http://www.antara.co.id/arc/2007/11/17/pendeta-libanon-sfeir-ajukan-daftar-calon-presiden/

*Pendeta Libanon Sfeir Ajukan Daftar Calon Presiden*

Beirut (ANTARA News) - Pendeta Libanon yang berpengaruh, Nasrallah Sfeir,
telah mengajukan daftar calon presiden potensial dengan harapan akan
mengakhiri krisis yang mengancam untuk menggelincirkan pemilihan yang telah
membayang, kata seorang diplomat penting Prancis di Beirut.

Andre Parant mengatakan pada wartawan bahwa setelah pertemuan dengan Sfeir,
maka pendeta itu memberikan wewenang padanya untuk menyatakan bahwa ketua
parlemen Nabih Berri dan Saad Hariri, pemimpin kelompok mayoritas di
parlemen, masing-maing telah diberi daftar nama tersebut untuk dibicarakan.

"Sekarang terserah pada Berri dan Hariri untuk bertemu guna mengupayakan dan
mencapai konsensus berdasar pada daftar itu," kata Parant, kuasa usaha
Prancis.

Daftar pendeta itu ditunggu dengan khawatir di lingkungan warga Libanon
dengan harapan daftar itu akan mendorong mayoritas yang berkuasa yang
didukung-Barat dan oposisi yang dipimpin Hizbullah untuk menyetujui seorang
calon pada batas waktu 23 November.

Kedua belah pihak telah bertengkar mengenai siapa yang akan menggantikan
kepala negara sekarang ini yang pro-Suriah Emile Lahoud, yang meningkatkan
kekhawatiran bahwa dua pemerintah yang sejajar bisa terbentuk.

Seorang pejabat Libanon yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa
daftar yang diajukan oleh Sfeir itu mencakup tiga calon yang telah diumumkan
-- Nassib Lahoud dan Boutro Harb, keduanya didukung oleh mayoritas yang
berkuasa, dan Michel Aoun dari oposisi.

Pejabat itu mengatakan tiga nama lain telah ditambahkan ke daftar itu --
Robert Ghanem, seorang pengacara dan anggota parlemen, Joseph Tarabay, yang
memimpin badan Uni Bank Arab dan Asosiasi Bank Libanon, dan Damianos Kattar,
yang menjabat sebagai menteri keuangan dalam pemerintah sementara mantan
perdana menteri Najib Mikati pada 2005.

Presiden Libanon harus seorang Kristen Maronit menurut sistem
pembagian-kekuasaan (berdasar) pengakuan iman dan dipilih oleh parlemen
ketimbang melalui hak pilih rakyat.

Tiga sidang khusus parlemen untuk memilih pengganti Lahoud telah
ditangguhkan karena kebuntuan dan ada kekhawatiran bahwa pemilihan
kesempatan terakhir pada 21 November dapat menemui nasib yang sama. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke