--- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > --- In [email protected], "Lina Dahlan" <linadahlan@> wrote: > > Jika Anda seorang Darwinian, silakan berprilaku seolah tak ada > tuntutan > > akhirat, karena bagi Anda kitab suci yang memaktub bahwa manusia > > berasal dari Nabi Adam adalah dusta. Tapi jika Anda seorang religius > > maka Anda tahu bahwa teori evolusi itu palsu, dan ketika Anda tak > > kunjung mempersiapkan diri untuk dihisab nanti dalam hidup setelah > > mati, maka dalam hal ini Anda tak lebih dari seorang sekuler > > oportunis yang akan dibakar di dasar neraka!" > > > Lhooo mbak, kisah Adam itu kan berasal dari budaya Semit? Lha yang gak > mengambil alih budaya Semit, sepeti saudara Hindu Bali, Buddha, Tao, > Konghucu masak mau dipaksa percaya dongeng kaum Semit, mbak? > > Salam multibudaya > > Danardono >
Buat orang Hindu Bali, Budha, Tao, konghuchu..dalam konteks Darwinian (manusia keturunan lutung) or Religius (manusia keturunan manusia Adam) dalam novel ini, ya suddah... suruh pilih sendiri. Kalopun mo dirubah konteksnya menjadi dongeng budaya semit dan dongeng budaya sengit, ya silakan pilih juga. Gak usah dibuat ribet.

