Dogma dasar Darwinisme menyatakan bahwa makhluk hidup muncul menjadi ada dengan sendirinya secara spontan sebagai akibat peristiwa kebetulan. Pandangan ini sama sekali bertentangan dengan keyakinan terhadap adanya penciptaan alam oleh Allah.
Parahnya orang2 beragama malah sering mempopulerkan teori asal bunyi ini. :) Dalam buku "The Origin of Species" karya Charles Darwin di tahun 1859., Darwin mengingkari penciptaan spesies yang berbeda-beda jenis secara terpisah oleh Allah seraya mengatakan bahwa semua makhluk hidup berasal dari satu nenek moyang yang sama yang kemudian berkembang menjadi spesies-spesies yang berbeda dalam kurun waktu yang lama melalui perubahan bentuk sedikit demi sedikit. Kalau memang demikian yang terjadi, maka seharusnya pernah terdapat sangat banyak spesies peralihan selama periode perubahan yang panjang ini. Sebagai contoh, seharusnya terdapat beberapa jenis makhluk setengah ikan-setengah reptil di masa lampau, dengan beberapa ciri reptil sebagai tambahan pada ciri ikan yang telah mereka miliki. Atau seharusnya terdapat beberapa jenis burung-reptil dengan beberapa ciri burung di samping ciri reptil yang telah mereka miliki. Evolusionis menyebut makhluk-makhluk khayalan yang mereka yakini hidup di masa lalu ini sebagai bentuk "transisi" Jika binatang-binatang seperti ini memang pernah ada, maka seharusnya mereka muncul dalam jumlah dan variasi sampai jutaan atau milyaran. Lebih penting lagi, sisa-sisa makhluk-makhluk aneh ini seharusnya ada pada catatan fosil. Jumlah bentuk-bentuk peralihan ini pun semestinya jauh lebih besar daripada spesies binatang masa kini dan sisa-sisa mereka seharusnya diketemukan di seluruh penjuru dunia. Dalam "The Origin of Species" Darwin menjelaskan: "Jika teori saya benar, pasti pernah terdapat jenis-jenis bentuk peralihan yang tak terhitung jumlahnya, yang mengaitkan semua spesies dari kelompok yang sama…Sudah tentu bukti keberadaan mereka di masa lampau hanya dapat ditemukan pada peninggalan-peninggalan fosil." Teori Darwin sama sekali tidak didasarkan pada penemuan ilmiah yang nyata sebagaimana yang diakuinya, jadi ini hanya sekedar "dugaan". Di samping itu, sebagaimana yang diakui Darwin dalam satu bab panjang berjudul "Difficulties of the Theory (Kesulitan-Kesulitan Teori Ini)" dalam buku "The Origin of Species" di mana ia mengatakan: "…Jika suatu spesies memang berasal dari spesies lain melalui perubahan sedikit demi sedikit, mengapa kita tidak melihat sejumlah besar bentuk transisi di manapun? Mengapa alam tidak berada dalam keadaan kacau balau, tetapi justru seperti kita lihat, spesies-spesies hidup dengan bentuk sebaik-baiknya?… Menurut teori ini harus ada bentuk-bentuk peralihan dalam jumlah besar, tetapi mengapa kita tidak menemukan mereka terkubur di kerak bumi dalam jumlah yang tidak terhitung?… Dan pada daerah peralihan, yang memiliki kondisi hidup peralihan, mengapa sekarang tidak kita temukan jenis-jenis peralihan dengan kekerabatan yang erat? Telah lama kesulitan ini sangat membingungkan saya." Ini berarti bahwa: Allah tidak menciptakan makhluk hidup melalui proses evolusi!: "Sucikanlah nama Rabbmu Yang Maha Tinggi, yang menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya), dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk…" (QS. Al-A'laa, 87:1-3) Saya stuju kita harus belajar sains bukan pseudo sains. Pseudo sains itu mula2 muncul ketika Gereja memasung pengetahuan dg teori2 jadulnya, spt bumi itu datar, matahari mengeliligi bumi dll. Wajar saja jika muncul teori hemeneutika utk mengkritisi bible. Masalahnya orang2 muslim yg sok kepintaran mencoba menerapkan hermeneutika thd AlQuran. yah Jelas aja tdk nyambung, masa AlQuran disamakan dg Bible, maklum orang2 yg mencetuskan hermenuitika ini khan lulusan univ islam 'barat' jd sok kebarat2an hehe..kebanyakan makan JUNKFOOD! Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> Sent by: [email protected] 12/05/2007 09:35 AM Please respond to [email protected] To [email protected] cc Subject darwin dan sains RE: [ppiindia] Re: Laskar Pelangi: Darwinian or Religius? mbak listy dan saya tak punya ekor. tapi coba tanya ke dokter pasti dia bilang kita punya TULANG ekor. dalam beberapa kasus di berbagai pelosok dunia, tulang ekor ini agak menonjol sehingga menyerupai ekor betulan kendati pendek. di india seorang bocah dengan tulang ekor seperti itu dihormati karena dianggap titisan hanoman. btw, darwin tak pernah katakan manusia berasal dari kera (ape dalam bahasa inggris, bukan monkey yang artinya monyet kecil). dia katakan nenek moyang manusia dan kera besar (simpanse, gorila, dan orang utan) adalah sama. entah mahluk apa namanya dulu itu. Tuhan juga yang memberikan kita akal untuk berpikir. jangan benturkan akal dengan iman. kata albert einstein: religion without science is blind, science without religion is lame. hermeneutika dan sains bisa memberi pencerahan ketimbang membaca teks semata bahwa dunia diciptakan dalam enam hari seperti kata genesis. penciptaan adam juga lebih menantang dibaca melalui pendekatan itu. anak-anak kita lebih bagus mempelajari sains ketimbang pseudo sains. At 08:43 AM 12/5/2007 +0700, you wrote: >Mba Lina, apa kabare..?? :-) > >Dulu, anakku pernah menjelaskan ke aku, ttg teori darwin, yang katanya, >asal mula manusia, adalah, tadinya jalan sedikit terbungkuk-bungkuk, >lama-kelamaan jalan menjadi tegap-gagah-perkasa, kemudian, di tubuhnya >banyak tumbuh bulu di mana-mana, lama-kelamaan, bulu pun rontok, dan >kulit menjadi bersih, hanya ada bulu di bagian-bagian tertentu.. ada >lagi, yang tadinya memiliki ekor di bagian belakang.. lama-kelamaan, >ekor berpindah tempat ke bagian depan.. [?????] > >Kira-kira apa ya benar teori ini mba Lina..? kalo memang benar, artinya, >kita-kita, eh, maksudnya mba Lina dan aku, karena tak punya ekor, bukan >yg termasuk dalam teori darwin versi anakku..?? > >Wassalam, [Non-text portions of this message have been removed]

