mancing2 yah? demi Allah Salma tidak perneh menginjakkan kaki di Semarang.
Seemly all people getting curious.
eraMuslim memang ingin memberikan informasi yang akurat kepada ummat Muslim
ttg aktifitas warga non Muslim yang suka juga mengusili aktifitas ummat Muslim
kok, hal ini juga sering dilakukan umat non Muslim particularly Kristen, yang
sangat suka mengusili ummat Muslim, sampai2 ada sebuah partai dlm Kristen yang
berlabel 'kasih' menghina dan menghujat cara2 Muslim beribadah, ini yang
sangat-sangat tidak etis.
kalau mengkritik perilaku ummat suatu agama sudah lumrah, tapi menghujat dan
menghina tatacara beribadah ummat lain, sangat merendahkan pihak
penghujat/penghina. Masuk katagori tidak berbudaya dan tidak beradat.
sebagai media yang menyuarakan kepentingan Muslim, sudah wajarlah kalau media
tersebut (eramuslim) merasa wajib memberikan info2 yang terkait seputar ummat
beragama lainnya didunia kepada ummat Muslim, sebagai bahan perbandingan dan
berita.
lagipula ini bagian dari kebebasan pers. Dan media tersebut muatannya cuma
sekedar mengulas berita, tidak bernada hujatan atau penghinaan, rasakan bedanya
dengan sebuah terbitan yang menghujat cara2 beribadah ummat Islam beberapa
waktu yang lalu.
udah paham mbah dono? janganlah oleh karena kedengkian dan kesentimenan mbah
dono kepada Muslim/Islam yang tidak dapat mbah dono tutup2 i tersebut, membuat
mbah dono tidak dapat berlaku adil dan menjauhi perilaku berbudaya dan beradat.
salam,
sFe
RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya khawatir, mbak Salma yang misunderstand message mas Medi.
Yang mas Medi kritik, adalah perilaku Eramuslim, meng-obok-obok
masalah internal agama lain (misalnya Katholik) di ranah umum. Ini
memang tak pantas, tak ethis.
Yang mbak Salma maksud, seringkali ada kritik ke arah kaum Muslim
oleh Non Muslim, BUKANLAH soal internal kaum Muslim, namun DAMPAK
reaksi umat Muslim dalam menghadapi masalah keagamaan, yang
MENYANGKUT kenyamanan publik. Misalnya ulah FPI, ulah sebagian orang
dalam ber-reaksi terhadap yang dianggap sesat diranah publik,
menghancurkan rumah ibadah Non Muslim, dll. Jadi dampak beragama,
bukan akidah agama itu sendiri.
Pasti mas Medi, saya, dan banyak yang lain, juga TIDAK setuju, kalau
kami, untuk lucu lucuan lalu mengkritik masalah internal umat Muslim.
Itu tidak ethis.
By the way gimana khabarnya Semarang? Sudah banjir? Belum dong ya?
Mudah mudahan warga tidak lagi jadi korban ketidak mampuan para
pejabat daerah me-manage wilayah.
Salam
Danardono
--- In [email protected], sFe <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> kalo giliran untuk Muslim, begini deh kalimat2 pak Medi. Padahal
bukan sekali dua kita sama2 melihat, bagaimana pihak2 non Muslim di
milis ini memberitakan hal2 jelek dan terkesan mencari-cari kesalahan
ummat Muslim dan ajarannya, but pak Medi yang unfair ini tidak pernah
menuliskan komentar2nya.
>
> sebagai seorang mediator dan berkiprah di dunia media
(pemberitaan), mestinya pak Medi dapat membedakan mana tulisan yang
bersifat info, kritik, ataupun berita.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]