi perkantoran yang paling
diminati, dikarenakan dukungan infrastruktur yang baik. Perusahaan
telekomunikasi, teknologi informatika, dan perusahaan tambang, merupakan
perusahaan yang kini menempati ruang-ruang perkantoran terbaik di CBD.

"Lokasi perkantoran terbaik di Jakarta, menurut berbagai perusahaan tetap
berada di Jakarta Selatan. Ini didasarkan pada kesiapan infrastruktur, mulai
dari jaringan telekomunikasi, jalan, hingga listrik," kata Utami.

Tentang okupansi ruang properti di Jadebotabek, tingkat okupansi pasar
perkantoran paling tinggi yakni 88 persen, diikuti retail sebesar 78,90
persen, kondominium sebesar 64 persen, dan apartemen servis sebesar 71,70
persen.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke