saya malah heran jika ada muslim yg katanya mengaku muslim (cuangkemnya 
seh ngomong gitu) tp menganggap AlQiyadah tdk sesat.

Bukan muslim yg menuding AlQiyadah sesat tp AlQuran yg merupakan Firman 
Allah. Jika anda muslim, tentunya mengetahui bahwa kitabnya orang islam 
adalah AlQuran. Nabinya MUhammad saw sbg penutup para nabi. Ibadah 
wajibnya, sholat, puasa, zakat. Jika ada orang yg mengaku sbg Nabi baru, 
dan nabi itu tdk mewajibkan sholat, puasa dan zakat tp berkitab dg AlQuran 
dan ada embel2 islamnya, apa itu bukan sesat namanya???

Tidak ada kompromi mengenai AKIDAH! Pengikut2 ajaran sesat harus dibimbing 
agar kembali ke jalan yg lurus. Tapi pemimpin2 yg sesat dan menyesatkan 
wajib diHUKUM. Jika perlu di'sukabumi'kan!

Anda mengutip surat AlKafirun, tp tdk mengetahui makna surat tsb dan 
sebab2 turunnya ayat tsb. Berikut saya kutipkan penjelasannya, 
 
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum Quraisy berusaha mempengaruhi 
Nabi saw. dengan menawarkan kekayaan agar beliau menjadi seorang yang 
paling kaya di kota Makkah, dan akan dikawinkan dengan yang beliau 
kehendaki. Usaha ini disampaikan dengan berkata: "Inilah yang kami 
sediakan bagimu hai Muhammad, dengan syarat agar engkau jangan memaki-maki 
tuhan kami dan menjelekkannya, atau sembahlah tuhan-tuhan kami selama 
setahun." Nabi saw menjawab: "Aku akan menunggu wahyu dari Tuhanku." Ayat 
ini (S.109:1-6) turun berkenaan dengan peristiwa itu sebagai perintah 
untuk menolak tawaran kaum kafir. Dan turun pula Surat Az Zumar ayat 64 
sebagai perintah untuk menolak ajakan orang-orang bodoh yang menyembah 
berhala. 
(Diriwayatkan oleh at-Thabarani dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari 
Ibnu Abbas.) 

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum kafir Quraisy berkata kepada 
Nabi saw.: "Sekiranya engkau tidak keberatan mengikuti kami (menyembah 
berhala) selama setahun, kami akan mengikuti agamamu selama setahun pula." 
Maka turunlah Surat Al Kafirun (S.109:1-6).
(Diriwayatkan oleh Abdurrazaq yang bersumber dari Wahb dan Ibnul Mundzir 
yang bersumber dari Juraij.) 

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa al-Walid bin al-Mughirah, al-'Ashi 
bin Wa-il, al-Aswad bin Muthalib dan Umayyah bin Khalaf bertemu dengan 
Rasulullah saw dan berkata: "Hai Muhammad! Mari kita bersama menyembah apa 
yang kami sembah dan kami akan menyembah apa yang engkau sembah dan kita 
bersekutu dalam segala hal dan engkaulah pemimpin kami." Maka Allah 
menurunkan ayat ini (S.109:1-6) 
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa'id bin Mina.) 

Toleransi dlm kerangka ayat tsb adalah muslim dilarang ikut2an dlm ritual2 
keagamaan agama lain. Tidak ikut2an menyembah Tuhan2 lain yg disembah oleh 
KAFIR selain Allah. Muslim membiarkan pemeluk agama lain utk beribadah spt 
yg dicontohkan Muhammad saw dlm PIAGAM MADINAH dan contoh konkrit ketika 
membiarkan utusan KRISTEN dari NAJRAN sembahyang di MESJID NABAWI.

Lain kali, jika mengutip ayat, harus hati2..bisa2 anda malah menyesatkan 
orang lain.

