Terima kasih Mas Robert untuk infonya. Saya teruskan ke milis. Salam,
Moderator ----- Original Message ----- From: "robertsantoso1971" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, November 12, 2007 9:34 AM Subject: TRANS TV BOHONG Hari Sabtu atau Minggu pagi, saya nonton acara Halal? di Trans TV. Temanya, waktu itu adalah tentang jamu pelangsing tubuh. Salah satu kasus yang dijadikan referensi adalah tewasnya dua orang di Sleman, DIY beberapa bulan lalu. Trans TV menayangkan, seolah-olah kedua orang itu tewas karena minum jamu. Bahkan, dengan narasi yang khas (agak serem tapi kurang intelek), si narator memilih kata-kata yang menguatkan tayangan seperti meninggalnya korban kedua yang hanya karena mencicipi jamu dengan ujung jari. Saya sering melihat kebohongan semacam ini, tapi mungkin Trans TV termasuk yang sering, dan lama-lama saya muak. Semua orang tahu, beberapa hari setelah tewasnya dua orang di Sleman itu, diketahui bahwa penyebab terbunuhnya almarhum dan almarhumah adalah racun sianida yang sengaja dimasukkan orang lain ke dalam jamu. Itu adalah kasus pembunuhan berlatar belakang asmara segitiga, dan Trans TV sendiri, seingat saya, turut menayangkan berita bahwa kasus di Sleman itu adalah pembunuhan direncana dengan racun sianida, bukan karena jamu. Saya pikir, orang Trans TV bisa membedakan antara jamu dan sianida yang dimasukkan ke jamu adalah dua hal yang berbeda. Tidak sepantasnya Trans TV menghalalkan sebuah kebohongan hanya demi membuat cerita mereka semakin menarik. Menurut saya, kebohongan itu justru membuat acara Halal? patut dipertanyakan kehalalannya. Apakah acara yang sedikit banyak menempatkan agama sebagai dasar berpendapat ini harus diselipi dengan kebohongan. Demi rating? Rating palsu? Saya heran televisi menakut-nakuti masyarakat demi persoalan rating. Dan jangan berpikir saya menulis ini karena saya penjual jamu. Demi Tuhan, saya bukan penjual jamu. Jadi, bagaimana menurut Anda? Robert -- No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.30/1125 - Release Date: 11/11/2007 21:50

