PASAL 2: SYI'AR DAN IBADAH DALAM ISLAM
   
  Pilar yang kedua sebagai asas tegaknya masyarakat Islam setelah aqidah adalah 
berbagai syiar atau peribadatan yang telah diwajibkan oleh Allah bagi kaum 
Muslim in. Dan Allah telah membebankan kepada mereka untuk melaksanakannya 
sebagai media untuk bertaqarrub kepada-Nya. Dan sebagai realisasi dari hakekat 
keimanan mereka dan keyakinan mereka untuk bertemu dan memperoleh hisab-Nya.
   
  Di antara sylar-syiar yang paling nampak adalah empat kewajiban yang 
didahului oleh kedua kalimat syahadah, yang dinamakan Arkanul Islam (rukun 
Islam). Yang kemudian telah dikhususkan oleh para fuqaha dengan nama 'Ibadat'.
   
  Berkenaan dengan rukun Islam tersebut Rasulullah SAW bersabda dalam hadistnya 
yang mulia:
   
    "Islam dibangun (ditegakkan) di atas lima dasar: Syahadah (menyaksikan) 
bahwa tiada ilah selain Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, 
menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan haji ke Baitullah bagi orang yang mampu 
memenuhinya." (HR. Bukhari-Muslim)
   
  Tetapi saya ingin menambah empat kewajiban di atas dengan dua kewajiban asasi 
yang sangat ditekankan oleh Islam dan sangat diserukan serta dijelaskan 
kedudukannya di sisi Allah, kedua kewajiban itu pantas untuk dimasukkan dalam 
pilar-pilar Islam dan syi'arnya yang besar, yaitu kewajiban beramar ma'ruf nahi 
munkar dan jihad fi sabilillah.
   
  Dengan demikian maka kewajiban-kewajiban yang pokok, dan syi'ar-syi'ar yang 
besar yang bersifat amaliyah ada enam, yaitu:
    
1. Mendirikan shalat.   
2. Mengeluarkan zakat.   
3. Puasa Ramadhan   
4. Haji ke Baitullah.   
5. Beramar ma'ruf nahi munkar.   
6. Jihad fi sabilillah.   Kewajiban-kewajiban tersebut dinamakan sya'a-ir, 
karena ia merupakan tanda-tanda yang nampak, untuk membedakan dan memisahkan 
antara kehidupan seorang Muslim dengan non Muslim. Sebagaimana nantinya dapat 
membedakan antara kehidupan masyarakat Islam dengan non Muslim.
  Menegakkan syi'ar-syi'ar tersebut dan mengagungkannya merupakan bukti atas 
kuatnya aqidah dalam hati dan ketetapannya di dalam dada. Allah berfirman:
   
    "Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagunglan syi'ar-syi 'ar 
Allah, maka sesungguhrya itu timbul dari ketaqwaan hati." (Al Hajj: 32)
   
  Di sini akan kita cukupkan untuk membahas tiga dari enam kewajiban di atas, 
yaitu shalat, zakat, dan amar ma'ruf nahi munkar, dan ini bukan berarti 
menyeluruh. 
   
  Sistem Masyarakat Islam dalam Al Qur'an & Sunnah
(Malaamihu Al Mujtama' Al Muslim Alladzi Nasyuduh)
oleh Dr. Yusuf Qardhawi

   

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke