Ahmad Moshaddeq Tobat: Saya Hanyalah Da'i  Sabtu, 10 Nov 07 04:57 WIB
   
  Pimpinan aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah Ahmad Moshaddeq, mengaku tidak akan 
mempersalahkan keputusan pemerintah yang melarang alirannya dan siap berdakwah 
dengan nama yang lain. Hal itu disampaikannya saat jumpa pers, di Gedung 
Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya), Jakarta, Jumat 
(9/11).
  "Gak apa-apa, tidak masalah. `What is a name`, "tegasnya dalam jumpa pers 
yang dihadiri oleh sejumla ulama, antara lain KH Said Aqil Siraj, KH Agus 
Miftach, H. Amidhan, dan H. Nazri Adlani serta pakar ilmu komunikasi Bachtiar 
Ali.
   
  Menurutnya, dakwah tidak tergantung dengan satu nama tertentu, karena yang 
terpenting tetap berdakwah. Oleh karena itu, tidak akan melakukan protes atas 
upaya hukum pelarangan terhadap keberadaan Al-Qiyadah.
  "Itu kan sudah kewajiban pemerintah untuk mengendalikan sesuatu, umat Islam 
tidak perlu merek-merekan, "ujarnya.
  Ia juga mengajak umat Islam untuk tidak melihat nama kelompok dalam 
menyampaikan dakwah.
   
  Sedangkan, Salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Said Agil mengajak Moshaddeq 
untuk bergabung dengan organisasi Islam terbesar di dunia itu.
  Pada acara itu, Moshaddeq juga menyatakan, tidak akan lagi menyebarkan apa 
yang telah disampaikannya selama ini yang mengundang protes dari kalangan umat 
Islam. Pemimpin aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah, menyatakan dirinya tobat dan 
akan kembali menjalankan ajaran agama Islam, serta tidak akan lagi menyebarkan 
ajaran yang pernah disampaikan kepada pengikutnya.
  Bahkan, Ia beberapa kali mengucapkan syahadat yang sama dengan ajarat Islam. 
Ia juga menyatakan, beriman sebagaimana ajaran Islam dan menjalankan rukun iman 
sebagaimana yang dijalankan umat Islam pada umumnya. "Saya menarik seluruh 
pernyataan saya tentang Nabi dan Rasul, "ungkapnya.
   
  Langkah itu diambilnya, setelah berdialog selama dua hari dengan para ulama 
di lingkungan Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya). 
Di mana, dalam dua hari ini Said Agil Siraj, Bachtiar Ali, Agus Miftah dan H. 
Amidhan telah memberinya pencerahan. Sehingga, selanjutnya Ia menyatakan bahwa 
dirinya hanyalah manusia biasa, dan hanya sebagai penyampai risalah yang dalam 
bahasa populer disebut da`i atau mubaligh.
   
  Moshaddeq juga menyatakan keimanannya akan Islam dan taat pada rukun Iman. Ia 
juga menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan nabi terakhir, dan hal itu 
sudah menjadi keyakinan para ulama dan umat Islam. Ia pun, membantah anggapan 
masyarakat bahwa dia menghapus sholat, puasa maupun ajaran agama Islam yang 
lain.
   
  Pada kesempatan itu, Said Agil sempat menanyakan langsung kepada Moshaddeq 
soal rukun Iman dan rukun Islam. Moshadeqq tidak saja mampu menjawab secara 
urut tapi juga memberikan penjelasan seperti seseorang yang sedang berdakwah. 
Bahkan karena keterangannya terlalu panjang Said minta agar diperpendek. (novel)

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke