Shalom,
Pak danar apa yang bapak katakan benar, saya sependapat. Kedewasaan beragama
kita akan teruji saat melihat perbedaan-perbedaan. Di barat, persahabatan tidak
terikat dengan afiliasi keagamaan. Saya banyak bergaul dengan orang atheis dan
malah banyak belajar tentang kehidupan yang kompleks!
Di Indonesia, seringkali saya mencoba berteman dengan yang berbeda agama sering
dicurigai, memberikan pertolongan kepada orang yang berbeda keyakinan juga
dicurigai, ingin terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial juga selalu ada
prejudice...! Padahal, ini persoalan hati nurani: berbelas kasih, sharing,
berteman, menolong, berintraksi sosial adalah sifat natural manusia dan itu
universal minded. Benarkah begitu pak danar?
Salam,
Lukas Kristanto
RM Danardono HADINOTO wrote:
> --- In [EMAIL PROTECTED] s.com , Lukas Kristanto
> <luke_christ_ [EMAIL PROTECTED] > wrote:
>>
>>>
>> 3,5 tahun saya di Frankfurt, tidak merasa dipinggirkan oleh
> komunitas kristen lainnya. Demikian juga kehidupan yang saya nikmati
> di Lousiana beberapa tahun yang lalu. Masyarakat barat bukan fixed in
> enchantment, tidak terpaku dengan eksklusivitas agama. Tetapi kalau
> marginalisasi itu harus menimpa juga, tidak perlu dipersepsikan
> sebagai nasib buruk, inilah sebenarnya makna lain dari struggle for
> life agar kita semakin gigih melakukan fight for freedom.
>>
>> Terima kasih komentarnya, membangun semangat.... .!
>>
>> Salam,
>> Lukas Kristanto
> Shalom aleychem,
> Anda benar. Masyarakat barat bukan fixed in enchantment, tidak
> terpaku dengan eksklusivitas agama. Juga selama saya di Hamburg, dan
> kini di Vienna puluhan tahun, kami lakukan dialog antar religi, juga
> dengan umat Buddha, dimana kita mencari kesamaan, bukan perbedaan.
> Perbedaan liturgi antar gereja Kristiani, dari Katholik Roma, Kopt,
> Kristen Orthodox, Kristen Syria sampai kelompok kelompok yang
> berkembang di US, seperti Baptist, Advent, Bethany, dst, menyeberang
> ke kelompok Mormon dan saksi Yehova, sangat besar. namun, tak ada
> upaya saling memojokkan, merusak gereja ataupun merampas harta
> komunitas yang dinilai melenceng alias sesat.
> Disinilah perbedaan antara masyarakat di Barat yang telah matang
> dalam kehidupan sekular dan multibudaya, dengan masyarakat agraris
> yang baru mulai berdemokrasi, dimana ujung ujungnya terjadi dikte
> minoritas oleh mayoritas.
> Gereja Kristiani, aliran APAPUN, adalah kepercayaan. Intinya percaya,
> jadi tak perlu pembuktian benar tidaknya. Seperti juga agama lain,
> tak perlu pembuktian, seperti physica atau mathematica. Yang penting
> jangan menjarah dan membakar.
> Per omniam ad maiorem Dei gloriam!
> Shalom
>
Ask a question on any topic and get answers from real people. Go to
Yahoo! Answers and share what you know at http://ca.answers.yahoo.com