Betul sekali bung nugroho apa yang dikatakan Nasarudin Umar. Tradisi Takwil
dalam sejarah penafsiran Quran sudah berlangsung lama. Metode ini juga
diakui sebagai salah satu model penafsiran yang sah dalam islam. kelompok
teologi Mu'tazilah adalah sebagai salah satu yang mengedepankan takwil.
Bahkan bagi para penafsir manapun, -termasuk dari kelompok revivalis- saat
menemui kebuntuan dalam memahami teks yang misalnya seakan-akan memunculkan
kesan "kontradiktif" antara satu ayat dengan ayat yang lain, atau dalam
menghadapi teks yang menampilkan personifikasi Tuhan, atau ayat-ayat lain
yang multi tafsir (bermakna ganda) mau tidak mau harus menjadikan takwil
sebagai alat membaca teks. Saya contohkan, dalam Quran kita temukan kata
"tangan" Tuhan atau "wajah" Tuhan. Apakah kita akan memaksakan memahaminya
secara literal? Sebagian besar penafsir termasuk dari kelompok Sunni
melakukan takwil disini dengan mengartikan tangan menjadi kekuasaan. Untuk
selanjutnya sebagaian kalangan pemikir Islam memperluas penggunaan takwil
dalam mendekati teks sebagai upaya untuk membuktikan bahwa Quran memang
selalu kontekstual sepanjang waktu dan berhadapan dengan ruang yang seperti
apapun karena tidak bisa dipungkiri bahwa Alquran memiliki keterikatan
historis dengan ruang dan waktu dimana ia diturunkan. 

 

 

Hindari bicara Hermeneutika dan gunakan kata takwil. Seperti hindari juga
kata pluralisme dan gunakan kata multikulturalisme. Sebab kalo pluralisme
sudah diharamkan MUI dan multikulturalisme kan tidak.

 

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of Nugroho Dewanto
Sent: Thursday, January 03, 2008 6:09 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [ppiindia] Salah Paham Mengenai Hermeneutika

 


mas radit, kemarin saya ngobrol dengan nasarudin umar,
ahli tasawuf dan kesetaraan jender yang sekarang jadi
dirjen bimbingan masyarakat islam.

dia kasih tips ringan. kalau bicara dengan orang awam, jangan
bicara hermeneutika, ganti saja dengan takwil. tak usah pula
ngomong logika, gunakan saja kata mantiq.

silakan dicoba.

At 05:38 PM 1/3/2008 +0700, you wrote:

>Salah Paham Mengenai Hermeneutika
>
>Ada beberapa orang yang dengan menggebu-gebu melancarkan "perang
>salib" terhadap hermeneutika, dengan anggapan bahwa "ilmu" yang
>dianggap imporan ini akan merusak Islam dari dalam, memorakporandakan
>pendekatan yang sudah dikembangkan oleh sarjana Islam sendiri untuk
>memahami Qur'an. Orang-orang yang memakai hermeneutika untuk memahami
>Qur'an dianggap sebagai musuh Islam. Saat ini, di kalangan beberapa
>kelompok Islam, kata hermeneutika sudah masuk dalam daftar "kata
>kotor", menyusul sejumlah kata-kata yang lain: sekularisme,
>liberalisme, pluralisme, demokrasi, HAM, jender, dsb. Istilah
>hermeneutika terdengar "najis" seperti kata "PKI" pada zaman Orde Baru
>dulu.
>
>Apa sebetulnya pengertian paling elementer dari hermeneutika? Betulkah
>ia mengancam Islam? Apakah hermeneutika benar-benar tak dikenal dalam
>Islam? Benarkah hermeneutika hanya cocok untuk memahami Injil, dan tak
>bisa diterapkan untuk Qur'an? Apa perbedaan dan kesamaan antara
>hermeneutika dan ta'wil?
>
>Inilah sejumlah pertanyaan yang layak diajukan. Tujuan artikel ini
>adalah untuk meluruskan "syubuhat" atau salah paham mengenai istilah
>hermeneutika. Sejumlah artikel dan kolom yang ditulis di majalah,
>jurnal, atau situs-situs tertentu yang kemudian beredar di beberapa
>milis mengandung banyak informasi yang simpang-siur dan salah-paham
>yang harus diluruskan. Amat disayangkan bahwa sejumlah salah paham ini
>datang dari sejumlah kalangan yang sebetulnya memiliki pendidikan yang
>baik serta mendapat akses yang lumayan bagus pada bacaan yang luas.
>Beberapa dari mereka bahkan mendapat pendidikan di Barat.
>
>..............
>
>Karena artikelnya panjang, silahkan membuka di link ini:
>
><http://ruzbihanhama <http://ruzbihanhamazani.wordpress.com/>
zani.wordpress.com/>http://ruzbihanhama
<http://ruzbihanhamazani.wordpress.com/> zani.wordpress.com/
>
>mediacare
><http://www.mediacar <http://www.mediacare.biz> e.biz>http://www.mediacar
<http://www.mediacare.biz> e.biz
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke