(dikutip dari Multiply)
Lima Anggota LibForAll Indonesia Temui Shimon Peres di Yerusalem
Senin, 10 Des 07 06:36 WIB
Situs harian Jerusalem Post pada Jum’at (8/12) menurunkan sebuah berita
berjudul “Indonesian Peace Delegation Meet With Peres” (Delegasi Perdamaian
dari Indonesia Temui Shimon Peres). Berita ini ditulis oleh Greer Fay Cashman.
Di awal artikelnya Cashman menulis, “Walau tidak ada hubungan diplomatik formal
antara Israel dan Indonesia, lima orang anggota Delegasi Perdamaian Indonesia
menemui Presiden Israel Shimon Peres, Jum’at (8/12) di Yerusalem. ”
Kelima orang Indonesia tersebut berasal dari Yayasan LibForAll, sebuah yayasan
swasta yang berasal dari Amerika Serikat yang tujuannya untuk memerangi Islam
Kafaah dan mempromosikan Islam yang bersekutu dengan Zionis-Israel. Abdurrahman
Wahid menjadi pelindung yayasan LibForAll dan anggotanya antara lain Yeni
Wahid, Abdul Munir Mulkhan, Ahmad Dani (Dewa19), dan sederet aktivis JIL
lainnya. Perjalanan mereka ke Tanah Palestina yang diduduki Israel bekerjasama
dengan Simon Wiesenthal Center, sebuah LSM Amerika pendukung utama Zionisme.
Lima orang tersebut oleh Jerusalem Post dianggap merepresentasikan dua ormas
terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah, yang memiliki anggota sebanyak 70
juta rakyat Indonesia, dari 195 juta rakyat Indonesia yang Muslim.
Di depan kelima orang Indonesia, Peres sempat mengatakan bahwa kedatangan
mereka akan menimbulkan spekulasi di Indonesia, karena selain Israel tidak
memiliki hubungan resmi dengan Indonesia, setiap ada orang Indonesia yang ke
Israel selalu saja menjadi berita kontroversi.
Mengatasnamakan Indonesia
C. Holland Taylor, pimpinan dari yayasan LibForAll yang sangat pro-Zionis,
menyatakan kepada Peres bahwa Abdurrahman Wahid baru-baru ini mengeluarkan
sikap yang menolak dan menentang HAMAS dalam persoalan di Palestina. Taylor
juga berkata bahwa Indonesia merupakan satu-satunya negara di dunia di mana
HAMAS ditolak oleh ormas Islam terbesar di dunia.
Jpost kembali menulis, “Syfiq Mugni (Syafiq Mugni?), tokoh Muhammadiyah,
berbicara dengan Peres yang mengenakan kippa dengan tulisan "shalom" dalam
bahasa Ibrani dan Latin, begitu gembira dengan orang-orang Indonesia yang
mengunjunginya dan bahkan mereka menyerang HAMAS serta mendukung Zionis-Israel,
sehingga Peres mencopot kippa yang dikenakannya dan mengenakannya ke kepala
tamunya tersebut.
Pertemuan itu diisi dengan berbagai topik pembicaraan antara lain bidang
ekonomi, politik, regional, dan peringatan 60 tahun berdirinya Israel di Tanah
Palestina.
Kepada Peres Mugni antara lain menyatakan, “Kita berharap suatu waktu Muslim di
Indonesia bisa bersikap lebih toleran dan mengutamakan demokrasi. Hal ini bisa
dilakukan antara lain lewat jalur pendidikan, untuk mengubah mental Muslim di
Indonesia agar bisa bersikap lebih terbuka. ” Maksudnya jelas, agar Muslim
Indonesia bisa menerima Zionis-Israel sebagai sekutu, sama seperti dirinya dan
kawan-kawannya dari LibForAll.
