*http://www.kompas.com/ver1/Ekonomi/0708/05/140318.htm
Eksportir Makanan Laut Pertanyakan Penolakan China MAKASSAR, MINGGU*--Para eksportir seafood di Makassar mempertanyakan penolakan importir China terhadap komoditi yang dikirim karena selama ini dinilai tidak ada masalah. Hal itu dikemukakan Roby, Direktur CV Guna Bahari yang sudah beberapa tahun mengimpor rumput laut ke China. "Kami mempertanyakan kenapa Cina *tiba-tiba* melarang impor seafood Indonesia padahal selama ini komoditi yang kami kirim ke negara itu tidak ada masalah," katanya. Mengenai komoditi rumput laut yang dikirim CV Guna Bakti ke China, ia mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi dari pihak importir kalau komoditinya ditolak, meskipun di media sudah santer diberitakan tentang penolakan China terhadap komoditi seafood asal Indonesia karena dianggap mengandung zat kimia yang membahayakan kesehatan. Sementara itu, Bahar Ngitung, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Makassar mengatakan, penolakan Cina terhadap komoditi asal Indonesia hanya merupakan reaksi politis setelah sejumlah produk asal China di Indonesia dinyatakan dilarang dikomsumsi seperti permen, pasta gigi dan produk kosmetika. "Jika memang ada produk kita yang bermasalah, kenapa bukan sebelumnya dilarang, toh komoditi yang dikirim ke negara tujuan sama saja dengan kualitas komoditi yang dikirim sebelumnya," katanya. Namun patut disyukuri, tambah Bahar, sejumlah eksportir seafood di Makassar mengaku belum mendapat pemberitahuan penolakan dari negara tujuan. Sementara itu, dari segi produksi rumput laut di Sulsel yang diekspor melalui pintu Pelabuhan Makassar dan Bandara Hasanuddin, berdasarkan data Kadin Sulsel pada tahun 2006 tercatat sebanyak 28.350 ton yang dikirim langsung ke negara tujuan di antaranya Jepang dan China. Jumlah tersebut belum termasuk rumput laut yang diantarpulaukan dulu ke daerah lain baru diekspor ke negara tujuan. (Antara/Awe) [Non-text portions of this message have been removed]

