bagi ketut dan golongannya, bersekutu dengan musuh Allah lebih mulia.
menjilat kepada kuffar merupakan kehormatan.
sFe
Ketut <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Tergantung siapa yang menilai, Pak.
Bagi SFe dan golongannya, jelas SFe lebih mulia. Kan sedang menjalankan
perintah agama... Apakah ada hal di dunia ini yang lebih mulia dari menjalankan
perintah tuhan ?
..kt.
----- Original Message -----
From: ttbnice
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, December 29, 2007 12:10 AM
Subject: [zamanku] Re: Kunjungan ke Israel yang Memalukan
Apakah pergi ke Israel adalah perbuatan dosa? Mana yg lebih berdosa
SFe yg melaknat orang lain atau orang yg pergi ke Israel.
Jawaban anda saya tunggu.
--- In [EMAIL PROTECTED], sFe <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> memang sangat memalukan perilaku mereka, semoga mereka dilaknat
Allah, karena menghisap darah saudaranya se Iman.
>
> mereka ternyata buta hati buta pikiran! mereka tidak layak
dikatakan sebagai Muslim, mereka lebih kuffar dari yang kuffar!
Munafikun sejati!
>
> sFe
>
> Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> http://www.indopos.co.id/index.php?
act=detail_c&id=319000
>
> Jumat, 28 Des 2007,
>
>
>
>
> Kunjungan ke Israel yang Memalukan
> oleh Khalid Amayreh
>
>
> Pada 8 Desember 2007, media Israel menurunkan laporan tentang
kunjungan delegasi muslim Indonesia (di antaranya Syafiq A. Mughni
dan Abdul A'la) ke tanah yang terjajah, Palestina, atas undangan
sang penjajah, Presiden Israel Shimon Peres.
>
> Menurut laporan tersebut, ulama-ulama Indonesia itu mengklaim
mewakili 70 juta muslim dari negeri mayoritas muslim. Kepada Peres,
delegasi tersebut menyatakan ingin menampilkan "wajah Islam moderat"
yang ingin membangun perdamaian dengan negara dan agama lain serta
menolak muslim ekstrem.
>
> Dalam laporan yang sama, Peres menyebutkan, sesungguhnya musuh
Israel sama sekali bukanlah Islam. Musuh Israel adalah teror.
Ungkapan itu merupakan sebuah sindiran Peres agar tidak menyebut
mereka yang melawan Israel sebagai "pejuang".
>
> Sungguh pun perilaku Israel sudah sama dengan Nazi, memerkosa
tanah Palestina dan bertindak brutal terhadap rakyat
Palestina. "Masyarakat internasional harus menolak penggunaan alasan
agama untuk teror dan pertumpahan darah," ujar Peres.
>
> Peres, seperti halnya pemimpin Zionis lainnya, adalah sosok yang
tidak layak mengajarkan kepada dunia, terutama kepada umat Islam,
tentang apa itu teror dan apa itu agama. Peres, bagi yang belum
tahu, saya akan memberi informasi, dia adalah sosok penjahat perang
dengan dosa yang sangat besar. Tangannya berlumuran darah manusia-
manusia tak berdosa.
>
> Sebagai catatan, pertengahan 1996, saat menjabat PM menggantikan
Yitzhak Rabin yang dibunuh seorang Yahudi garis keras, dia pernah
memerintahkan penyerangan terhadap markas PBB di Qana, sebuah desa
di Selatan Lebanon. Ratusan perempuan dan anak-anak menjadi korban
serangan bom Israel tersebut. Dunia masih mencatat, 106 perempuan
dan anak-anak tak berdosa terbunuh seketika. Tubuh mereka yang
hancur ditayangkan di layar kaca dan disiarkan ke seluruh penjuru
dunia. Tentu, orang masih mengingatnya!
>
> Serangan itu atas sepengetahuan pemerintah Israel dan dilakukan
secara sengaja. Sementara, pembantaian yang lain, baru terjadi pada
2006, yakni angkatan udara Israel menghujani Lebanon Selatan dengan
cluster bomb yang mematikan.
>
> Tapi, menariknya, Peres adalah penerima hadiah Nobel Perdamaian.
Hal tersebut menjadi fenomena yang mengenaskan, betapa seorang
penjahat perang paling berdosa justru diterima seluruh dunia.
