http://www.utankayu.org/in/index.cfm?action=detail&cat=news&id=27
Lima Karya Koreografer Indonesia Dipentaskan di Singapura
"Sarung", karya Hartati, "Requiem", karya Eko Supriyanto, "Saat", karya Indra
Zubir, "Seloka", karya Hanny Herlina, dan "In Front of Papua" karya Jacko
Siompo, dipentaskan di teater The National Museum of Singapore sejak 2 Nopember
s/d 4 Nopember 2007.
Bagi para koreografer Indonesia generasi mutakhir itu, pementasan tersebut,
yang difasilitasi oleh Komunitas Utan Kayu, merupakan pementasan karya mereka
yang pertama kali di manca negara. Selama ini, karya tari Indonesia sangat
terbatas dikenal bahkan di negeri tetangga itu, kecuali karya' koreogafer
senior seperti Sardono W. Kusumo dan Maruti, yang pernah dipentaskan di
Esplanade, gedung pertunjukan megah di Singapura.
Pemimpin produksi pementasan lima koreografi itu, Laksmi Pamuntjak, (dikenal
sebagai penyair "Ellipsis" dan "Anagram") mengatakan bahwa dari acara di the
National Museum of Singapore itu diharapkan ada kesempatan lebih luas bagi
penata tari Indonesia yang lebih muda untuk dikenal di dunia internasional.
Singapura selama ini merupakan gerbang yang dekat dan efektif.
Setahun yang lalu, Laksmi Pamuntjak juga memerkenalkan koreografi Sulittyo
Tirtokusumo yang terkenal, "Panji Sepuh" di tempat yang sama. Akhir Oktober,
beberapa hari sebelum pemenasan lima koreografi itu, juga dipanggungkan "Tony
Prabowo in Concert", yang membawakan karya-karya komponis Indonesia terkemuka
itu, antara lain "Pastoral". Konser menampilkan kuartet gesek "Momenta" dari
New York dan dengan soprano Indonesia, Nyak Ina Rasuki dan Binuk Sumana, serta
pianis terkemuka Adelaide Simbolon.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]