Pemenang Nobel, Doris Lessing: Bush Adalah Malapetaka Bagi Dunia  Senin, 22 Okt 
07 14:04 WIB
   
  Pemenang Hadiah Nobel bidang kesusasteraan Doris Lessing menyebut Presiden AS 
George W. Bush sebagai "malapetaka bagi dunia." Menurutnya, Bush adalah 
pemimpin AS yang berasal dari "kelas sosial yang mendapatkan keuntungan dari 
peperangan. "
   
  "Semua orang merasa capek dengan orang ini (Bush), entah itu orang yang bodoh 
atau orang yang sangat pintar sekalipun, " ujar Lessing.
  Lessing juga mengatakan bahwa serangan 11 September "tidak terlalu buruk" 
dibandingkan dengan serangan-serangan yang dilakukan Irish Republican Army 
(IRA).
   
  Lessing bahkan tidak peduli jika orang-orang Amerika akan menyebutnya gila, 
dengan penilaiannya itu. "Banyak orang tewas, dua gedung megah runtuh, tapi itu 
tidak seburuk atau tidak terlalu istimewa, seperti yang ada di pikiran 
orang-orang, " kata Blessing seperti dilansir surat kabar terbitan Spanyol El 
Pais, edisi Minggu (21/10).
   
  Ia melanjutkan, "Peristiwa 11 September sangat buruk, tapi jika kita 
menelusuri kembali sejarah IRA, apa yang terjadi di Amerika Serikat tidaklah 
lebih buruk. "
   
  Seperti diketahui, serangan 11 September 2001 menyebabkan gedung kembar World 
Trade Center runtuh dan sekitar 3. 000 orang tewas menjadi korban. Pemerintahan 
Bush menuding kelompok al-Qaidah sebagai pelaku serangan itu, yang menjadi awal 
invasi AS ke Afghanistan, kemudian ke Irak dengan dalih perang melawan 
terorisme.
   
  Sementara IRA adalah kelompok bersenjata di Irlandia Utara yang melakukan 
perlawanan terhadap pemerintahan Inggris.
  Selain mengecam Bush, pemenang Nobel yang sekarang berusia 87 tahun itu juga 
mengecam mantan perdana menteri Inggris Tony Blair. Ia menyebut Blair "orang 
kecil yang suka pamer. " Blair sendiri mengakhiri jabatan perdana menterinya di 
tengah kecaman keras masyarakat Inggris atas keterlibatannya dengan AS dalam 
perang di Irak.
   
  Doris Lessing dikenal sebagai penulis Inggris yang banyak menulis tentang 
feminisme, politik dan sejumlah novel epik, antara lain novel tentang masa 
kecilnya di Afrika.
    Lessing yang memenangkan hadiah Nobel pada 11 Oktober lalu, adalah seorang 
Marxis. Ia juga dikenal dengan pandangan-pandangan politik yang dianutnya dan 
dikenal sebagai tokoh yang anti-kolonialisme dan anti-apartheid. (ln/iol)

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke