----- Original Message ----- 
From: "Masdar Online" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, November 05, 2007 5:50 PM
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Kyai dan Kuasa


Untuk umat Islam, bahkan yang tradisional sekalipun, istilah
"kekuasaan" memang bukanlah sesuatu yang munkar. Di kalangan pesantren,
misalnya, cukup populer ungkapan yang bagi sementara kita barangkali
terasa janggal: "Dengan kekuasaan, Tuhan menegakkan sesuatu yang tidak
mungkin tegak hanya dengan al-Qur'an ".


Menguraikan
ini, biasanya seorang kyai mengangkat persoalan judi sebagai ilustrasi.
Semua orang, katanya sadar bahwa judi itu merusakkan akhlak perorangan
maupun masyarakat. Tapi, apakah yang dapat dicapai oleh para muballigh
dengan menyebut ayat ini dan itu, menggertak orang agar menjauhi judi?


Pertanyaan
itu selalu dijawab sendiri: "hampir tidak ada yang bisa dicapai selain
klaim subyektif si muballigh sendiri sebagai telah menunaikan tugas
sucinya, yaitu tabligh. Selagi pihak yang memegang kekuasaan masih
membiarkan, apalagi menunjangnya, maka perjudian akan tetap merajalela
dan menyusup kemana aja ia mau. Sebaliknya, begitu kekuasaan bilang
"STOP", dan tegakkan sanksi kepada siapa saja yang melanggarnya, maka
persoalan judi pun akan segera teratasi. Kekuasaan dalam hal ini memang
lebih efektif ketimbang sekedar al-Qur'an.


Apakah berarti
kyai-kyai di pesantren menginginkan kekuasaan juga ada ditangannya
sehingga apa saja yang dia maui dari al-Qur'an dapat segera dia
wujudkan?


Sementara kyai (sebut: mullah di Iran,
misalnya) akan menjawab tegas: "YA", tanpa al-Qur'an dan kekuasaan di
satu tangan maka "cita kebenaran" hanya akan mejadi slogan.

Akan tetapi, dengan tradisinya sendiri (Sunny?)
para kyai di pesantren rupanya memilih jawaban lain: Biarlah kekuasaan
tetap ada di tangan orang yang gemar dan cakap untuk menanganinya.
Sedang kyai sebagai pengemban al-Qur'an cukup berdiri dibelakang
sebagai faktor "pengimbang". Jika tradisi keulamaan kita lihat sejak
kira-kira awal abad pertama Hijriah, maka memang tidak ada cerita di
mana seorang yang dikenal keulamaan ya sekaligus berperan sebagai
penguasa. Sejak saat itu, garis demarkasi (istilah halusnya "pembagian
tugas") antara ulama dan umara memang begitu jelas


Sebagai faktor "pengimbang", yang selalu menjadi kudangan
para ulama (kyai)kepada penguasa adalah: kesediaan pihak yang terakhir
untuk tidak hanya menuruti kepentingannya sendiri sebagai penguasa.
Penguasa hendaknya selalu bersedia membuka diri terhadap saran dan
pertimbangan para ulama. Lain tidak.


Tapi sejarah masa
lalau tidaklah mudah untuk menyaksikan kekuasaan yang mau membuka
telinga lebar-lebar mendengarkan suara rakyat yang dikuasai. Dalam
dongeng raja-raja bahkan banyak kita temui penguasa yang murka hanya
lantaran suara rakyat yang cenderung berbeda dengan kemauannya.


Jika kenyataan seperti ini yang terjadi, sesuai doktrin politik (Sunny?) 
yang mengharamkan makar, maka pilihan yang tersisa bagi kyai adalah menarik 
diri ('uzlah) dari kehidupan ramai (politik kekuasaan) untuk kemudian 
khusyu' di bidang pembinaan umat yang bebas dari pengaruh macam-macam.


Apakah
berarti para kyai memilih lepas tanggung jawab? Umumnya mereka serentak
menjawab "TIDAK". Tapi , tanggung jawab itu akhirnya memang hanya
terekspresi dalam do'a: Tuhan, berikanlah petunjuk pada penguasa atau
gantikan ia dengan penguasa lain yang mau membuka telinga. Alangkah
sederhana!.


Salam,


Masdar F. Mas'udi



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]



=====================================================
Pojok Milis Komunitas FPK:

1.Milis komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS
2.Topik bahasan disarankan bersumber dari KOMPAS dan KOMPAS On-Line (KCM)
3.Moderator berhak mengedit/menolak E-mail sebelum diteruskan ke anggota
4.Kontak moderator E-mail: [EMAIL PROTECTED]
5.Untuk bergabung: [EMAIL PROTECTED]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================

Yahoo! Groups Links





-- 
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.21/1110 - Release Date: 04/11/2007 
21:37

Kirim email ke