Terimakasih Pak Asnawi Ihsan.. lanjut ya.. :-) Jadi istilahnya bukan sufi liberal tapi tasawuf falsafi.. waduh sepertinya aku salah dalam menempatkan kata nih.. ini akibat kurang 'ngeh'.. :-)
Sejalan dengan waktu saat kaki melata di muka bumi, telah terbaca nasehat untuk tidak menyikapi secara berlebihan atas segala sesuatu, dan telah terbaca, bahwa diri-diri yang tercantum sebagai utusan-utusan pun tak ada perkenan untuk bertutur sapa, sapa menyapa dan dan bahkan protes memprotes.. walau dalam selintas ingat, memang ada diri-diri yang diberikan kelebihan lain.. kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang-orang biasa.. itu adalah sebuah rahasia.. kemudian jika ada diri-diri.. mudah2an diri ini gak salah lagi kalo kemudian berlebihan dalam keingin-tahuan, dan kemudian terpikirkan -ini pemikiran pribadi- dari para tasawuf falsafi yang menimbulkan banyak kontroversi, adakah karena disebabkan diri-diri tersebut telah menyikapi secara berlebihan dalam mengenali diri dan mengenali Tuhan-nya.. sehingga ada yang menyatakan diri dan Tuhan adalah satu.. apakah keadaan dan kondisi yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi, misal karena mempunyai banyak pengikut dan menjadi idola untuk diikuti cara yang telah dijalaninya.. yaitu jalan untuk mengenali diri dan Tuhan-nya.. Kira-kira, apakah sudah ada cara atau ikhtiar apa yang harus dijalani.. agar diri tidak berlebihan dalam upayanya untuk lebih mengenali diri dan mengenali Tuhan-nya sebagaimana adanya.. tidak berlebihan merasa terlalu dekat -bahkan menjadi satu- dan tidak juga menjadikan diri jauh hingga tak mengenal.. pada akhirnya nanti toh, akan tiba saatnya, cepat atau lambat akan ada waktu untuk 'bertemu' dengan sang pemilik.. walau sifat atau keadaan dari kata 'bertemu' tersebut masih menjadi rahasia bagi diri-diri.. jika saja boleh diibaratkan dengan angka dari seratus angka, baru satu angka yang kita kenal di muka bumi ini, sedangkan sembilanpuluhsembilan angka yang tersisa masih menjadi rahasia.. Wallahu'alam.. _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Asnawi Ihsan Sent: Thursday, December 06, 2007 2:59 PM To: [email protected] Subject: RE: [ppiindia] motivastory: power of giving Dalam tradisi sufistik, Kaum sufi itu secara sederhana dapat dikelompokkan menjadi 2. Pertama tasawuf akhlaqi (moral) dan satunya lagi tasawuf falsafi. Pada tasawuf model pertama, lebih memfokuskan pada pembinaan moral/akhlak. Sufi besar Al-Ghazali lebih memfokuskan ajarannya dalam model yang pertama ini meskipun secara pribadi beliau juga mempraktikan model tasawuf falsafi.. Sementara Tasawuf falsafi lebih menekankan pada "pendakian" jalan menuju Tuhan. Mengasah potensi batin hingga pada tingkat tertinggi bertemu bahkan bersatu dengan Tuhan. Apa yang terjadi dengan Al-Hallaj yang terkenal dengan pernyataan "ana al-haqq" (Aku adalah Sang Kebenaran), Bayazid Bistami dengan pernyataan "Subhanii la ilaha ila ana" (Maha suci aku tiada tuhan selain Aku) hingga Ibnu Arabi dengan konsep wihdatul wujud (kesatuan wujud) adalah representasi dari sufi model kedua. Model yang kedua inilah yang banyak menimbulkan kontroversi. Demikian, Asnawi Ihsan _____ From: [email protected] <mailto:ppiindia%40yahoogroups.com> [mailto:[email protected] <mailto:ppiindia%40yahoogroups.com> ] On Behalf Of Listy Sent: Thursday, December 06, 2007 1:21 PM To: [email protected] <mailto:ppiindia%40yahoogroups.com> Subject: RE: [ppiindia] motivastory: power of giving Sang Sufi ini kemungkinan adalah Sufi yang liberal.. :-) Sang Sufi ini merasa sudah sangat dekat dengan Tuhan-nya......[tahu darimana???] Sang Sufi ini meng-klaim bisa bercakap-cakap langsung dengan Tuhan, coba dibaca dengan cermat, ada kalimat Sang Sufi pun berteriak protes, dan adanya kalimat jawaban: "Ya! Makanya Aku ciptakan kamu!"..... [huebat euy..!!] Permisi.. maaf ketularan ngomong ngasal.. :-) _____ From: [EMAIL PROTECTED] <mailto:ppiindia%40yahoogroups.com> s.com [mailto:[EMAIL PROTECTED] <mailto:ppiindia%40yahoogroups.com> s.com] On Behalf Of Nugroho Dewanto Sent: Monday, December 03, 2007 5:39 PM To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:ppiindia%40yahoogroups.com> s.com Subject: [ppiindia] motivastory: power of giving Motivastory Power of Giving: Alkisah ada seorang Sufi yang sudah merasa teramat dekat dengan Tuhan-nya. Suatu hari ketika sedang berjalan, Sang Sufi berpapasan dengan seorang yang sangat miskin. Tubuhnya kurus kering, tinggal tulang berbalut kulit yang dibungkus dengan kain compang-camping seadanya. Badan nya tergeletak lemas di pinggir jalan, bibirnya mengering, menandakan sudah lama si miskin tidak mendapat makan. Melihat penderitaan si miskin, Sang Sufi pun berteriak protes pada Tuhan-nya: "Ya Tuhan, mengapa Engkau tidak lakukan sesuatu untuk orang ini !!". Sesaat kemudian, terdengar jawaban: "Ya! Makanya Aku ciptakan kamu!". [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

