Radityo Menderita Schizofrenia

Siapa bergelut dengan teks akan faham bahwa gaya penulisan seseorang 
itu hampir identik dengan sidik jarinya. Dan ini tidak disadari 
dengan baik oleh Radityo Djajoeri. Orang sudah lama tahu dan sadar 
bahwa moderator Mediacare itu adalah Radityo alias Reporter Jalanan 
(Reja), pengusung Indonebia, etc, tapi Radityo masih menyangka bahwa 
semua orang tolol seperti dirinya. 

Apa yang masih bisa dibanggakan dari seorang Radityo? Seandainya anda 
adalah anaknya, kemana muka mau ditaruh? Sungguh anda tidak akan 
sanggup lagi menanggung malu. Nama Radityo terlanjur melekat dengan 
aib. Di mana ada Radityo (termasuk nama palsunya) di milis, di situ 
pasti ada fitnah dan pertengkaran. Di mana-mana bikin onar dan 
keributan.

Mengamati rekam jejaknya, bisa saya pastikan bahwa orang ini 
menderita Schizofrenia. Perilaku dan kepribadiannya sudah patologis. 
Dia sakit jiwa. Radityo pasti akan menyangkal mati-matian bahwa 
dirinya sakit jiwa. Sebab, tidak ada di dunia ini orang sakit jiwa 
merasa dirinya sakit jiwa!

