Hermeneutika itu sebenarnya suatu metode untuk menafsirkan teks. Sebenarnya 
tidak hanya teks kitab suci, karya sastra, kisah sejarah, bahkan berita-berita 
di mass media bisa didekati dengan hermeneutika. Hermeneutik dalam 
perkembangannya tidak hanya digunakan untuk menafsirkan teks, tetapi juga 
fenomena-fenomena sosial, sehingga kemudian muncul istilah hermeneutika sosial. 
Hermeneutika berasal dari kata yunani hermeneuin, yang artinya mengungkapkan. 
Konon, kata ini berkaitan dengan mitologi yunani tentang seorang dewa bernama 
hermes, yang tugas dewa ini adalah menerjemahkan bahasa dewa-dewa untuk 
disampaikan kepada manusia.

Mengapa perlu hermeneutika? Hermeneutika dibutuhkan untuk mengungkap makna teks 
secara utuh. Teks bukanlah huruf-huruf mati, karena dibelakang teks ada 
peristiwa/sejarah, ada perilaku, ada tendensi, ada setting sosial yang 
melatar-belakangi munculnya teks. Disamping teks, pasti ada konteks. Sehingga 
hermeneutika selalu bersifat textual-contextual. Teks itu yang dimaksud adalah 
ayat-ayat kitab suci sendiri. Di luar teks disebut konteks, seperti kondisi 
sosial, latar belakang peristiwa dll. Setiap teks selalu ada konteks yang 
melatar belakangi, tidak mungkin teks muncul tanpa konteks.

Konteks yang melatarbelakangi teks itulah yang dieksplorasi untuk dapat 
memahami arti teks yang sesungguhnya. Teks itu sifatnya tetap, tetapi konteks 
selalu berubah, sebab ada perubahan sosial, perkembangan jaman, iptek, dll. 
Karena teks tetap, konteks selalu berubah, maka seringkali terjadi benturan 
pemahaman. Teks yang muncul pada konteks masa lalu (past) yang dibaca oleh 
orang pada konteks masa kini (present), seringkali dianggap tidak signifikan, 
bahkan dianggap tidak update lagi.

Tugas hermeneutika adalah mengungkap konteks dibelakang teks (di masa lalu) 
untuk dibawa pada konteks masa kini. Sebab seringkali terjadi, 
ungkapan-ungkapan (idioms) di masa lampau yang susah di mengerti di masa 
sekarang, atau idiom tersebut yang karena pengaruh budaya tertentu dimana teks 
itu muncul tidak dimengerti oleh budaya lain. Contoh sederhana, suatu tulisan 
dari Indonesia yang berbunyi: nasi sudah menjadi bubur, ketika diterjemahkan ke 
dalam bhs inggris menjadi the rice has turned into porridge. Penerjemahannya 
tidak ada masalah, tetapi makna yang ditangkap oleh bangsa lain akan berbeda. 
Bagi orang Indonesia kata nasi sudah menjadi bubur diartikan terlanjur, tetapi 
apakah orang inggris akan mengartikan juga terlanjur. Disinilah perlunya 
hermeneutika, mengungkap makna teks dari sudut bahasa asli, setting 
sosial-budaya, bahkan karakteristik penulis dan komunitas pembaca pada masa 
lalu. Ada persoalan semantik dan sosio-linguistik yang perlu
 diungkap.

Secara garis besar, teks selalu mempunyai konteks, ada konteks sosial, ada 
konteks budaya, ada konteks politik bahkan konteks personaliti yang berkaitan 
dengan latar belakang penulis, sehingga munculnya teks terkait dengan berbagai 
ragam suasana. Subyektivitas penulis pasti juga mempengaruhi tipologi teks, 
sehingga tidak heran hermeneutika juga berusaha mengeksplorasi presuposisi 
(cara pandang/pendekatan) yang digunakan penulis, seperti latar belakang budaya 
penulis, ideologi penulis, dsbnya.

Jadi, hermeneutika itu sifatnya general, tidak harus dimengerti sebagai ilmu 
tafsir injil/bible. Mengapa harus diharamkan, toh manfaatnya jelas untuk 
memperpendek kesenjangan makna teks yang muncul di masa lalu supaya dimengerti 
oleh pembaca di masa kini.
Begitulah sekelumit tentang hermeneutika!

Salam,
Lukas Kristanto

Nugroho Dewanto wrote: 
> mas radit, kemarin saya ngobrol dengan nasarudin umar, 
> ahli tasawuf dan kesetaraan jender yang sekarang jadi 
> dirjen bimbingan masyarakat islam. 
> dia kasih tips ringan. kalau bicara dengan orang awam, jangan 
> bicara hermeneutika, ganti saja dengan takwil. tak usah pula 
> ngomong logika, gunakan saja kata mantiq. 
> silakan dicoba. 
> At 05:38 PM 1/3/2008 +0700, you wrote: 
>>Salah Paham Mengenai Hermeneutika 
>> 
>>Ada beberapa orang yang dengan menggebu-gebu melancarkan "perang 
>>salib" terhadap hermeneutika, dengan anggapan bahwa "ilmu" yang 
>>dianggap imporan ini akan merusak Islam dari dalam, memorakporandakan 
>>pendekatan yang sudah dikembangkan oleh sarjana Islam sendiri untuk 
>>memahami Qur'an. Orang-orang yang memakai hermeneutika untuk memahami 
>>Qur'an dianggap sebagai musuh Islam. Saat ini, di kalangan beberapa 
>>kelompok Islam, kata hermeneutika sudah masuk dalam daftar "kata 
>>kotor", menyusul sejumlah kata-kata yang lain: sekularisme, 
>>liberalisme, pluralisme, demokrasi, HAM, jender, dsb. Istilah 
>>hermeneutika terdengar "najis" seperti kata "PKI" pada zaman Orde Baru 
>>dulu. 
>> 
>>Apa sebetulnya pengertian paling elementer dari hermeneutika? Betulkah 
>>ia mengancam Islam? Apakah hermeneutika benar-benar tak dikenal dalam 
>>Islam? Benarkah hermeneutika hanya cocok untuk memahami Injil, dan tak 
>>bisa diterapkan untuk Qur'an? Apa perbedaan dan kesamaan antara 
>>hermeneutika dan ta'wil? 
>> 
>>Inilah sejumlah pertanyaan yang layak diajukan. Tujuan artikel ini 
>>adalah untuk meluruskan "syubuhat" atau salah paham mengenai istilah 
>>hermeneutika. Sejumlah artikel dan kolom yang ditulis di majalah, 
>>jurnal, atau situs-situs tertentu yang kemudian beredar di beberapa 
>>milis mengandung banyak informasi yang simpang-siur dan salah-paham 
>>yang harus diluruskan. Amat disayangkan bahwa sejumlah salah paham ini 
>>datang dari sejumlah kalangan yang sebetulnya memiliki pendidikan yang 
>>baik serta mendapat akses yang lumayan bagus pada bacaan yang luas. 
>>Beberapa dari mereka bahkan mendapat pendidikan di Barat. 
>> 
>>........... ... 
>> 
>>Karena artikelnya panjang, silahkan membuka di link ini: 
>> 
>>< http://ruzbihanhama zani.wordpress. com/ > http://ruzbihanhama 
>>zani.wordpress. com/ 
>> 
>>mediacare 
>>< http://www.mediacar e.biz > http://www.mediacar e.biz 
>> 
>>[Non-text portions of this message have been removed] 
>> 
>> 
> [Non-text portions of this message have been removed] 
>      



      Be smarter than spam. See how smart SpamGuard is at giving junk email the 
boot with the All-new Yahoo! Mail.  Click on Options in Mail and switch to New 
Mail today or register for free at http://mail.yahoo.ca 

Kirim email ke