Indonesia Pemimpin Dunia

-----------------------------------------------------------------------------------------

http://www.antara.co.id/arc/2007/11/3/ri-mulus-loloskan-agenda-dk-pbb/

*RI Mulus Loloskan Agenda DK PBB*

New York (ANTARA News) - Mengawali masa kepresidenannya Dewan Keamanan PBB
untuk waktu satu bulan ke depan, Indonesia berhasil meloloskan kalender
agenda pembahasan secara mulus --dinamika yang jarang terjadi di lingkungan
DK-PBB, yang biasanya justru diwarnai perdebatan alot soal isu yang akan
dibahas dalam satu bulan.

Menurut Wakil Tetap RI untuk PBB, Marty Natalegawa, yang ditemui di ruang
kerjanya di Markas Besar PBB, New York, Jumat, sidang yang diikuti 15
anggota Dewan Keamanan pada Jumat pagi mencapai konsensus secara cepat dalam
menentukan kalender yang berisi program kerja untuk November.

"Alhamdulillah, program kerja dapat disahkan tanpa ada perdebatan panjang.
Tadi semua delegasi (15 negara anggota PBB, red) dapat menerimanya. Bahkan
sebelumnya dalam konsultasi informal, tidak ada satu negara pun yang
menyampaikan pernyataan. Ketika Indonesia menjelaskan soal program kerja,
mereka langsung mendukung," kata Marty.

Secara umum, kalender kerja Dewan Keamanan PBB pada bulan November antara
lain akan diisi dengan pembahasan mengenai konflik di Timur Tengah, Bosnia
dan Herzegovina, Eritrea-Ethiopia, Sudan, Burundi, dan Republik Demokratik
Kongo.

Secara khusus, pada tanggal 6 November, Indonesia akan menggelar debat
terbuka tentang peranan organisasi kawasan di tengah upaya menjaga
perdamaian dan keamanan internasional.

Sidang tersebut akan dipimpin secara langsung oleh Menteri Luar Negeri
Hassan Wirajuda.

Marty mengakui ada beberapa masalah, seperti Myanmar, non-proliferasi
menyangkut Iran, Somalia serta misi Dewan Keamanan di Timor Leste, yang
belum masuk ke kalender pembahasan untuk bulan November dan masih diterakan
dalam catatan kaki --masalah yang diantisipasi akan juga dibahas pada
November.

Menurut Marty , hal itu lterjadi ebih karena menyangkut masalah teknis.

"Misalnya masalah Myanmar. Sekarang belum masuk ke kalender karena kita
belum tahu kepastian kapan Profesor Ibrahim Gambari (Utusan Sekjen PBB untuk
masalah Myanmar, red) kembali ke New York. Segera setelah beliau tiba,
masalah Myanmar akan dibahas," katanya.

"Kita memahami bahwa masalah ini perlu dibahas. Kita mendukung agar masalah
ini dibahas (di Dewan Keamanan) karena kita perlu mendengar langsung hasil
kunjungannya baru-baru ini ke Indonesia, Myanmar, dan beberapa negara
lainnya," tambah Marty.

Berkaitan dengan posisi sebagai presiden Dewan Keamanan untuk bulan
November, sejak Kamis (1/11) delegasi Indonesia berkantor di gedung Markas
Besar PBB, tepatnya di lantai dua, di salah satu sisi ruang sidang utama
DK-PBB.

Ruangan kantor yang berukuran sekitar 4X6 meter persegi itu sejak Kamis
telah diwarnai dengan sentuhan Indonesia.

Pada salah satu dindingnya, terpampang foto Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono yang diapit oleh bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Bendera
Merah Putih.

"Tidak tegang sama sekali," kata Marty Natalegawa di ruangan tersebut ketika
ditanya perasaannya sebagai ketua delegasi Indonesia yang harus memimpin dan
menjembatani semua kepentingan di Dewan Keamanan.

Ia menggambarkan kepresidenan Indonesia di DK-PBB sebagai hal yang
menyenangkan karena menjadi ajang untuk menampilkan sosok Indonesia yang
mampu memimpin serta memiliki keunikan sebagai bangsa.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke