baca koran-koran hari ini.
bagi hasil 60% untuk indonesia, 40% untuk exxon.

sampaikan fakta dulu yang benar, baru analisa.



At 01:40 AM 10/5/2007 -0700, you wrote:

>EXXON KUASAI 100% HASIL GAS DI NATUNA
>
>Di MetroTV Rabu 3 September 2007 saya lihat bahwa
>Exxon berkeras menguasai 100% hasil gas di Natuna
>dengan alasan biaya operasionalnya tinggi. Padahal
>teman2 saya yang ke sana menyaksikan bagaimana
>fasilitas karyawan Exxon sangat mewah. Exxon sendiri
>mengantongi keuntungan hingga Rp 360 trilyun setiap
>tahun dari pengelolaan minyak dan gas di berbagai
>negara termasuk Indonesia.
>
>Ini berlarut2 dari tahun 2006. Menurut saya, jika
>Exxon tidak mau memberi bagi hasil kepada Indonesia,
>lebih baik pemerintah segera menghentikan kontrak dan
>mengusir Exxon dari sana. Jika perlu dari Indonesia.
>Karena mengambil 100% dari pendapatan yang ada menurut
>saya adalah perampokan atau penjajahan ekonomi gaya
>baru. Harusnya hasilnya bisa dinikmati untuk
>memakmurkan 240 juta rakyat Indonesia.
>
>Pemerintah harus mengadakan tender untuk pengelolaan
>Migas di Natuna. Perusahaan2 lain seperti Shell, BP,
>Amoco, Chevron, Petrochina tentu bersedia mengikuti
>tender tersebut.
>
>Saya berharap pemerintah George W Bush tidak menjadi
>beking Exxon sehingga pemerintah jadi tidak berani
>bertindak tegas terhadap Exxon.
>
>Salam
>
><http://www.kompas.com/kompas-cetak/0610/13/ekonomi/3023731.htm>http://www.kompas.com/kompas-cetak/0610/13/ekonomi/3023731.htm
>
>Jumat, 13 Oktober 2006
>
>ExxonMobil Tetap Ngotot
>
>Pemerintah Hati-hati dalam Memberikan Persetujuan
>
>Jakarta, kompas - Meskipun pemerintah menyatakan
>kontrak di Blok Natuna D Alfa diputus, namun
>ExxonMobil tetap bersikukuh pada persepsinya atas
>kontrak yang dibuat pada tahun 1995. ExxonMobil
>menyatakan perlu melakukan kajian lebih lanjut sebelum
>meneruskan pembicaraan soal kontrak.
>
>Demikian disampaikan Presiden Direktur ExxonMobil
>Indonesia (EMOI) Peter J Coleman, Kamis (12/10) di
>Jakarta.
>
>"Kami berpegang pada kontrak yang dibuat dulu (1995).
>Kami butuh waktu untuk memutuskan apa yang harus
>dilakukan untuk pembicaraan lebih lanjut dengan
>Pemerintah Indonesia," ujarnya.
>
>Coleman mengatakan, banyak hal yang harus
>dipertimbangkan oleh ExxonMobil. Porsi bagi hasil
>100:0 yang ditetapkan dalam kontrak tahun 1995 menjadi
>dasar bagi ExxonMobil untuk menilai kelayakan proyek
>tersebut.
>
>"Kalau ada perubahan dalam porsi bagi hasil, tentu
>harus dilihat lagi apa yang membuat kami dulu mau
>mengupayakan produksi di Natuna," ujarnya.
>
>Coleman mengingatkan, posisi Natuna yang ada di
>wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia sulit dijangkau
>dengan fasilitas yang sangat minim.
>
>Menurut dia, investasi yang dibutuhkan untuk Natuna
>tidak sebesar yang diperkirakan semula. "Setelah kami
>lakukan reevaluasi, biayanya tidak sampai 40 juta
>dollar AS," katanya.
>
>EMOI dan mitranya Pertamina perlu menyiapkan dana 10
>miliar dollar AS untuk mengusahakan blok tersebut bisa
>berproduksi dalam lima tahun.
>
>Bagian Indonesia dari hasil produksi gas Natuna 13
>miliar-26 miliar dollar AS, dengan hitungan masa
>kontrak 20 tahun dan produksi 10 miliar kaki kubik.
>
><http://batampos.co.id/index.php?Itemid=81&id=5975&option=com_content&task=view>http://batampos.co.id/index.php?Itemid=81&id=5975&option=com_content&task=view
>Kontrak Exxon di Natuna Putus PDF Cetak
>E-mail
>Jumat, 13 Oktober 2006
>Pemerintah Kecewa 21 Tahun Tak Berproduksi
>JAKARTA (BP) - Pengelolaan blok Natuna D Alpha yang
>selama ini dipegang ExxonMobil Oil Indonesia (EMOI)
>dipastikan berakhir.
>
>===
>Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
>Kirim email ke: 
><mailto:syiar-islam-subscribe%40yahoogroups.com>[EMAIL PROTECTED]
>
>__________________________________________________________
>Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who 
>knows. Yahoo! Answers - Check it out.
><http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545469>http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545469
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke