Pak Asnawi, salam kenal dan hormat selalu. Terus terang, saya masih terbilang awam, bahkan sangat awam dalam dunia penafsiran teks kitab suci dalam agama islam. Saya menjadi penasaran tentang istilah takwil yang disinonimkan dengan hermeneutika, apakah ini hanya masalah nomenclature (peristilahan) saja yang sebenarnya prinsipnya sama saja. Ataukah suatu repoisisi istilah untuk menghindari kesan xenophobia (berbau asing) agar acceptable di kalangan umat islam?
Jika ada perbedaan diantara keduanya, tentu lebih bersifat metodologis, karena berhubungan dengan tipologi teks yang berbeda antara Alquran dan bible. Yang saya tahu, Alquran adalah kalimat langsung Ilahi (divine direct sentences) yang tidak ada pengaruh pikiran-pikiran manusia ketika teks itu muncul (mohon dikoreksi kalau saya salah), sedangkan bible lebih kental dengan bahasa manusia. Sehingga ada yang membedakan, kalau Alquran itu divine text, sedangkan Bible itu human text. Tipologi teks yang berbeda ini akan berpengaruh pada metode, approach dan gramatical & situasitional analysis-nya! Mengingat juga, hermeneutika secara ekstrim juga mengarah pada metode kritik sumber (source critisism), yang menganalisa karakteristik subyek dibalik teks....! Maaf pak, saya jadi penasaran, maklum masih awam! Salam, Lukas Kristanto Asnawi Ihsan wrote: > Betul sekali bung nugroho apa yang dikatakan Nasarudin Umar. > Tradisi Takwil > dalam sejarah penafsiran Quran sudah berlangsung lama. Metode ini juga > diakui sebagai salah satu model penafsiran yang sah dalam islam. kelompok > teologi Mu'tazilah adalah sebagai salah satu yang mengedepankan takwil. > Bahkan bagi para penafsir manapun, -termasuk dari kelompok revivalis- saat > menemui kebuntuan dalam memahami teks yang misalnya seakan-akan memunculkan > kesan "kontradiktif" antara satu ayat dengan ayat yang lain, atau dalam > menghadapi teks yang menampilkan personifikasi Tuhan, atau ayat-ayat lain > yang multi tafsir (bermakna ganda) mau tidak mau harus menjadikan takwil > sebagai alat membaca teks.. Saya contohkan, dalam Quran kita temukan kata > "tangan" Tuhan atau "wajah" Tuhan. Apakah kita akan memaksakan memahaminya > secara literal? Sebagian besar penafsir termasuk dari kelompok Sunni > melakukan takwil disini dengan mengartikan tangan menjadi kekuasaan. Untuk > selanjutnya sebagaian kalangan pemikir Islam memperluas penggunaan takwil > dalam mendekati teks sebagai upaya untuk membuktikan bahwa Quran memang > selalu kontekstual sepanjang waktu dan berhadapan dengan ruang yang seperti > apapun karena tidak bisa dipungkiri bahwa Alquran memiliki keterikatan > historis dengan ruang dan waktu dimana ia diturunkan. > Hindari bicara Hermeneutika dan gunakan kata takwil. Seperti hindari juga > kata pluralisme dan gunakan kata multikulturalisme. Sebab kalo pluralisme > sudah diharamkan MUI dan multikulturalisme kan tidak. > _____ > From: [EMAIL PROTECTED] s.com [mailto: [EMAIL PROTECTED] s.com ] On Behalf > Of Nugroho Dewanto > Sent: Thursday, January 03, 2008 6:09 PM > To: [EMAIL PROTECTED] s.com > Subject: Re: [ppiindia] Salah Paham Mengenai Hermeneutika > mas radit, kemarin saya ngobrol dengan nasarudin umar, > ahli tasawuf dan kesetaraan jender yang sekarang jadi > dirjen bimbingan masyarakat islam. > dia kasih tips ringan. kalau bicara dengan orang awam, jangan > bicara hermeneutika, ganti saja dengan takwil. tak usah pula > ngomong logika, gunakan saja kata mantiq. > silakan dicoba. > At 05:38 PM 1/3/2008 +0700, you wrote: >>Salah Paham Mengenai Hermeneutika >> >>Ada beberapa orang yang dengan menggebu-gebu melancarkan "perang >>salib" terhadap hermeneutika, dengan anggapan bahwa "ilmu" yang >>dianggap imporan ini akan merusak Islam dari dalam, memorakporandakan >>pendekatan yang sudah dikembangkan oleh sarjana Islam sendiri untuk >>memahami Qur'an. Orang-orang yang memakai hermeneutika untuk memahami >>Qur'an dianggap sebagai musuh Islam. Saat ini, di kalangan beberapa >>kelompok Islam, kata hermeneutika sudah masuk dalam daftar "kata >>kotor", menyusul sejumlah kata-kata yang lain: sekularisme, >>liberalisme, pluralisme, demokrasi, HAM, jender, dsb. Istilah >>hermeneutika terdengar "najis" seperti kata "PKI" pada zaman Orde Baru >>dulu. >> >>Apa sebetulnya pengertian paling elementer dari hermeneutika? Betulkah >>ia mengancam Islam? Apakah hermeneutika benar-benar tak dikenal dalam >>Islam? Benarkah hermeneutika hanya cocok untuk memahami Injil, dan tak >>bisa diterapkan untuk Qur'an? Apa perbedaan dan kesamaan antara >>hermeneutika dan ta'wil? >> >>Inilah sejumlah pertanyaan yang layak diajukan. Tujuan artikel ini >>adalah untuk meluruskan "syubuhat" atau salah paham mengenai istilah >>hermeneutika. Sejumlah artikel dan kolom yang ditulis di majalah, >>jurnal, atau situs-situs tertentu yang kemudian beredar di beberapa >>milis mengandung banyak informasi yang simpang-siur dan salah-paham >>yang harus diluruskan. Amat disayangkan bahwa sejumlah salah paham ini >>datang dari sejumlah kalangan yang sebetulnya memiliki pendidikan yang >>baik serta mendapat akses yang lumayan bagus pada bacaan yang luas. >>Beberapa dari mereka bahkan mendapat pendidikan di Barat. >> >>........... ... >> >>Karena artikelnya panjang, silahkan membuka di link ini: >> >>< http://ruzbihanhama < http://ruzbihanhama zani.wordpress. com/ > > zani.wordpress. com/> http://ruzbihanhama > < http://ruzbihanhama zani.wordpress. com/ > zani.wordpress. com/ >> >>mediacare >>< http://www.mediacar < http://www.mediacar e.biz > e..biz> >>http://www.mediacar > < http://www.mediacar e.biz > e.biz >> >>[Non-text portions of this message have been removed] >> >> > [Non-text portions of this message have been removed] > [Non-text portions of this message have been removed] > Looking for a X-Mas gift? Everybody needs a Flickr Pro Account. http://www.flickr.com/gift/

