http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006115635

*TNI AL GELAR LATIHAN BESAR DI PENGHUJUNG TAHUN*


DISPENAL (31/8) - *TNI Angkatan Laut* pada pertengahan Bulan Desember di
penghujung 2007 ini, akan menggelar latihan besar-besaran dengan sandi
Armada Jaya XXVII. Selama ini latihan gelar kekuatan unsur-unsur* *TNI
Angkatan Laut yang telah dilaksanakan sebanyak 26 kali, di berbagai tempat
di wilayah Indonesia, dapat dilaksanakan dengan baik.


Untuk latihan yang ke-27 mendatang, TNI Angkatan Laut akan melaksanakan
latihan tersebut di Perairan Indonesia bagian Timur. Latihan puncak Armada
Jaya XXVII/ 2007 tersebut, akan melibatkan 62 buah Kapal Perang RI (KRI)
dari berbagai tipe dan jenis termasuk 3 kapal Landing Platform Dock (LPD)
yang baru tiba dari Korea Selatan serta 2 BTP (Batalyon Tempur Pendarat)
Marinir berkekuatan 3.300 personel.


Sedangkan gelar kekuatan unsur udara dalam latihan ini, melibatkan 2 pesawat
Nomad, 2 Cassa, 4 Hely Bell dan 4 Hely BO-105. Hal itu disampaikan
oleh *Panglima
Komando Armada RI Kawasan Timur* (Pangarmatim) *Laksamana Muda TNI Moekhlas
Sidik, MPA* selaku Direktur Latihan dalam paparan rencana garis besar
latihan kepada* Kepala Staf Angkatan Laut* (Kasal) *Laksamana TNI Slamet
Soebijanto*, di Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Kamis (30/8).


Dalam paparannya, Direktur Latihan (Dirlat) Armada Jaya XXVII menjelaskan,
bahwa rencana latihan dibagi dalam empat tahapan yakni tahap I persiapan,
tahap II perencanaan, tahap III pelaksanaan dan tahap IV merupakan
pengakhiran. Untuk tahap III, kegiatan yang dilaksanakan meliputi gladi
posko di Surabaya, gladi lapangan dilaksanakan daerah latihan perairan
Indonesia bagian Timur. "Selain penggelaran unsur dan personel, dalam
latihan ini juga akan dilaksanakan penembakan senjata-senjata strategis yang
dimiliki KRI", lanjut Pangarmatim.


Setelah Dirlat Armada Jaya XXVII menyampaikan rencana latihan secara
keseluruhan, Kasal Laksamana TNI Slamet Soebijanto menanggapi dengan
memberikan arahan agar latihan-latihan sebelumnya kembali dipelajari,
sehingga dapat diketahui kendala apa saja yang pernah dialami, sebagai acuan
untuk meningkatkan pelaksanaan latihan mendatang. "Tidak kalah pentingnya
masalah keamanan material dan personel harus diperhatikan selama
berlangsungnya latihan", kata Kasal.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke