Dalam tradisi sufistik, Kaum sufi itu secara sederhana dapat dikelompokkan menjadi 2.
Pertama tasawuf akhlaqi (moral) dan satunya lagi tasawuf falsafi. Pada tasawuf model pertama, lebih memfokuskan pada pembinaan moral/akhlak. Sufi besar Al-Ghazali lebih memfokuskan ajarannya dalam model yang pertama ini meskipun secara pribadi beliau juga mempraktikan model tasawuf falsafi.. Sementara Tasawuf falsafi lebih menekankan pada "pendakian" jalan menuju Tuhan. Mengasah potensi batin hingga pada tingkat tertinggi bertemu bahkan bersatu dengan Tuhan. Apa yang terjadi dengan Al-Hallaj yang terkenal dengan pernyataan "ana al-haqq" (Aku adalah Sang Kebenaran), Bayazid Bistami dengan pernyataan "Subhanii la ilaha ila ana" (Maha suci aku tiada tuhan selain Aku) hingga Ibnu Arabi dengan konsep wihdatul wujud (kesatuan wujud) adalah representasi dari sufi model kedua. Model yang kedua inilah yang banyak menimbulkan kontroversi. Demikian, Asnawi Ihsan _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Listy Sent: Thursday, December 06, 2007 1:21 PM To: [email protected] Subject: RE: [ppiindia] motivastory: power of giving Sang Sufi ini kemungkinan adalah Sufi yang liberal.. :-) Sang Sufi ini merasa sudah sangat dekat dengan Tuhan-nya......[tahu darimana???] Sang Sufi ini meng-klaim bisa bercakap-cakap langsung dengan Tuhan, coba dibaca dengan cermat, ada kalimat Sang Sufi pun berteriak protes, dan adanya kalimat jawaban: "Ya! Makanya Aku ciptakan kamu!"..... [huebat euy..!!] Permisi.. maaf ketularan ngomong ngasal.. :-) _____ From: [EMAIL PROTECTED] <mailto:ppiindia%40yahoogroups.com> s.com [mailto:[EMAIL PROTECTED] <mailto:ppiindia%40yahoogroups.com> s.com] On Behalf Of Nugroho Dewanto Sent: Monday, December 03, 2007 5:39 PM To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:ppiindia%40yahoogroups.com> s.com Subject: [ppiindia] motivastory: power of giving Motivastory Power of Giving: Alkisah ada seorang Sufi yang sudah merasa teramat dekat dengan Tuhan-nya. Suatu hari ketika sedang berjalan, Sang Sufi berpapasan dengan seorang yang sangat miskin. Tubuhnya kurus kering, tinggal tulang berbalut kulit yang dibungkus dengan kain compang-camping seadanya. Badan nya tergeletak lemas di pinggir jalan, bibirnya mengering, menandakan sudah lama si miskin tidak mendapat makan. Melihat penderitaan si miskin, Sang Sufi pun berteriak protes pada Tuhan-nya: "Ya Tuhan, mengapa Engkau tidak lakukan sesuatu untuk orang ini !!". Sesaat kemudian, terdengar jawaban: "Ya! Makanya Aku ciptakan kamu!". [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

