Penemuan Alam Galapagos di Indonesia Selasa, 1 Januari 2008
Tim peneliti yang beranggotakan ahli-ahli biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Conservation International (CI) pada 2005, 2006, dan 2007 ini berhasil mengumpulkan informasi terpenting dunia ilmu pengetahuan. Catatan yang di publikasikan usai penelitian beberapa waktu lalu menyebutkan terdapat ratusan ribu spesies baru yang akan tercatat dan diketahui oleh manusia. Sebagai kilasan hasil penelitian akhir tahun ini dikatakan bahwa tempat penelitian mereka tersebut bisa di andaikan sebagai wilayah di muka bumi ini yang kehidupannya ada 50 ribu tahun lalu. "Sama sekali tidak pernah terjamah manusia," kata Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI Deddy Darnaedi. Lokasinya berada di area pegunungan Foja, terletak di rangkaian gunung sebelah utara Sungai Mamberamo di kawasan Papua, Indonesia. Tempat ini berada di ketinggian 2200 meter dengan area lahan 3000 kilometer persegi. Tim peneliti menggambarkan bagaimana selama dua pekan di Bulan Desember tahun lalu, menghabiskan waktu untuk menangkap kupu-kupu dan memantau burung dengan menyusuri tebing dan jurang. Di katakan karena tidak pernah terjamahnya area ini, medan yang ditempuh benar-benar masih sangat alami. Bruce Beehler, ahli burung dari Conservation International mengatakan perjalanan mereka sangatlah menakutkan. Tetapi hasilnya yang berhasil dikumpulkan dari beberapa kali ekspedisi, dinyatakan bahwa ditemukan jumlah burung terbesar di dunia yang mencapai 200-an jenis. "Sebuah keajaiban yang kami lihat selama dua minggu di gunung itu," katanya. Selain menggambarkan keanekaragaman yang tidak pernah ditemui sebelumnya, peneliti juga menemukan hewan-hewan aneh yang tidak teridentifikasi. Bahkan seekor kanguru pohon dikatakan hanya ditemukan tempat tersebut. tim serangga juga menemukan lebih dari 150 jenis dengan 4 jenis baru yang belum teridentifikasi. Yang paling mengagumkan, peneliti berhasil menemukan spesies baru dan terbesar di muka bumi dengan lebar rentangan sayap mencapai 18 sentimeter. Di banyak tempat dengan menggunakan helikopter, peneliti berhasil mendapati sekitar 40 spesies jenis baru dalam ilmu pengetahuan. Tim burung juga berhasil menemukan enam burung legendaris (burung surga) yang sebelumnya pernah dilaporkan oleh peneliti Jerman Hans von Berlepsch pada 1897. Hans von Berlepsch, menjadi orang yang ahli dalam penelitian burung dan menggambarkannya sebagai burung surga. Keenam burung ini sangatlah lain dengan lekuk dan perhiasan yang sangat berbeda dan begitu liar. "Sangat sulit untuk menangkapnya," kata Beehler. Tim juga berhasil menemukan jenis burung penghisap madu lain. Penemuan ini adalah yang pertama kali setelah 60 tahun. Anggota tim Jared Diamond, dari UCLA (University of California, Los Angeles), juga melihat burung namdur (bowerbird), namun sayang tidak bisa mengambil foto atau berhasil menangkap burung sebagai spesimen. Peneliti yakin bahwa di lokasi tempat penelitian mereka masih banyak lagi jenis spesies burung lain. Dipercaya bahwa ada jutaan flora-fauna baru yang bisa ditemukan dan dicatat peneliti tahun-tahun mendatang. Stephen Richards, ahli vertebrata dari dan penulis dari South Australian Museum di Adelaide mengatakan bahwa selain kepulauan Galapagos dengan keanekaragaman Darwin yang terkenal, Papua adalah tempat istimewa yang paling menakjubkan. "Disini adalah surganya laboratorium biodiversitas," katanya. Penulis : Agus DD Sumber : Jurnal Nasional (26 Desember 2007) mediacare http://www.mediacare.biz [Non-text portions of this message have been removed]

