--- In [email protected], sFe <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Sejarah Perkembangan Ajaran Trinitas oleh L. Berkhof > Diterjemahkan oleh: Drs. H. Thoriq A. Hindun ASAL USUL DAN SEJARAH KRISTEN > Pendiri agama Kristen adalah seorang Yahudi bernama Yesus, > yang lahir di Betlehem, Palestina, antara tahun 8 hingga 4 > SM.
papperlepaaappp. Yang benar adalah: MEMANG perumusan manusiawi mengenai Trinitas tidaklah sempurna, karena hanya memberikan gambaran yang memuaskan sebagian orang. Demikian juga hasil perumusan Konsili di Konstantinopel (381) jelas tidak mungkin menggambarkan kebenaran yang dinyatakan kepada kita di atas. Yang perlu dilakukan, adalah mengembalikan perumusan itu kepada Alkitab, dimana di situ jelas dinyatakan beberapa sifat Tritunggal, seperti misalnya ketiganya `Esa' namun juga merupakan `Tiga Pribadi Yang Terpisah' dan berbeda fungsi dalam rangka pemeliharaan dan penyelamatan manusia oleh Allah. Ke-3nya ada sejak awal dunia bahkan Bapa dan Anak dianggap sebagai `Alpha & Omega' (Wah.1:8,17;21:6;22:13; band.Yes.44:6;48:12), dan ke-3nya kekal. Ke- 3nya sering dipertukarkan atau disamakan, demikian juga dalam rumus pembaptisan ketiganya di satukan (Mat.28:19). Menghujat Allah disebut sebagai perilaku Iblis yang hukumannya api neraka, demikian juga menghujat Roh Kudus tidak akan diampuni (Mat.12:31). Yang jelas, ketiga penyataan itu disebut sebagai pribadi Ilahi. Penyataan Alkitab cukup jelas, namun yang membuat manusia bingung adalah ketika kita mencoba merumuskannya dalam bayangan manusia, maka bisa menimbulkan kontroversi, jadi bila kita mau menyebut soal Trinitas, ada baiknya kita menunjukkan data-data Alkitab sendiri. Salah satu yang ditekankan oleh Saksi-Saksi Yehuwa adalah bahwa `Anak lebih rendah dari Bapa' misalnya dengan mengutip Ibr.2:9 dimana dikatakan bahwa `Yesus lebih rendah dari malaikat', namun kita harus sadar bahwa `ayat itu selengkapnya' berbunyi dalam `waktu singkat' dan dalam Ibr.1:6 disebut bahwa "Semua malaekat harus menyembah Dia" bahkan Yesus Sang Anak disebut `Allah' oleh `Allah Bapa' (Ibr.1:8- 10). Saksi-Saksi Yehuwa biasa mengutip ayat-ayat ketika Yesus masih dalam tugas inkarnasi sebagai manusia yang tentu lebih rendah dari Bapa, namun setelah kebangkitannya, kita dapat melihat dalam Alkitab bahwa keduanya dibuat setara, bahkan dalam kitab Wahyu keduanya menduduki tahta bersama-sama. ROH KUDUS adalah bagian dari ke'Tritunggal'an Allah yang berfungsi sebagai Roh, karena itu memang tidak tergambar dalam penglihatan tersebut. Demikian juga dalam kitab Wahyu disebut jelas mengenai Yesus sebagai SERUPA dengan `Anak Domba' atau `Anak Manusia' namun mengenai Bapa tidak dijelaskan mukanya bagaimana. Dalam bagian lain Alkitab disebutkan bahwa `tidak seorang pernah melihat Bapa', Musa melihatnya sebagai `api yang membakar semak namun tidak menghanguskan'. Penglihatan Stefanus dan Yohanes dalam kitab Wahyu lebih menggambarkan penampakan Bapa di atas tahta digambarkan `sebagai terang yang besar', dan ungkapan `duduk disebelah kanan adalah suatu gambaran lambang yang tidak dapat digambarkan seakan-akan seorang yang duduk dibangku sebelah kanan Allah Bapa. Untuk penjelasan lebih jauh mengenai oknum Roh Kudus silahkan membaca kembali ARTIKEL (034) berjudul TRINITAS (4) (T-4) ALLAH KRISTEN TIGA? Bagaimana kita menjawab tuduhan orang bahwa Allah kristen itu tiga, jadi umat Kristen `menyekutukan Allah'? (J-4) UMAT KRISTEN tidak menyekutukan Allah, karena Allah dalam penyataannya di Alkitab baik Perjanjian Lama maupun Baru dengan jelas menyatakan diri sebagai `Esa' namun juga menyatakan diri dalam `Tiga Pribadi' Bapa, Anak dan Roh Kudus. Maka, bila kita menjadikan Alkitab sebagai otoritas, maka kita tidak perlu membelanya, namun membiarkan Alkitab berbicara mengenai penyataannya! Kita dapat secara ideal menjadikan Allah sebagai `monotheisme' mutlah, namun kalau ternyata Allah itu Monotheis yang menyatakan diri dalam `tiga pribadi' tentu `Monotheisme Mutlak' itu membatasi Allah sendiri. Tuhan menyatakan diri sebagai `Aku adalah Aku' (Kel.3:14).

