(yang memalukan yang menari tentu saja. mau saja jadi budak jahudi.
dasar laknatullah!)
Cendekiawan Muslim Indonesia Menari dengan Zionis Israel
Senin, 10 Desember 2007 Lima wakil ormas Islam menemui
Presiden Israel, Shimon Peres. Di antara mereka ada Ketua PW Muhammadiyah
Jatim. Mereka juga menari bersama aktivis Yahudi
Hidayatullah. com--Saat kaum Muslimin dan Kristen Palestina menderita
karena dijajah dan dibantai Zionis Israel, lima delegasi cendekiawan Muslim
asal Indonesia, sebagaimana diberitakan Ynet News (7/12), sebuah situs berita
Israel, baru-baru ini dikabarkan telah menemui Presiden Israel, Shimon Peres.
Jerussalem Post tanggal 8 Desember 2007, juga memberitakan, lima rombongan
Indonesia itu akan menghabiskan waktu selama seminggu di Israel, disponsori
Simon Wiesenthal Center dan LibForAll Foundation.
Lima anggota rombongan asal Indonesia itu, kata Jerussalem Post , mewakili
dua organisasi Islam terbesar di dunia dari segi jumlah klaim anggota;
Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah.
Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur, Syafiq Mugni mendapat hadiah dari Peres
berupa sebuah kippa yang dirajut dengan kata "shalom" dalam bahasa Ibrani yang
artinya 'Kedamaian'. Kippa, yang dikenal sebagai simbol keagamaan dalam agama
Yahudi itu langsung disematkan Peres kepada para tamu asal Indonesia tersebut.
Selanjutnya, mereka melanjutkan pembicaraan seputar berbagai topik termasuk
ekonomi, politik, agama dan perayaan hari jadi Israel ke 60 bulan Mei 2008
mendatang.
Shimon Peres menyatakan, Israel berbahagia bisa masuk dan berhubungan dengan
Indonesia serta mengundang para pemimpinnya. Ia akan mengundang kembali para
tokoh Indonesia untuk doa untuk perdamaian di saat Negeri Zionis ini akan
memperingati hari jadinya ke 60 nanti bulan Mei 2008.
Dalam kesempatan itu, Peres juga mengatakan, musuh Israel bukanlah Islam,
tapi "teror".
Syafiq Mugni dalam kesempatan itu menjelaskan tentang Indonesia menyangkut
perkembangan ekonominya, demokrasi dan sistem kependidikannya.
Menurut Syafiq, dirinya berharap Muslim Indonesia semakin toleran meski
sebagaian juga masih ada yang menentang demokrasi.
Senada dengan Syafiq, Abdul A'la (Wakil NU), mengakui masih ada kelompok
kecil "ekstrimis" Muslim di Indonesia.
Ditemani Kepala Wiesenthal Center Associate, Rabbi Abraham CooPeres dan
CEO, LibForAll Foundation, C.C. Holland Taylor, delegasi aktivis ormas NU dan
Muhammadiyah ikut serta dalam suatu upacara cahaya lilin Hanukka yang diikuti
dengan tarian di Hesder Yeshiva di Kiryat Shmona.
LibForAll Foundation disebut-sebut media sebagai lembaga Zionis yang
berkedok "Liberalisme dan Pluralisme" di Indonesia. [cha, berbagai
sumber/www.hidayatullah. com
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]