 






Roelus Hartawan <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected]
11/05/2007 06:39 PM
Please respond to
[email protected]


To
[email protected]
cc

Subject
[ppiindia] Re: Cak Nun: Kita dan Alqiyadah Sama-Sama Sesat






Busyet, Mba Salma ini jadi muslim/muslimah koq galak banget seh. Yang 
galak begini nih yang bikin citra Islam jadi gak simpatik. Apakah aqidah 
Islam juga mengajarkan berlaku kasar kepada orang lain? Apakah aqidah 
Islam juga mengajarkan orang untuk menuding orang lain sebagai sesat, 
kemudian menganiayanya dengan kekerasan? Apakah kalau ada seorang muslim 
yang bersimpati kepada orang teraniaya (sekalipun yang dianiaya adalah 
orang Yahudi), kemudian bisa dianggap sebagai ikut sesat? Apakah Islam 
diturunkan untuk menjadi sektarian dan eksklusif? Lagu bagaimana bisa 
Islam menjadi rahmatan lil alamin, kalau perlakuannya diskriminatif dan 
disertai kekerasan? Protes sih boleh-boleh aja Mba. Tapi jangan arogan 
dong. Orang menyimpang koq langsung dicap nantang. Orang menyimpang mbok 
ya disadarkan. Kalo gak mau disadarkan juga yah "Lakum diinukum 
waliyadiin..." Daripada Mba buang-buang waktu dan energi menghojat mereka 
sebagai sesat dan memprovokasi orang lain untuk menghajar mereka,
kenapa Mba tidak curahkan saja energi Mba untuk berda'wah kepada saudara2 
kita muslimin dan muslimat yang belum mendapatkan ajaran tentang ibadah, 
syariah, aqidah dan Tauhid Islam. 

Salma. fei wrote:
kalau tidak ingin direpotin, jangan cantumkan kata "Islamiyah" di 
ajarannya. selama masih menggandeng kata "Islam" jangan heran kalau akan 
menuai protes.

dan hak Muslim lainnya untuk protes, karena tidak ingin se ukhuwah dengan 
ajaran yang menyimpang dari aqidah Islam yang sebenarnya.

mengait2kan dengan jaran Islam tetapi menyimpang, sama saja mengajak 
musuhan. jadi resiko untuk dikerasi mestinya sudah dipikirkan. kan sudah 
banyak contoh, kenapa masih saja melawan arus? nantang namanya. 

Roelus Hartawan <eos_reticulata@ yahoo.com> wrote:
Alqiyadah itu bukan sesat menurutku. Tapi juga bukan islam, mungkin ajaran 
baru. Setahuku dalam Islam itu ada Lima Rukun Islam yang jadi fondasi. 
Salah satu rukun Islam adalah syahadat, kesaksian bahwa tidak ada Tuhan 
selain Allah dan bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Kalau syahadatnya bukan 
begitu, ya bukan Islam namanya. 
Dalam Rukun Islam juga ada kewajiban menegakkan Shalat, menunaikan zakat, 
berpuasa di bulan Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji bagi yang mampu. 
Kalau ada ajaran yang menetapkan menegakkan Shalat, puasa di bulan 
Ramadhan dan menunaikan zakat bukanlah kewajiban, ya bukan Islam namanya. 
Kalau ada ajaran yang tidak mewajibkan menunaikan haji meskipun mampu, ya 
bukan Islam namanya.
Harusnya MUI dan ormas Islam lainnya tidak perlu menetapkan fatwa sesat. 
Apalagi pernyataan-pernyata an yang mengundang umat Islam menggunakan 
kekerasan segala. Cukup sampaikan saja kepada umat Islam kalau ajaran yang 
mereka sebarkan bukan agama Islam. Toh, pengikut agama lain (Yahudi, 
Nasrani, Katholik, Protestan, Hindu, Budha, Konghucu, Sikh, Sinto), juga 
tidak bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah. Pengikut agama lain juga tidak 
memiliki kewajiban Shalat lima waktu. Kemudian tetapkan saja kalau 
pengikut Alqiyadah itu gak diperkenankan mencantumkan "Islam" dalam kolom 
agama di KTP-nya. Tulis aja Jemaah Alqiyadah Al Islamiyah di KTP. Gitu aja 
koq repot...

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke