http://www.kompas.com/


*Presiden Ajak Hidup dalam Perbedaan, Tanpa Diskriminasi*

Laporan Wartawan Kompas Suhartono

JAKARTA, KOMPAS - *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* mengajak seluruh
komponen bangsa Indonesia, termasuk warga jemaat Huria Kristen Batak
Protestan (HKBP), untuk hidup bersama dalam perbedaan. Akan tetap saling
kasih mengasihi dan damai.

Demikian disampaikan *Presiden Yudhoyono* saat memberikan sambutan di acara
Pesta Parolopolopon 67 Tahun Kemandirian dan Hari Ulang Tahun ke 146 HKBP di
Gelanggang Olah Raga Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (28/10) pukul
14.00 wib.

Menurut Presiden, meskipun kita hidup berbeda dalam agama, suku, ras dan
identitas-identitas lainnya, namun kita tetaplah satu bangsa. "Mari kita
kokohkan persatuan dan kesatuan bangsa. Mari juga kita hidup dalam
perbedaan. Saling kasih mengasihi, damai dan tanpa diskriminasi," ujar
Presiden.

Diingatkan oleh Presiden bahwa Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang
majemuk dan pluralisme. "Perbedaan identitas jangan menjadi sumber
perpecahan. Mari perbedaan itu kita jadikan kekuatan. Sedih jika kita
mengenang pengalaman beberapa tahun lalu saat kita berbeda agama dan suku
serta ras. Itu kejadian dan pengalaman yang tak boleh terulang. Karena itu,
mari kita cegah perselisihan dan kekerasan, tetapi kita kedepankan
kerukunan," tambah Presiden.

Tentang pengaturan kehidupan beragama yang masih dinilai Ketua Ephorus HKBP
Pendeta Dr Bonar Napitupulu belum bersifat adil, Presiden Yudhoyono mengakui
mendengarnya.

"Peraturan itu sesungguhnya untuk tujuan yang baik. Akan tetapi, jika
dianggap masih ada kekurangan, mari kita perbaiki tataran dan kekurangannya
bersama-sama. Pemerintah dan negara terbuka untuk melihatnya kembali,"
lanjut Presiden.

Hadir di acara itu di antaranya Menteri Agama Maftuh Basyuni, Sekretaris
Kabinet Sudi Silalahi, Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng, Gubernur
DKI Jakarta Fauzi Bowo, mantan Ketua Umum DPP Akbar Tandjung dan Letjen
(Purn) Luhut Pandjaitan.

Acara ini dihadiri sekitar jumlah 80.000 warga jemaat HKBP di seluruh
Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dari total 5 juta
warga jemaat HKBP secara nasional.

Acara ini juga didahului dengan ibadah raya pada pagi harinya. Seusai
berpidato, Presiden dan Ibu Negara Ny Ani Susilo Bambang Yudhoyono
mendapatkan ulos yang dipasangkan Bonar Napitupulu. Ulos itu disebutkan
sebagai wujud kasih warga jemaat HKBP kepada Presiden dan Ibu Negara.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke