Kebetulan saya hadir di acara bedah trilogi Laskar Pelangi di Potluck Cafe
di Bandung.

Mengerikan! Ketika Prof.Dr.Sapardi Djoko Darmono yang dimintakan-
pendapatnya mengatakan "Laskar Pelangi itu satu kelas dengan novel pop
Lupus karya Hilman"

Saya lihat Andrea Hirata pucat, Mas (Tomi, atau siapa gitu) produsernya
hampir kena serangan jantung.

Saya tergelak-gelak di bangku depan stage, cappucino dingin yang saya
pegang, saya tegak habis dan saya pulang sebelum acara usai.

* * *

Menjadi Religius, Darwinian, dan (kalau tidak itu) anda adalah Oportunis,
bukan seorang Kartunis, Sanguinis, Marhaenis, dll.

Itulah tepatnya "teori memaksakan pendapat", parahnya ini bukan teori
anda sendiri, anda meng'quote' dialog dari novel, yang jelas produk "sastra"
itu tokohnya dan jalan ceritanya adalah "Fict" bukan "Fact".


----- Original Message ----
From: Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, December 4, 2007 12:11:37 PM
Subject: [ppiindia] Laskar Pelangi: Darwinian or Religius?

Masih dalam pelajaran biologi, terjadi perdebatan sengit di antara 
kami tentang teori yang memaksakan pendapat bahwa manusia berasal 
dari nenek moyang semacam lutung, kami terperangah oleh argumentasi 
Lintang:

"Persoalannya adalah apakah Anda seorang religius, Darwinian, atau 
sekedar seorang oportunis? Pilihan yang tidak memilih adalah 
oportunis! Yaitu mereka yang berubah-ubah sikapnya sesuai situasi 
mana yang akan lebih menguntungkan mereka. Lalu pilihan itu 
seharusnya menentukan prilaku dalam menghargai hidup ini. Jika Anda 
seorang Darwinian, silakan berprilaku seolah tak ada tuntutan 
akhirat, karena bagi Anda kitab suci yang memaktub bahwa manusia 
berasal dari Nabi Adam adalah dusta. Tapi jika Anda seorang religius 
maka Anda tahu bahwa teori evolusi itu palsu, dan ketika Anda tak 
kunjung mempersiapkan diri untuk dihisab nanti dalam hidup setelah 
mati, maka dalam hal ini Anda tak lebih dari seorang sekuler 
oportunis yang akan dibakar di dasar neraka!"

Itulah Lintang dengan pandangannya. Pikirannya memang telah sangat 
jauh meninggalkan kami. Dan dengarlah itu, bicaranya lebih pintar 
dari bicara seluruh menteri penerangan yang pernah dimiliki di 
republik ini.





      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke