Info yang sangat mencerahkan, mas. Thanks berat

Salam

Danardono


--- In [email protected], "jamalisan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamualaikum,
> 
> Kebetulan kami pernah mengkaji mengenai bagi hasil PSC di 
Indonesia, 
> sebagai tambahan, yang 40% untuk Operator LNG pun kemungkinan 
besar 
> masih dipotong pajak lagi oleh pemerintah Indonesia. Jadi Pihak 
> Operator memang totalnya hanya dapat sekitar 30% dari net profit.
> 
> Tambahan info lain, sebelum betul-betul dapat profit, selain 
> dikurangi biaya operasi, Revenue harus dikurangi repayment biaya 
> investasi, makanya dalam beberapa tahun-tahun pertama memang belum 
> dapat untung.
> 
> Wassalam,
> BJ
> 
> --- In [email protected], Nugroho Dewanto <ndewanto@> wrote:
> >
> > 
> > baca koran-koran hari ini.
> > bagi hasil 60% untuk indonesia, 40% untuk exxon.
> > 
> > sampaikan fakta dulu yang benar, baru analisa.
> > 
> > 
> > 
> > At 01:40 AM 10/5/2007 -0700, you wrote:
> > 
> > >EXXON KUASAI 100% HASIL GAS DI NATUNA
> > >
> > >Di MetroTV Rabu 3 September 2007 saya lihat bahwa
> > >Exxon berkeras menguasai 100% hasil gas di Natuna
> > >dengan alasan biaya operasionalnya tinggi. Padahal
> > >teman2 saya yang ke sana menyaksikan bagaimana
> > >fasilitas karyawan Exxon sangat mewah. Exxon sendiri
> > >mengantongi keuntungan hingga Rp 360 trilyun setiap
> > >tahun dari pengelolaan minyak dan gas di berbagai
> > >negara termasuk Indonesia.
> > >
> > >Ini berlarut2 dari tahun 2006. Menurut saya, jika
> > >Exxon tidak mau memberi bagi hasil kepada Indonesia,
> > >lebih baik pemerintah segera menghentikan kontrak dan
> > >mengusir Exxon dari sana. Jika perlu dari Indonesia.
> > >Karena mengambil 100% dari pendapatan yang ada menurut
> > >saya adalah perampokan atau penjajahan ekonomi gaya
> > >baru. Harusnya hasilnya bisa dinikmati untuk
> > >memakmurkan 240 juta rakyat Indonesia.
> > >
> > >Pemerintah harus mengadakan tender untuk pengelolaan
> > >Migas di Natuna. Perusahaan2 lain seperti Shell, BP,
> > >Amoco, Chevron, Petrochina tentu bersedia mengikuti
> > >tender tersebut.
> > >
> > >Saya berharap pemerintah George W Bush tidak menjadi
> > >beking Exxon sehingga pemerintah jadi tidak berani
> > >bertindak tegas terhadap Exxon.
> > >
> > >Salam
> > >
> > ><http://www.kompas.com/kompas-
> cetak/0610/13/ekonomi/3023731.htm>http://www.kompas.com/kompas-
> cetak/0610/13/ekonomi/3023731.htm
> > >
> > >Jumat, 13 Oktober 2006
> > >
> > >ExxonMobil Tetap Ngotot
> > >
> > >Pemerintah Hati-hati dalam Memberikan Persetujuan
> > >
> > >Jakarta, kompas - Meskipun pemerintah menyatakan
> > >kontrak di Blok Natuna D Alfa diputus, namun
> > >ExxonMobil tetap bersikukuh pada persepsinya atas
> > >kontrak yang dibuat pada tahun 1995. ExxonMobil
> > >menyatakan perlu melakukan kajian lebih lanjut sebelum
> > >meneruskan pembicaraan soal kontrak.
> > >
> > >Demikian disampaikan Presiden Direktur ExxonMobil
> > >Indonesia (EMOI) Peter J Coleman, Kamis (12/10) di
> > >Jakarta.
> > >
> > >"Kami berpegang pada kontrak yang dibuat dulu (1995).
> > >Kami butuh waktu untuk memutuskan apa yang harus
> > >dilakukan untuk pembicaraan lebih lanjut dengan
> > >Pemerintah Indonesia," ujarnya.
> > >
> > >Coleman mengatakan, banyak hal yang harus
> > >dipertimbangkan oleh ExxonMobil. Porsi bagi hasil
> > >100:0 yang ditetapkan dalam kontrak tahun 1995 menjadi
> > >dasar bagi ExxonMobil untuk menilai kelayakan proyek
> > >tersebut.
> > >
> > >"Kalau ada perubahan dalam porsi bagi hasil, tentu
> > >harus dilihat lagi apa yang membuat kami dulu mau
> > >mengupayakan produksi di Natuna," ujarnya.
> > >
> > >Coleman mengingatkan, posisi Natuna yang ada di
> > >wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia sulit dijangkau
> > >dengan fasilitas yang sangat minim.
> > >
> > >Menurut dia, investasi yang dibutuhkan untuk Natuna
> > >tidak sebesar yang diperkirakan semula. "Setelah kami
> > >lakukan reevaluasi, biayanya tidak sampai 40 juta
> > >dollar AS," katanya.
> > >
> > >EMOI dan mitranya Pertamina perlu menyiapkan dana 10
> > >miliar dollar AS untuk mengusahakan blok tersebut bisa
> > >berproduksi dalam lima tahun.
> > >
> > >Bagian Indonesia dari hasil produksi gas Natuna 13
> > >miliar-26 miliar dollar AS, dengan hitungan masa
> > >kontrak 20 tahun dan produksi 10 miliar kaki kubik.
> > >
> > ><http://batampos.co.id/index.php?
> 
Itemid=81&id=5975&option=com_content&task=view>http://batampos.co.id/
i
> ndex.php?Itemid=81&id=5975&option=com_content&task=view
> > >Kontrak Exxon di Natuna Putus PDF Cetak
> > >E-mail
> > >Jumat, 13 Oktober 2006
> > >Pemerintah Kecewa 21 Tahun Tak Berproduksi
> > >JAKARTA (BP) - Pengelolaan blok Natuna D Alpha yang
> > >selama ini dipegang ExxonMobil Oil Indonesia (EMOI)
> > >dipastikan berakhir.
> > >
> > >===
> > >Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
> > >Kirim email ke: 
> > ><mailto:syiar-islam-subscribe%40yahoogroups.com>syiar-islam-
> [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > >__________________________________________________________
> > >Be a better Globetrotter. Get better travel answers from 
someone 
> who 
> > >knows. Yahoo! Answers - Check it out.
> > ><http://answers.yahoo.com/dir/?
> link=list&sid=396545469>http://answers.yahoo.com/dir/?
> link=list&sid=396545469
> > >
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>


Kirim email ke