Di tengah malam yang sunyi senyap dibawah sayup-sayup alunannya 
lagu "Malam Kudus", terdengar seakan-akan ada bayi yang sedang 
menangis, tetapi bukannya bayi yang berada dalam pelukan kasih 
sayangnya seorang ibu, melainkan bayi yang masih berbentuk janin, 
janin yang usianya belum juga dua bulan. 

Janin yang ditakdirkan lahir sebagai bayi haram, bayi yang 
kelahirannya tidak di inginkan di dunia ini, bayi yang akan 
dicampakan di dalam kehidupannya, bayi yang tidak akan mendapatkan 
kasih sayang entah dari sang ayah maupun dari ibunya.

Sambil menangis di dalam kandungan ibunya; janin tersebut seakan-
akan berkata:

Mamah/Papah yang sangat saya kasihi!
Pada saat ini jutaan manusia di dunia ini gembira memperingati hari 
kelahirannya Bayi Yesus,  tetapi kenapa wajah Mamah & Papa terlihat 
muram dan sedih Apakah Mamah tidak ingin saya hidup dilahirkan di 
dunia ini?

Mamah; berikanlah saya kesempatan numpang hidup sejenak lagi!
Apakah Mamah tidak mengasihi saya? 
Apakah kehadiran saya ini bukannya buah dari kasih antara Mamah dan 
Papah? 
Kenapa Mamah begitu teganya ingin membunuh saya, apakah dosa saya?
Apakah Mamah tidak ingin melihat wajah tawa saya? 

Mamah; berikanlah saya kesempatan numpang hidup sejenak lagi!
Berilah kesempatan agar saya bisa melihat dan menatap wajah Mamah.
Berilah kesempatan agar saya bisa hidup seperti juga anak-anak 
lainnya
Bukankah kehidupan itu sebenarnya karunia dari Allah?
Apakah saya tidak layak untuk mendapatkan karunia ini?

Mamah; berikanlah saya kesempatan numpang hidup sejenak lagi!
Apabila Mamah sudah tidak menginginkan saya lagi, berikanlah saya 
kepada Mamah-mamah lainnya  yang sudah lama mendambakan kehadiran 
bayinya
Apabila Mamah tidak menginginkan saya lagi, berikanlah saya kepanti 
asuhan  saya rela untuk hidup sebagai anak yatim yang tidak bisa 
merasakan kasih sayang dari seorang Ibu.
Apabila ini semuanya masih merupakan beban juga bagi Mamah buanglah 
saya ke tempat sampah saya yakin Allah Bapa di surga akan memelihara 
saya.

Mamah; berikanlah saya kesempatan numpang hidup di dalam kandungan 
Mamah hanya untuk sejenak waktu lagi Mah, bersabarlah sejenak saya 
mohon padamu Mah bayimu yang berada di dalam kandungan dan yang 
sangat menyayangi Mamah & Papah.

Tulisan ini disajikan dengan penuh rasa kasih oleh penulis untuk 
perempuan-perempuan di seluruh dunia, yang pada saat ini dalam 
pergumulan, marilah kita doakan bersama agar mereka mendapatkan 
ketabahan maupun kekuatan untuk memelihara bayinya. Saya percaya, 
bahwa Allah di sorga akan selalu melindungi mereka dimana pun juga 
mereka berada. 
Amin.

Mang Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.org

Kirim email ke