--- In [email protected], heri latief <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> FYI dari milis sebelah.
>    
>   salam, hl
> 
>   ---------- Forwarded message ----------
> From: IrwanK <irwank2k6@ >
> Date: Jul 17, 2007 3:42 PM
> Subject: Re: Milis Mediacare di mata Satrio Arismunandar
> To: [EMAIL PROTECTED], Danardono HADINOTO < rm_danardono@>
> 
> Eyang Danar,
> 
> Ini komentar saya ke milis Mediacare & FPK.. keduanya dimoderasi.. 
jadi belum tahu
> (kapan &) apakah diapprove oleh moderatornya/tidak.. :-p
> 
> Saya dapat postingan yang menggambarkan bagaimana Indonesia adalah 
RD.. 
> yang sangat mungkin adalah Radityo Djajoeri atau bahkan ReJa 
(Reporter Jalanan).. 
> Jadi silahkan dilihat secara objektif apa yang sebenarnya terjadi..
> 
> Lagipula kalimat terakhir yang menjadi andalan sebagian orang, 
jelas tidak fair.. 
> Bagaimana pembentukan opini yang 'terlanjur' (apalagi disengaja) 
berkembang
> di luaran, dapat mempengaruhi pemahaman publik. Jadi dampaknya 
tidak bisa
> diredam sekedar dengan (tombol) delete. :-|
> 
> Ribuan kali kebohongan, dapat diterima publik (yang tidak tahu) 
sebagai kebenaran.. 
> Termasuk apa yang dilakukan Indonebia itu, misalnya..
> 
> CMIIW..
> 
> Wassalam,
> 
> Irwan.K
> 
> ------
>   
>  
>               Pak Martin,
> 
> Saya tidak tahu, apakah anda tahu bagaimana salah seorang moderator 
di milis Mediacare melakukan tindakan yang 'tidak ksatria'.. mis: 
menggunakan id 'palsu', bahkan dengan karakter yang 'memalukan'.. 
guna membentuk opini yang buruk terhadap kelompok tertentu..
> 
> Silahkan dibandingkan tulisan yang diapprove di Mediacare dengan 
yang ditulis di milis lain... Saya sendiri dan (saya yakin) beberapa 
rekan lain juga pernah mengalami hal serupa - postingan kita diedit 
seenaknya untuk menutup"i fakta yang ada.. Sangat mungkin yang tidak 
mengalaminya sendiri tidak akan melihat 'ketimpangan' 
& 'kecondongan'  tersebut. :-)
> 
> CMIIW..
> 
> Wassalam, 
> 
> Irwan.K
> 
> ---------- Forwarded message ----------
> From: Satrio Arismunandar < satrioarismunandar@ >
> Date: Jul 16, 2007 4:50 PM
> Subject: [jurnalisme] Re: [pantau-komunitas] Cengeng - Re: Mohon 
Pamit dari Milis Pantau-Komunitas
> To: [EMAIL PROTECTED] 
> Cc: jurnalisme <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> Milis Jurnalisme setahu saya adalah milis terbuka. Banyak 
anggotanya bersikap jentel, terang-terangan. Identitasnya jelas. 
Orang boleh anonim di milis Jurnalisme. Tetapi, ketika dia 
melontarkan tuduhan atau mengeluarkan pernyataan yang provokatif bagi 
anggota lain , sepatutnya dia berani bertanggung jawab dengan 
menampakkan identitas dirinya. Keberanian dan kejujuran semacam, ini 
TIDAK dikembangkan di milis Mediacare. 
> 
> Terakhir, bulan Juni 2007, sejumlah anggota milis Jurnalisme bikin 
acara kumpul-kumpul di Pasar Festival. Saya ikut hadir waktu itu. 
Orangnya sangat beragam ternyata, bukan "hijau", "teroris" dsb 
seperti tudingan Radityo alias Indonebia alias entah siapa lagi.... 
> 
> Di acara itu, mbak Zamira Tatap Loebis (wartawan Time di Indonesia 
yang kebetulan beragama Kristen) malah jadi salah satu pembicara, 
didaulat oleh Farid Gaban. Mbak Zamira bicara terbuka, cerita tentang 
pengalaman jurnalistiknya, sebagai bahan perbandingan dan 
pembelajaran untuk sesama anggota milis yang banyak di antaranya 
wartawan profesional. 
> 
> Milis Jurnalisme memang bukan tempat yang cocok untuk orang-orang 
pengecut dan licik, yang suka mengeksploitasi, mengompori, atau 
memanipulasi anggota milisnya sendiri, seperti yang terjadi di milis 
Mediacare. Di Mediacare, kita bisa berjumpa dengan "makhluk" bernama 
Indonebia yang sebenarnya adalah moderator (Radityo) sendiri. 
> 
> Sungguh kasihan sejumlah anggota milis Mediacare, yang sudah repot-
repot, panas, marah dan geregetan menanggapi Indonebia. Mereka tak 
tahu bahwa Indonebia adalah Radityo sendiri, yang pastilah terbahak-
bahak melihat "ketololan" anggota milisnya sendiri yang berhasil ia 
permainkan emosinya!!!
> 
> Itulah sebabnya, orang-orang yang suka lempar batu sembunyi tangan, 
melempar tuduhan dan hinaan tapi bersembunyi di balik nama samaran, 
memang gerah jika harus ikut aturan main yang menuntut keterbukaan di 
milis Jurnalisme. Tak heran jika Radityo alias Indonebia akhirnya 
mental dari milis Jurnalisme, karena memang wataknya yang pengecut 
dan selalu bertopeng tak cocok dengan karakter di milis Jurnalisme. 
> 
> Itulah sebabnya saya lebih sreg dengan milis Jurnalisme dan memilih 
keluar dari milis Mediacare, karena tak mau terus jadi alat mainan 
moderatornya yang bernama Radityo alias Indonebia itu.
> 
> Satrio Arismunandar 
> Producer - News Division, Trans TV, Floor 3
> Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
> Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4026, Fax: 79184558 , 79184627
> 
> http://satrioarismunandar6.blogspot.com
> http://satrioarismunandar.multiply.com 
> 
> "If you know how to die, you know how to live..."
> 
> ----------
> 
> 
> 
> 
> 
>       
> [EMAIL PROTECTED]
> milisgrup opini alternatif
> 
>   
> http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
> penerbit buku sejarah alternatif
> 
>   
> http://progind.net/
> kolektif info coup d'etat 65: kebenaran untuk keadilan
> 
>   http://herilatief.wordpress.com/
> 
> 
> 
> 
>        
> ---------------------------------
> Shape Yahoo! in your own image.  Join our Network Research Panel 
today!
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke