Benarkah Zionis Yahudi Keturunan Kera dan Babi?  Rabu, 28 Nov 07 07:14 WIB
    Kirim teman
  Assalamu alaikum wr. Wb. Ustadz, 
   
  Dalam berita-berita yang dilansir eramuslim. Com sering menyebutkan keturunan 
Zionis-Israel sebagai 'keturunan kera dan babi'.
  Saya sama sekali bukan simpatisan mereka, tapi apakah menyebut mereka seperti 
itu ada dalilnya? Atau itu semata-mata adalah refleksi kebencian terhadap 
kebengisan dan kekejian tindakan keturunan Zionis-Israel?
  Mohon maaf apabila ada kesalahan penyampaian kata-kata. Saya mendoakan agar 
pejuang-pejuang Palestina diberikan ketabahan dan pada akhirnya diberikan 
kemenangan oleh Allah SWT. Amin.
  Wassalamu alaikum wr. Wb.
  MWilson
  Mwilson
  Jawaban  Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 

  Anda benar bahwa zionis Israel bukan keturunan kera dan babi. Mereka adalah 
keturunan nabi Adam dan Hawwa 'alaihissalam.
  Bahwa sebagian orang yahudi di masa lalu pernah dikutuk menjadi kera dan 
babi, sebenarnya tidak salah. Di dalam Al-Quran memang ditegaskan hal itu dan 
kita tentu wajib mempercayainya.
   
  Kisahnya ada di dalam beberapa surat, yaitu:
  Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu 
pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka, "Jadilah kamu kera yang 
hina." (QS. Al-Baqarah: 65)
   
  Katakanlah, "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang 
lebih buruk pembalasannya dari itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang 
dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka yang dijadikan kera dan babi dan 
menyembah thaghut?" Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari 
jalan yang lurus. (QS. Al-Maidah: 60)
   
  Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka 
mengerjakannya, Kami katakan kepadanya, "Jadilah kamu kera yang hina.(QS. 
Al-A'raf: 66)
   
  Tiga ayat itu jelas-jelas menyebutkan bahwa sebagian umat yahudi yang 
membangkang itu dihukum dengan cara yang sangat aneh, yaitu mereka dikutuk 
berubah wujud menjadi kera dan babi.
   
  Hukuman ini bersifat penghinaan dan untuk menjatuhkan mentalitas kaum yang 
membangkang dari perintah Allah. Jarang-jarang ada jenis hukuman sedahsyat itu. 
Biasanya paling-paling ada banjir, angin topan, gempa bumi, atau wabah. Yang 
jadi korban cukup banyak.
   
  Tapi kalau hukuman menjadi kera dan babi, memang hukuman yang sangat bersifat 
psikologis. Di mana martabat si pelaku dipermalukan di depan umum. Tentunya 
karena dosa yang dilakukannya sudah kelewatan.
   
  Kera dan Babi Kutukan Tidak Berketurunan
   
  Barangkali karena ada ayat yang menceritakan yahudi dikutuk menjadi kera dan 
babi, maka ada sebagian teman kita yang beranggapan bahwa sebagian dari orang 
yahudi itu berarti anak keturunan kera dan babi.
   
  Sayangnya anggapan ini kurang tepat. Sebab kalau kita baca di dalam kitab 
tafsir yang menjelaskan ayat-ayat di atas, ternyata kera dan babi kutukan itu 
tidak lama kemudian mati dan tidak berketurunan.
   
  Jadi tidak ada istilah bangsa keturunan kera dan babi, karena ternyata kera 
dan babi jadi-jadian itu mati dan tidak ada keturunannya.
  Awalnya dahulu Rasulullah SAW pernah juga menduga sejenis hewan yang mirip 
biawak dan disebut dengan dhab sebagai keturunan dari babi dan kera atau hewan 
yang dikutuk dari manusia. Sehingga disebutkan bahwa beliau SAW tidak mau 
memakannya.
   
  Namun setelah itu, Allah SWT menjelaskan bahwa hewan itu bukan keturunan dari 
penjelmaan manusia yahudi yang dikutuk. Dan bahwa yahudi yang dikutuk menjadi 
kera dan babi itu kemudian hanya hidup selama tiga hari saja, sesudah itu mati.
   
  Jadi boleh dibilang bahwa mereka sebenarnya dihukum mati oleh Allah SWT, 
namun sebelum matinya, wujud mereka berubah dulu jadi binatang. Dan karena 
setelah itu mereka mati, tentu tidak akan ada keturunannya.
   
  Dan akhirnya, Rasulullah SAW membiarkan para shahabat memakan daging dhabb 
itu, meski beliau sendiri tidak memakannya. Peristiwa ini oleh para ulama 
disebut sebagai taqrir (pembolehan) dari nabi SAW atas hukum suatu masalah, 
meski beliau sendiri tidak melakukannya.
   
  Disebutkan keterangan seperti ini di dalam kitab tafsir, khususnya yang 
membahas tentang kutukan Allah SWT terhadap ashhabussabti, mereka yang 
melanggar larangan untuk mencari ikan di hari Sabtu.
   
  Di dalam kitab tafisr Al-Jami' li Ahkamil Quran karya Al-Qurthubi jilid 1 
halaman 440, disebutkan bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu berkata bahwa orang 
yang dikutuk menjadi kera dan babi itu tidak hidup kecuali tiga hari saja.
  Dan telah jelas bahwa Allah SWT tidak mengubah manusia menjadi kera atau 
hewan lainnya lalu bisa beranak pinak.
   
  Karena itu kita boleh menjuluki zionis yahudi itu dengan beragam sebutan yang 
buruk, seperti bangsa yang degil, pelaku kejahatan, langganana kriminal, haus 
darah, pembunuh yang tangannya berlumuran darah, syetan pencabut nyawa atau 
apapun. Tapi yang pasti, mereka bukan keturunan dari kera dan babi. Sebab kera 
dan babi yang merupakan hasil kutukan Allah SWT di masa lalu, sudah mati tiga 
kemudian tanpa menghasilkan keturunan.
   
  Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 
  Ahmad Sarwat, Lc


 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke