Terima kasih Pak Asnawi dan Mas Lukas untuk infonya. Wah, ada juga ya istilah Teo-erotis?
Hehehehehe...lucu juga. ----- Original Message ----- From: Asnawi Ihsan To: [email protected] Sent: Tuesday, January 08, 2008 11:18 AM Subject: RE: [ppiindia] Berjumpa cinta dimana-mana Melengkapi kajian cinta perspektif kristiani dan Yunani, saya akan mencoba mengurai sedikit bagaimana cinta dalam tradisi spiritualitas Islam. Dalam tradisi spiritualitas Islam setidaknya ada dua aliran besar yang dikenal. Pertama Teosofi dan kedua Teo-erotis. Mazhab Teosofi membangun pandangannya atas pengakuan bahwa akal budi/ainulqolb/mata hati sebagai fakultas paling andal dalam mencapai kebenaran. Namun kebenaran itu harus diungkapkan dan diverifikasi lewat perumusan secara diskurtif-demonstrasional. Ibnu Arabi dan Mulla Shadra adalah tokoh puncak dalam tradisi teosofi Islam. Aliran kedua yang dikenal dengan mazhab Teo-erotis. Kemunculan mazhab ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap hukum Islam (syariah) dan akal (filsafat&teologi Islam). Syariah/islamic law dianggap terlalu mengedepankan model interpretasi legalistik yang ekslusif. Sementara filsafat dan teologi Islam dianggap terjebak dalam logosentrisme. Menurut mazhab ini, untuk menjalankan agama dengan baik dan mengenal Tuhan, diperlukan kasyf (penyingkapan) dan zauq (cita rasa). Jalan Tuhan adalah jalan cinta. Karena, dasar penciptaan manusia adalah tidak lebih sebagai wujud hasrat cinta Sang Ilahi. Maka dengan latihan asketik dan eksatik seperti puasa, shalat, zakat, haji, tarian & nyanyian sufi, manusia (sang pecinta) akan belajar mendapatkan momentum penyatuan dengan Tuhan (sebagai yang dicintai) hingga sampai pada puncak penyatuan. Cinta, rindu, ekstase, cahaya, api dan kemanunggalan adalah beberapa kata kunci dalam memahami aliran ini. Salah satu tokoh terkemuka dari mazhab ini adalah Ainul Qudhot Hamadani, seorang sufi besar kontorversial yang harus mati dibunuh oleh kekuasaan bani saljuk dalam usia muda (33 tahun). Dalam salah satu karyanya, kitab al-maktubat, beliau mengutip hadis nabi yang berbunyi; "Barang siapa jatuh cinta dan menyembunyikannya hingga mati, ia mati sebagai seorang syahid". Saya coba diskusikan hadis ini dengan beberapa tokoh dan praktisi spiritual dari beberapa agama dan non agama. Intinya semua mengarah bahwa dalam setiap agama ada jalan cinta. Jalan itulah yang dimaksud dalam hadis ini sebagai jalan yang harus dijaganya sampai mati. Jalan setapak, jalan rahasia atau jalan khusus. Jalan itulah yang diklaim sebagai jalan yang dilalui para nabi dan orang suci yang dalam islam disebut Shirothol-mustaqim (jalan lurus). Setiap manusia, berhak untuk memilih untuk berjalan menuju Tuhan melalui jalan umum atau jalan khusus itu tadi. Jalan umum dalam islam dikenal dengan syariat dan jalan khusus dikenal dengan thariqot. Kembali ke persoalan teo-erotik, puncak kejayaan mazhab ini ada di tangan sa'di, rumi, dan hafidz. Rabiah juga ada di garis ini. Sekedar tambahan, dalam kitab suci umat islam kita juga akan menemukan kisah cinta yang sangat romantis. Yaitu mitologi cinta yusuf dan zulaikha. Saya sedikit akan menguraikan satu contoh ajaran teo-erotik dalam hal ini mengambil objek rukun Islam. Dalam islam dikenal istilah rukun Islam. Ada 5 rukun yang membangun fondasi keislaman