Bahkan, mereka menyebutnya sebagai the true man of peace!
>
> Karena itu, amat disayangkan, ulama Indonesia datang ke Israel
justru ketika negara penjajah tersebut sedang melakukan pembantaian
masal secara pelan-pelan terhadap 1,5 juta penduduk Gaza, baik
muslim maupun Kristen.
>
> Akses bantuan internasional, makanan, dan obat-obatan sejak lama
dihalangi masuk ke Palestina oleh Israel. Itu terjadi karena rakyat
Palestina memilih pemerintahan yang tidak disetujui Israel melalui
cara yang demokratis, pemilu.
>
> Israel menyatakan, semua itu terjadi sebagai balasan tindakan atas
roket-roket Al-Qassam yang diluncurkan ke wilayah-wilayah koloni
Yahudi. Tak satu pun rakyat sipil Israel terbunuh oleh roket-roket
primitif yang sama sekali tidak efektif.
>
> Tapi, hitung saja, selama tiga bulan terakhir, tentara Zionis
Israel telah membunuh lebih dari 200 rakyat sipil Palestina.
Kenyataannya, kita sedang membahas pembantaian masal yang dilakukan
secara perlahan dalam jangka waktu yang panjang di Palestina.
>
> Laporan HAM Internasional menyebutkan, "Rakyat Palestina menderita
justru karena memilih dan menjadi satu-satunya negara demokrasi di
Timur Tengah." Karena itu pula, jalur bantuan obat-obatan dan
perawatan medis dihentikan. Listrik dan suplai bahan makanan juga
dimatikan di Jalur Gaza.
>
> Pertanyaannya, apa dosa mereka? Mengapa Israel sampai hati membuat
mereka mati kelaparan dan menyiksanya? Apakah Israel sudah menjelma
menjadi neraka dan ladang pembantaian bagi rakyat Palestina?
>
> Pertanyaan ini kami ajukan untuk saudara-saudara muslimin
Indonesia yang terhormat, yang telah mengunjungi negara yang
menjajah dan melukai rakyat Palestina. Pertanyaan ini untuk mereka
yang telah berkunjung dan berjabat tangan dengan manusia-manusia
paling pembohong di dunia.
>
> Rakyat Palestina bukanlah orang-orang yang menolak nilai-nilai
luhur dan perdamaian, baik antar sesama muslim maupun dengan umat
lain, seperti Nasrani dan Yahudi, atau agama apa pun. Tapi,
bagaimanapun, mengunjungi negara dengan pemimpin-pemimpin yang
selalu mengirimkan tentaranya dengan gembira untuk membunuh anak-
anak sekolah, petani, dan pekerja adalah sebuah kesalahan.
>
> Hal itu akan menjadi propaganda yang cabul. Propaganda yang akan
mengubah putih menjadi hitam, atau sebaliknya. Apakah tentara Israel
adalah tentara dengan moral paling mulia di seluruh dunia?
>
> Tak diragukan lagi, kunjungan delegasi muslim Indonesia ke Israel
melukai umat Islam seluruhnya, melukai rakyat Palestina, dan menodai
kesucian Masjid Al-Aqsha. Sebab, sama saja artinya, delegasi
tersebut memberikan persetujuan kepada mereka dengan segala
kebijakan keji Israel yang telah seperti Nazi baru pada zaman ini.
>
> Hasil kunjungan Anda akan membuat kekejian Israel lebih mudah dan
murah untuk dilakukan. Mereka akan berkata kepada para kritikus
nonmuslim yang selama ini gigih menentang kebijakan keji Israel.
>
> Shimon Peres, Ehud Olmert, dan para pemimpin Zionis lainnya akan
dengan lantang berkata, "Apakah kamu merasa menjadi muslim, lebih
dari orang-orang Islam sendiri?"
>
> Sungguh, kunjungan Anda sangat memalukan!
>
>
> Khalid Amayreh, jurnalis Palestina yang tinggal bersama
keluarganya di Dura, kawasan Palestina yang terjajah; sarjana
jurnalistik University of Oklahoma, AS. Tulisan ini diterbitkan kali
pertama oleh Palestinian Information Center.
>
>
>
>
> Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger.yahoo.com
> Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger.yahoo.com
>
---------------------------------
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.17.12/1203 - Release Date: 12/30/2007
11:27 AM
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]