Busyet, Mba Salma ini jadi muslim/muslimah koq galak banget seh. Yang galak 
begini nih yang bikin citra Islam jadi gak simpatik. Apakah aqidah Islam juga 
mengajarkan berlaku kasar kepada orang lain? Apakah aqidah Islam juga 
mengajarkan orang untuk menuding orang lain sebagai sesat, kemudian 
menganiayanya dengan kekerasan? Apakah kalau ada seorang muslim yang bersimpati 
kepada orang teraniaya (sekalipun yang dianiaya adalah orang Yahudi), kemudian 
bisa dianggap sebagai ikut sesat? Apakah Islam diturunkan untuk menjadi 
sektarian dan eksklusif? Lagu bagaimana bisa Islam menjadi rahmatan lil alamin, 
kalau perlakuannya diskriminatif dan disertai kekerasan? Protes sih boleh-boleh 
aja Mba. Tapi jangan arogan dong. Orang menyimpang koq langsung dicap nantang. 
Orang menyimpang mbok ya disadarkan. Kalo gak mau disadarkan juga yah "Lakum 
diinukum waliyadiin..." Daripada Mba buang-buang waktu dan energi menghojat 
mereka sebagai sesat dan memprovokasi orang lain untuk menghajar mereka,
 kenapa Mba tidak curahkan saja energi Mba  untuk berda'wah kepada saudara2 
kita muslimin dan muslimat yang belum mendapatkan ajaran tentang ibadah, 
syariah, aqidah dan Tauhid Islam. 

Salma. fei wrote:
kalau tidak ingin direpotin, jangan cantumkan kata "Islamiyah" di ajarannya. 
selama masih menggandeng kata "Islam" jangan heran kalau akan menuai protes.
    
 dan hak Muslim lainnya untuk protes, karena tidak ingin se ukhuwah dengan 
ajaran yang menyimpang dari aqidah Islam yang sebenarnya.
    
 mengait2kan dengan jaran Islam tetapi menyimpang, sama saja mengajak musuhan. 
jadi resiko untuk dikerasi mestinya sudah dipikirkan. kan sudah banyak contoh, 
kenapa masih saja melawan arus? nantang namanya. 
   
 Roelus Hartawan <eos_reticulata@ yahoo.com> wrote:
 Alqiyadah itu bukan sesat menurutku. Tapi juga bukan islam, mungkin ajaran 
baru. Setahuku dalam Islam itu ada Lima Rukun Islam yang jadi fondasi. Salah 
satu rukun Islam adalah syahadat, kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah 
dan bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Kalau syahadatnya bukan begitu, ya bukan 
Islam namanya. 
 Dalam Rukun Islam juga ada kewajiban menegakkan Shalat, menunaikan zakat, 
berpuasa di bulan Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji bagi yang mampu. Kalau 
ada ajaran yang menetapkan menegakkan Shalat, puasa di bulan Ramadhan dan 
menunaikan zakat bukanlah kewajiban, ya bukan Islam namanya. 
 Kalau ada ajaran yang tidak mewajibkan menunaikan haji meskipun mampu, ya 
bukan Islam namanya.
 Harusnya MUI dan ormas Islam lainnya tidak perlu menetapkan fatwa sesat. 
Apalagi pernyataan-pernyata an yang mengundang umat Islam menggunakan kekerasan 
segala. Cukup sampaikan saja kepada umat Islam kalau ajaran yang mereka 
sebarkan bukan agama Islam. Toh, pengikut agama lain (Yahudi, Nasrani, 
Katholik, Protestan, Hindu, Budha, Konghucu, Sikh, Sinto), juga tidak bersaksi 
bahwa Muhammad utusan Allah. Pengikut agama lain juga tidak memiliki kewajiban 
Shalat lima waktu. Kemudian tetapkan saja kalau pengikut Alqiyadah itu gak 
diperkenankan mencantumkan "Islam" dalam kolom agama di KTP-nya. Tulis aja 
Jemaah Alqiyadah Al Islamiyah di KTP. Gitu aja koq repot...

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke