ada info dari jogja dan jakarta, bahwa radityo djajoeri (rd) emang 
hobinya belagak sakit jiwa alias gokil, trus lagu2annya ngerasa sok 
paling hebatlaaah, padahal bacotnya doang yg digedein, isi 
pemikirannya nyatut melulu, maklumlaaah cita2nya rd waktu masih kecil 
mau jadi jendral critenye, tapi gak mampu, akhirnya sekarang (umur 42 
taon) malahan jadi bengal dan bebal (otaknya).

--- In [email protected], "amatalata" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Radityo Menderita Schizofrenia

Siapa bergelut dengan teks akan faham bahwa gaya penulisan seseorang 
itu hampir identik dengan sidik jarinya. Dan ini tidak disadari 
dengan baik oleh Radityo Djajoeri. Orang sudah lama tahu dan sadar 
bahwa moderator Mediacare itu adalah Radityo alias Reporter Jalanan 
(Reja), pengusung Indonebia, etc, tapi Radityo masih menyangka bahwa 
semua orang tolol seperti dirinya. 

Apa yang masih bisa dibanggakan dari seorang Radityo? Seandainya anda 
adalah anaknya, kemana muka mau ditaruh? Sungguh anda tidak akan 
sanggup lagi menanggung malu. Nama Radityo terlanjur melekat dengan 
aib. Di mana ada Radityo (termasuk nama palsunya) di milis, di situ 
pasti ada fitnah dan pertengkaran. Di mana-mana bikin onar dan 
keributan.

Mengamati rekam jejaknya, bisa saya pastikan bahwa orang ini 
menderita Schizofrenia. Perilaku dan kepribadiannya sudah patologis. 
Dia sakit jiwa. Radityo pasti akan menyangkal mati-matian bahwa 
dirinya sakit jiwa. Sebab, tidak ada di dunia ini orang sakit jiwa 
merasa dirinya sakit jiwa!

------------------------

> From: Satrio Arismunandar < satrioarismunandar@ >
> Date: Jul 16, 2007 4:50 PM
> Subject: [jurnalisme] Re: [pantau-komunitas] Cengeng - Re: Mohon 
Pamit dari Milis Pantau-Komunitas
> To: [EMAIL PROTECTED] 
> Cc: jurnalisme <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> Milis Jurnalisme setahu saya adalah milis terbuka. Banyak 
anggotanya bersikap jentel, terang-terangan. Identitasnya jelas. 
Orang boleh anonim di milis Jurnalisme. Tetapi, ketika dia 
melontarkan tuduhan atau mengeluarkan pernyataan yang provokatif bagi 
anggota lain , sepatutnya dia berani bertanggung jawab dengan 
menampakkan identitas dirinya. Keberanian dan kejujuran semacam, ini 
TIDAK dikembangkan di milis Mediacare. 
> 
> Terakhir, bulan Juni 2007, sejumlah anggota milis Jurnalisme bikin 
acara kumpul-kumpul di Pasar Festival. Saya ikut hadir waktu itu. 
Orangnya sangat beragam ternyata, bukan "hijau", "teroris" dsb 
seperti tudingan Radityo alias Indonebia alias entah siapa lagi.... 
> 
> Di acara itu, mbak Zamira Tatap Loebis (wartawan Time di Indonesia 
yang kebetulan beragama Kristen) malah jadi salah satu pembicara, 
didaulat oleh Farid Gaban. Mbak Zamira bicara terbuka, cerita tentang 
pengalaman jurnalistiknya, sebagai bahan perbandingan dan 
pembelajaran untuk sesama anggota milis yang banyak di antaranya 
wartawan profesional. 
> 
> Milis Jurnalisme memang bukan tempat yang cocok untuk orang-orang 
pengecut dan licik, yang suka mengeksploitasi, mengompori, atau 
memanipulasi anggota milisnya sendiri, seperti yang terjadi di milis 
Mediacare. Di Mediacare, kita bisa berjumpa dengan "makhluk" bernama 
Indonebia yang sebenarnya adalah moderator (Radityo) sendiri. 
> 
> Sungguh kasihan sejumlah anggota milis Mediacare, yang sudah repot-
repot, panas, marah dan geregetan menanggapi Indonebia. Mereka tak 
tahu bahwa Indonebia adalah Radityo sendiri, yang pastilah terbahak-
bahak melihat "ketololan" anggota milisnya sendiri yang berhasil ia 
permainkan emosinya!!!
> 
> Itulah sebabnya, orang-orang yang suka lempar batu sembunyi tangan, 
melempar tuduhan dan hinaan tapi bersembunyi di balik nama samaran, 
memang gerah jika harus ikut aturan main yang menuntut keterbukaan di 
milis Jurnalisme. Tak heran jika Radityo alias Indonebia akhirnya 
mental dari milis Jurnalisme, karena memang wataknya yang pengecut 
dan selalu bertopeng tak cocok dengan karakter di milis Jurnalisme. 
> 
> Itulah sebabnya saya lebih sreg dengan milis Jurnalisme dan memilih 
keluar dari milis Mediacare, karena tak mau terus jadi alat mainan 
moderatornya yang bernama Radityo alias Indonebia itu.
> 
> Satrio Arismunandar 
> Producer - News Division, Trans TV, Floor 3
> Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
> Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4026, Fax: 79184558 , 79184627
> 
> http://satrioarismunandar6.blogspot.com
> http://satrioarismunandar.multiply.com 
> 
> "If you know how to die, you know how to live..."

http://progind.net/
kolektif info coup d'etat 65: kebenaran untuk keadilan


Kirim email ke