Saya salah ketik yang gawat:

" kalau beliau masih 
> memimpin bersama kaum nasionalist, PNI Marhaeinist  dan sosialist 
> termasuk PKI, Parkindo terjadi semua yang bung inginkan dibawah 
ini"

SEHARUSNYA:

kalau beliau masih 
> memimpin bersama kaum nasionalist, PNI Marhaeinist zerta  
PARKINDO  dan sosialist termasuk PKI terjadi semua yang bung 
inginkan dibawah ini.


Sorry sobat sobat dari PARKINDO

Salam hangat

Danardono


--- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Bung, tanggal 30 September 1965, 42 tahun yang silam, sejarah 
> Indonesia berganti. Dari anti imperialisme dan kapitalisme  
menjadi 
> pro Barat, pro perekonomian pasar, pro liberalisme. kala itu bung 
> Karno menentang kapitalisme terutama asing. kalau beliau masih 
> memimpin bersama kaum nasionalist, PNI Marhaeinist  dan sosialist 
> termasuk PKI, Parkindo terjadi semua yang bung inginkan dibawah 
ini.
> 
> Nah, karena bung Karno dan politiknya berserta pengikutnya  
disusung 
> ke liang lahat terutama juga atas jasa kaum Muslimin, maka kini 
bung 
> minta deh partai partai Muslim yang ada, memenuhi keinginan bung. 
> Sebab, partai partai yang seharusnya mampu mewujudkan impian bung, 
> sudah di pulau Buru-kan. Gimana nih?
> 
> Salam anti neoliberalisme
> 
> Danardono
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], A Nizami <nizaminz@> wrote:
> >
> > EXXON KUASAI 100% HASIL GAS DI NATUNA
> > 
> > Di MetroTV Rabu 3 September 2007 saya lihat bahwa
> > Exxon berkeras menguasai 100% hasil gas di Natuna
> > dengan alasan biaya operasionalnya tinggi. Padahal
> > teman2 saya yang ke sana menyaksikan bagaimana
> > fasilitas karyawan Exxon sangat mewah. Exxon sendiri
> > mengantongi keuntungan hingga Rp 360 trilyun setiap
> > tahun dari pengelolaan minyak dan gas di berbagai
> > negara termasuk Indonesia.
> > 
> > Ini berlarut2 dari tahun 2006. Menurut saya, jika
> > Exxon tidak mau memberi bagi hasil kepada Indonesia,
> > lebih baik pemerintah segera menghentikan kontrak dan
> > mengusir Exxon dari sana. Jika perlu dari Indonesia.
> > Karena mengambil 100% dari pendapatan yang ada menurut
> > saya adalah perampokan atau penjajahan ekonomi gaya
> > baru. Harusnya hasilnya bisa dinikmati untuk
> > memakmurkan 240 juta rakyat Indonesia.
> > 
> > Pemerintah harus mengadakan tender untuk pengelolaan
> > Migas di Natuna. Perusahaan2 lain seperti Shell, BP,
> > Amoco, Chevron, Petrochina tentu bersedia mengikuti
> > tender tersebut.
> > 
> > Saya berharap pemerintah George W Bush tidak menjadi
> > beking Exxon sehingga pemerintah jadi tidak berani
> > bertindak tegas terhadap Exxon.
> > 
> > Salam
> > 
> > http://www.kompas.com/kompas-cetak/0610/13/ekonomi/3023731.htm
> > 
> > Jumat, 13 Oktober 2006
> > 
> > ExxonMobil Tetap Ngotot
> > 
> > Pemerintah Hati-hati dalam Memberikan Persetujuan
> > 
> > Jakarta, kompas - Meskipun pemerintah menyatakan
> > kontrak di Blok Natuna D Alfa diputus, namun
> > ExxonMobil tetap bersikukuh pada persepsinya atas
> > kontrak yang dibuat pada tahun 1995. ExxonMobil
> > menyatakan perlu melakukan kajian lebih lanjut sebelum
> > meneruskan pembicaraan soal kontrak.
> > 
> > Demikian disampaikan Presiden Direktur ExxonMobil
> > Indonesia (EMOI) Peter J Coleman, Kamis (12/10) di
> > Jakarta.
> > 
> > "Kami berpegang pada kontrak yang dibuat dulu (1995).
> > Kami butuh waktu untuk memutuskan apa yang harus
> > dilakukan untuk pembicaraan lebih lanjut dengan
> > Pemerintah Indonesia," ujarnya.
> > 
> > Coleman mengatakan, banyak hal yang harus
> > dipertimbangkan oleh ExxonMobil. Porsi bagi hasil
> > 100:0 yang ditetapkan dalam kontrak tahun 1995 menjadi
> > dasar bagi ExxonMobil untuk menilai kelayakan proyek
> > tersebut.
> > 
> > "Kalau ada perubahan dalam porsi bagi hasil, tentu
> > harus dilihat lagi apa yang membuat kami dulu mau
> > mengupayakan produksi di Natuna," ujarnya.
> > 
> > Coleman mengingatkan, posisi Natuna yang ada di
> > wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia sulit dijangkau
> > dengan fasilitas yang sangat minim.
> > 
> > Menurut dia, investasi yang dibutuhkan untuk Natuna
> > tidak sebesar yang diperkirakan semula. "Setelah kami
> > lakukan reevaluasi, biayanya tidak sampai 40 juta
> > dollar AS," katanya.
> > 
> > EMOI dan mitranya Pertamina perlu menyiapkan dana 10
> > miliar dollar AS untuk mengusahakan blok tersebut bisa
> > berproduksi dalam lima tahun.
> > 
> > Bagian Indonesia dari hasil produksi gas Natuna 13
> > miliar-26 miliar dollar AS, dengan hitungan masa
> > kontrak 20 tahun dan produksi 10 miliar kaki kubik.
> > 
> > http://batampos.co.id/index.php?
> Itemid=81&id=5975&option=com_content&task=view
> > Kontrak Exxon di Natuna Putus         PDF             Cetak   
>        
> > E-mail
> > Jumat, 13 Oktober 2006
> > Pemerintah Kecewa 21 Tahun Tak Berproduksi
> > JAKARTA (BP) - Pengelolaan blok Natuna D  Alpha yang
> > selama ini dipegang ExxonMobil Oil Indonesia (EMOI)
> > dipastikan berakhir.
> > 
> > 
> > 
> > ===
> > Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
> > Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
> > 
> > 
> >        
> > 
> 
_____________________________________________________________________
> _______________
> > Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone 
> who knows. Yahoo! Answers - Check it out.
> > http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545469
> >
>


Kirim email ke