kalau musangtikawati semua sepakat dia ndableg, kalau salma kan tidak. dan
orang2 yang berpaham dan bijaksana akan mengerti prinsip salma dalam ber
aqidah.
no mencla-mencle, no doubt, no takut pada pikiran manusia, no mengikuti
pemikiran manusia yang tidak komit pada syahadatain, dan cuma takut pada azab
Allah.
satu hal lagi, salam menyampaikan info, tidak menjual, kalau ada yang menjual
jangan tersinggung kalau salma beli.
lagi, awal2nya salma berkiprah di dua milis ini, juga merupakan invitation
dari moderator (dengan email address yang lain, dan sekarang closed)
demikianlah untuk dipahami.
mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Karena Muskitang itu ndableg. Biar ratusan kali dikomentari dia tidak
mau dengar....
Nah makanya jangan tiru dia...
----- Original Message -----
From: sFe
To: [email protected]
Sent: Tuesday, November 06, 2007 11:06 PM
Subject: Re: [ppiindia] Salma - Re: Cak Nun: Kita dan Alqiyadah Sama-Sama Sesat
orang memang suka dininabobokkan dengan bahasa2 yang mengantar keneraka. orang2
beriman lebih ngeri dengan ancaman neraka daripada dengan tulisan saya.
benci Islam? silakan, dan Islam tidak akan kekurangan apapun. galak karena
Allah, ramah karena Allah. membenci karena Allah, menyintai juga karena Allah.
pak Medi ini sangat pilih kasih dalam memberi penilaian. simusangtikawati yang
sudah malang melintang menulis dengan tulisan yang luarbiasa kasar tapi tidak
oernah dikomentari, tp giliran saya, seolah-olah ingin mengajak umum sependapat
menilai saya dengan penilaiannya.
i dont care anyway.
bertindak tegas dan komit dgn prinsip bukan semata dominasi laki2. sepertinya
pak Medi perlu lebih paham lebih banyak lagi sifat2 manusia.
giliran saya mengembalikan apa2 yg ditulisnya, dikatakan saya kasar. padahal
siapa yg duluan memancing saya untuk berkomentar ttg hitler dan ketelanjangan?
be fairlah.
Islam itu tegas. tidak neko2, tidak mencla-mencle, tidak seperti pucuk bambu,
gampang ditiup angin dan dipengaruhi oleh cuaca.
satu hal, saya tidak terusik dengan penilaian manusia, Allah Maha tau siapa
saya. dan saya adalah yang hanya mengakui Allah sebagai Tuhan saya, dan
Muhammad adalah Rasul Nya yang terachir, yang diutus-Nya kedunia untuk
menyampaikan risalah2-Nya, berupa jalan keselamatan di dunia dan achirat.
kalau orang benci, itu karena merasa kepentingan duniawinya terganggu, that's
all.
saya tidak tertarik mendengar dakwah2 gus dur, yang sudah sangat mempermalukan
saya sebagai warganegara indonesia dirantau orang, akibat sepak terjangnya yang
tidak menyadari kemampuan dirinya selama menjabat menjadi presiden. sungguh
aneh bin ajaib, banyak orang2 yang merasa pintar dan intelek, terkagum2 dengan
cara berfikir yang seperti itu. what a shame.
dan banyak lagi, para munafikun2 dalam Islam lainnya.
menggelikanlah.
btw, makasih pak ekkpn, kelihatannya bapak bijaksana. alhamdulillah, saya
memang menyadari masih banyak orang bepaham dan bijaksana dimilis ini.
salam,
sFe
ekka pn <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Tidak juga. Dalam hemat saya, bahasa tulisnya tidak kasar kok meskipun terasa
keras. Memang kadang2 sulit bagi kita yang sudah berseberangan membedakan
antara keras dan kasar.
mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bahasa tulis yang dipakai Mbak Salma ini malah bikin orang ngeri untuk memahami
Islam lebih jauh. Ujung-ujungnya malah orang tambah benci sama Islam. Seperti
halnya orang benci sama Amrozi yang tidak pernah dicap sesat itu.
Lain kalau ditulis dengan bahasa yang santun, syukur-syukur puitis, dan lebih
membumi. Biasanya kan kaum perempuan tutur bahasanya lebih halus. Entah Islam
aliran apa yang Mbak anut.
Jadi pesan saya, Mbak Salma jangan terus-menerus mencuri jubah Tuhan dong.....
salam,
rd
----- Original Message -----
From: sFe
To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, November 05, 2007 9:03 PM
Subject: [zamanku] Re: [ppiindia] Re: Cak Nun: Kita dan Alqiyadah Sama-Sama
Sesat
kamu tuh ya, tdk bisa membedakan mana tegas mana galak. Islam itu tegas dlm
soal aqidah, hitam ya hitam biru ya biru kaga ada abu2.
simpati dalam hal apa? saya kan hanya membuat pernyataan yang memang mesti
begitu prosedurenya. simpati pada yang teraniaya? ya boleh2 saja, jangan
melebar kemana2 persepsi kamu dengan pernyataan saya.
simak lagi deh semua replyan saya sebelum membuat statement yang menyimpang
tentang itikad baik saya. dan apriori duluan.