Ulama NU yang disebut dengan nama Abul A'la (bisa jadi nama-nama ini merupakan
nama alias), mengamini Mugni dan menyatakan bahwa di Indonesia ada segolongan
Teroris Muslim. “Namun hal itu tidak mencerminkan keseluruhan Muslim di
Indonesia. Kami akan secepatnya menghadapi itu dan mempromosikan Islam yang
penuh kedamaian. Kami tidak bisa hidup tanpa kedamaian. ”
Kelima orang Inadonesia ini juga menyatakan bahwa mereka telah mencoba untuk
berbicara dengan Kubu Mahmud Abbas yang juga pro Israel agar tercipta kerjasama
saling menguntungkan antara Palestina, Israel, dan mereka sendiri. “Kami
mendoakan itu, ” ujar Mugni.
Peres bercerita bahwa Juni lalu, di Bali telah diselenggarakan konferensi besar
yang menentang sikap Iran atas penafikkannya terhadap Holokous yang dihadiri
oleh Gus Dur, dan beberapa tokoh agama lain termasuk dari Israel.
Oktober lalu, tambah Peres, tujuh delegasi wartawan dari Indonesia juga datang
ke Israel dan bertemu dengannya.
Kelima orang Indonesia anggota LibForAll itu selama di wilayah pendudukan
Zionis-Israel ditemani oleh Dean Rabbi Abraham dari Wiesenthal Center dan C.
Holland Taylor, CEO LibForAll. Mereka ikut merayakan ritual Yahudi Hanukka,
menikmati tarian di Kiryat Shmona, mengunjungi Betlehem dan juga Masjid
Al-Aqsha di Yerusalem, setelah bertemu Peres. Selain itu, mereka juga
mengunjungi sebuah sekolah di Sderot dan memantau wilayah Jalur Gaza dari
kejauhan.
Sorotan Media Islam
Kunjungan lima komprador Zionis dari Indonesia ke Shimon Peres ini menjadi
berita hangat di sejumlah media Islam dunia. Dalam artikelnya berjudul
“Normalisasi Memalukan Indonesia” (8/12), media ‘Friend of al-Aqsha’ yang
diterbitkan Muslim London dan beredar luar di Ibukota Inggris, lewat tangan
Khalid Amayreh menulis bahwa kunjungan lima orang Indonesia ke wilayah
pendudukan Israel di Palestian sungguh-sungguh memalukan mengingat Indonesia
merupakan negeri Muslim mayoritas terbesar di dunia.
“Dengan kunjungan lima orang Indonesia itu, Dunia Islam mendapat banyak
kerugian, dan hal ini sungguh-sungguh menguntungkan Zionis—baik Olmert maupun
Abbas. Ini benar-benar menampar muka kita semua. Benar-benar memalukan!”
demikian Al-Aqsha.
Tokoh dan Politisi Islam Indonesia Sibuk Cari Jabatan
Sayangnya, di saat musuh-musuh Islam di Indonesia gencar memerangi agama Allah
ini, dan dengan dana yang sangat besar berupaya menjadikan Muslim Indonesia
menjadi Sekutu bagi Zionis (lihat www. Libforall. Org, di situ jelas-jelas
terdapat program nyata membuat umat Islam Indonesia menjadi sekutu Zionis),
para tokoh dan politisi Islam masih saja disibukkan dengan cari kursi dan
jabatan, Pilkadal-lah dan segala macam.
Dan seperti juga politisi sekuler lainnya, setelah duduk di kursi yang nyaman
karena berhasil “menjual” Islam, mereka banyak yang lupa daratan dan menjadi
lebih cinta (setengah mati) terhadap kenikmatan dunia ketimbang mencintai
akherat. Bukannya mensejahterakan umat, mereka lebih khusyuk mensejahterakan
diri dan keluarganya sendiri. Umat lagi-lagi dijadikan pendorong mobil mogok.
Hanya saja sekarang dilakukan oleh saudara-saudaranya sendiri.(Rizki)
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