Islam itu diturunkan dengan maksud yang jelas, terserah orang mau menilai
ekslusif or bla bla. tapi yang mengatakan bahwa Islam itu adalah agama yang
sempurna dan satu2nya agama yang diakui Allah ya Allah sendiri. bukan saya.
kalau saya kelihatan galak, berarti cara pandang kamu yg perlu diubah.
jujur, saya tidak mencla mencle soal keimanan dan aqidah. semua yang
bertentangan dengan AQ dan Al Hadist bagi saya itu sesat, dan itu didukung oleh
Al Qur'an.
dan menulis di milis ini juga bagian dari berdakwah dan menyadarkan menurut
saya, apakah dakwah itu mesti berdiri di depan podium? keliru kamu tole.
yang bagaimana lagi menurut kamu cara menyadarkan (memberi pencerahan) di milis
ini selain seperti ini?
citra itu tdk simpati bukan oleh cara saya, tapi cara2 orang yang sesat itu
yang membuat citra Islam menjadi blurrr, membuat orang2 non Islam jadinya
ikut2an memberi komentar yang menyesatkan seringnya. dan mereka yang lebih
kasar (penyesat tersebut) , berani2 merusak aqidah dengan pikiran dan hasil
bertapa sendiri. paham?
mohon dicatat! ini sikap yang tegas. bukan kasar. kalau kamu menganggap ini
kasar, tunggu saja lagi kekasaran yang akan Allah balaskan bagi orang2 yang
merusak agama Allah ini, merusak syahadatain, merusak hukum2 Allah.
Roelus Hartawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Busyet, Mba Salma ini jadi muslim/muslimah koq galak banget seh. Yang galak
begini nih yang bikin citra Islam jadi gak simpatik. Apakah aqidah Islam juga
mengajarkan berlaku kasar kepada orang lain? Apakah aqidah Islam juga
mengajarkan orang untuk menuding orang lain sebagai sesat, kemudian
menganiayanya dengan kekerasan? Apakah kalau ada seorang muslim yang bersimpati
kepada orang teraniaya (sekalipun yang dianiaya adalah orang Yahudi), kemudian
bisa dianggap sebagai ikut sesat? Apakah Islam diturunkan untuk menjadi
sektarian dan eksklusif? Lagu bagaimana bisa Islam menjadi rahmatan lil alamin,
kalau perlakuannya diskriminatif dan disertai kekerasan? Protes sih boleh-boleh
aja Mba. Tapi jangan arogan dong. Orang menyimpang koq langsung dicap nantang.
Orang menyimpang mbok ya disadarkan. Kalo gak mau disadarkan juga yah "Lakum
diinukum waliyadiin..." Daripada Mba buang-buang waktu dan energi menghojat
mereka sebagai sesat dan memprovokasi orang lain untuk menghajar mereka,
kenapa Mba tidak curahkan saja energi Mba untuk berda'wah kepada saudara2 kita
muslimin dan muslimat yang belum mendapatkan ajaran tentang ibadah, syariah,
aqidah dan Tauhid Islam.
Salma. fei wrote:
kalau tidak ingin direpotin, jangan cantumkan kata "Islamiyah" di ajarannya.
selama masih menggandeng kata "Islam" jangan heran kalau akan menuai protes.
dan hak Muslim lainnya untuk protes, karena tidak ingin se ukhuwah dengan
ajaran yang menyimpang dari aqidah Islam yang sebenarnya.
mengait2kan dengan jaran Islam tetapi menyimpang, sama saja mengajak musuhan.
jadi resiko untuk dikerasi mestinya sudah dipikirkan. kan sudah banyak contoh,
kenapa masih saja melawan arus? nantang namanya.
Roelus Hartawan <eos_reticulata@ yahoo.com> wrote:
Alqiyadah itu bukan sesat menurutku. Tapi juga bukan islam, mungkin ajaran
baru. Setahuku dalam Islam itu ada Lima Rukun Islam yang jadi fondasi. Salah
satu rukun Islam adalah syahadat, kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah
dan bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Kalau syahadatnya bukan begitu, ya bukan
Islam namanya.
Dalam Rukun Islam juga ada kewajiban menegakkan Shalat, menunaikan zakat,
berpuasa di bulan Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji bagi yang mampu. Kalau
ada ajaran yang menetapkan menegakkan Shalat, puasa di bulan Ramadhan dan
menunaikan zakat bukanlah kewajiban, ya bukan Islam namanya.
Kalau ada ajaran yang tidak mewajibkan menunaikan haji meskipun mampu, ya bukan
Islam namanya.
Harusnya MUI dan ormas Islam lainnya tidak perlu menetapkan fatwa sesat.
Apalagi pernyataan-pernyata an yang mengundang umat Islam menggunakan kekerasan
segala. Cukup sampaikan saja kepada umat Islam kalau ajaran yang mereka
sebarkan bukan agama Islam. Toh, pengikut agama lain (Yahudi, Nasrani,
Katholik, Protestan, Hindu, Budha, Konghucu, Sikh, Sinto), juga tidak bersaksi
bahwa Muhammad utusan Allah. Pengikut agama lain juga tidak memiliki kewajiban
Shalat lima waktu. Kemudian tetapkan saja kalau pengikut Alqiyadah itu gak
diperkenankan mencantumkan "Islam" dalam kolom agama di KTP-nya. Tulis aja
Jemaah Alqiyadah Al Islamiyah di KTP. Gitu aja koq repot...
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
[Non-text potions of this message have been removed]
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
----------------------------------------------------------
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.22/1112 - Release Date: 05/11/2007
19:11
[Non-text portions of this message have been removed]
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
----------------------------------------------------------
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.22/1112 - Release Date: 05/11/2007
19:11
[Non-text portions of this message have been removed]
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]