seorang muslim yaitu syahadat, Sholat, Puasa, zakat dan haji. Saya akan mengurai dimana perbedaan pandangan syariah dengan teo-erotik dalam memahami rukun Islam. Bagi syariah, syahadat adalah pengakuan secara lisan terhadap Allah sebagai Tuhan Yang Satu dan Muhammad sebagai utusan-Nya. Teo-erotik memahami syahadah adalah selain pengakuan secara lisan seperti diatas, syahadah juga adalah sebuah momentum penyatuan dengan Tuhan sebagai zat yang dicintai. Begitupun kesaksian bahwa Jalan cinta untuk mendapatkan momentum bertemu dengan Tuhan itu adalah jalan cinta yang diajarkan oleh Muhammad. Disanalah kesaksian (syahadat) yang sesungguhnya, menurut kelompok ini. Bagi syariah, Sholat adalah praktik ritual dengan gerakan dan bacaan tertentu. Apabila telah dilakukan dengan benar sesuai aturan sholat sudah dianggap sah. Namun tidak demikian dengan aliran teo-erotik, bagi mereka selain demikian seperti difahami secara syariat, sholat haruslah sampai pada kondisi dimana si pelaku mampu memisahkan diri dari dunia dan konsentrasi penuh hanya pada Allah semata. Mengapa sholat dimulai dengan takbiratul ihram? Ihram artinya penghalang atau pengharaman. Jadi semenjak seorang muslim melakukan takbirotul ihram, seharusnya sudah terputus segala macam urusan yang bersifat duniawi dan hanya melakukan dialog dengan Tuhan melalui gerakan dan bacaan sholat. Begitupun mengapa sholat diakhiri dengan salam? Adalah sebagai simbol bahwa saat itu ia kembali ke dunia fana. Tengok kanan dan kiri sebagai simbol relasi sosial yang harus dibangun dengan baik sesama manusia selesai kita menghadap atau berhadap-hadapan dengan Tuhan. Bagi syariah, Puasa adalah menahan lapar dan haus dari segala yang membatalkan. Puasa berarti menahan diri. Namun bagi teo-esoterik, puasa adalah selain berhenti memakan dan meminum makanan dan minuman manusia, puasa adalah "memakan dan meminum makanan dan minuman" Tuhan. Bagi syariah, zakat adalah membersihkan diri melalui pemberian harta yang kita miliki terhadap orang yang berhak. Namun dalam perspektif teo-esoterik, zakat adalah simbol dari keharusan kita untuk terus menerus membersihkan hati dan pikiran kita dalam bertuhan dan berinteraksi sesama manusia. Bagi Syariah, haji adalah perjalanan ke baitullah (rumah tuhan) yang berada di mekkah. Namun bagi teo-esoterik, perjalanan haji ke baitullah mekkah adalah perjalanan haji secara syar'i. Karena baitullah yang berada di mekkah adalah simbol saja. Baitullah yang sebenarnya ada dalam diri kita. Dalam alquran dikatakan: "Aku lebih dekat daripada urat lehermu". Maka, kenalilah dirimu hingga kau temukan baitullah yang ada dalam dirimu. Apa yang saya sampaikan sangat terbatas dari sejauhmana saya memahami mazhab cinta dalam tradisi spiritualitas Islam. Jadi mohon maaf jika ada sesuatu yang kurang tepat. Salam, Asnawi Ihsan _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Lukas Kristanto Sent: Saturday, January 05, 2008 1:00 PM To: [EMAIL PROTECTED] Cc: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] Subject: RE: [ppiindia] Berjumpa cinta dimana-mana Kata cinta padanan katanya adalah kasih, keduanya dalam bhs inggris diterjemahkan menjadi love. Disini, saya tidak mengotak-atik persoalan kata. Namun melihat makna cinta dalam beberapa kategori. Orang Yunani menggolongkan cinta menjadi 5 (lima) kategori. Kategori pertama disebut dengan EROS, yaitu bentuk cinta yang mengarah kepada sexual love, cinta pada umumnya seorang pria kepada wanita atau sebaliknya. Kategori kedua disebut dengan STERGO, yaitu bentuk cinta karena faktor keturunan, seperti cintanya ibu kepada anaknya, cinta nenek kepada cucunya, dsbnya Kategori ketiga disebut dengan HETAIROS, yaitu bentuk cinta yang ditentukan karena persahabatan (friendship) atau karena eksklusivitas, seperti perasaan satu almamater, satu komunitas, satu partai, satu aliran, dll. Biasanya cinta semacam ini tidak langgeng. Kategori keempat disebut dengan PHILIA (PHILEO), yaitu bentuk cinta yang bersifat pamrih, cinta itu muncul kalau ada keuntungan yang diperoleh dari sebuah hubungan. Ketika hubungan itu tidak menguntungkan lagi, cinta/kasih itu berakhir, seperti pepatah: ada uang abang sayang, tak ada uang abang ditendang. Kategori kelima disebut dengan AGAPE (AGAPAO), inilah yang dalam peradaban yunani disebut cinta yang agung dan tertinggi dalam diri manusia (exalted love). Cinta dalam kategori ini didasari oleh empati dan karena suara hati nurani (conscience, inner voice). Peduli tanpa pamrih dan peka terhadap kesengsaraan orang lain adalah wujud agape.. Mungkin Ibu Theresa adalah figur yang telah mempraktekan bentuk cinta semacam ini. Mestinya semakin kuat keagamaan kita (deep religiousity) pancaran cinta yang muncul dari diri kita adalah cinta yang agape ini. Namun yang seringkali terjadi adalah perilaku keagamaan yang jauh dari rasa cinta.. Kerusuhan, kebiadaban dan konflik-konflik yang muncul justru dari persoalan-persoalan agama dan pelakunya orang beragama yang malah rajin beribadah. Tertiup anginkah cinta itu? Atau memang cinta itu sudah tidak menjadi bagian dari agama lagi....! Salam Lukas Kristanto mediacare wrote: > Oleh Gede Prama > http://www.kompas. com/kompas- cetak/0801/ 05/opini/ 4134998.htm > Cerita manusia adalah cerita derita, demikian bisik seorang kawan. Di > Pakistan, belum lama Benazir Bhutto menginjakkan kaki di tanah > kelahirannya, lehernya sudah ditembus peluru sampai tewas. Di Kamboja, > pendeta Buddha berkelahi dengan polisi. Amerika Serikat yang menjadi > tauladan dunia menjadi penghalang kesepakatan untuk mengurangi dampak > pemanasan global. Gempa, tsunami, kelaparan mengunjungi semua pojokan > Bumi. > Di negeri ini serupa. Banyak pemilihan kepala daerah berakhir rusuh. > Kekerasan di kalangan remaja amat mengkhawatirkan. Di Bali, kadang > kekerasan muncul bahkan ketika upacara dilaksanakan. > Membaca tanda-tanda seperti ini, ada yang mengeluh, bila demikian, > bukankah hidup manusia sama dengan neraka? Entahlah, yang jelas wajah > kehidupan yang terlihat bergantung pada siapa diri kita di dalam. Bila > di dalamnya cinta, manusia berjumpa cinta di mana-mana. Jika di > dalamnya kebencian, manusia menemukan kebencian di mana-mana. > Membangun rumah cinta > Dilihat dari segi bahan, manusia berbahankan cinta. Orangtua > berpelukan penuh cinta ketika manusia dibikin. Disusui ibu penuh > dengan pelukan cinta. Banyak ayah yang tidak jadi memasukkan makanan > ke mulut hanya karena mau berbagi cinta dengan anak. Makanan dan > minuman manusia datang dari alam yang berlimpah cinta. > Ada yang mengandaikan kehidupan sebagai hujan cinta yang tidak pernah > berhenti. Cuma sebagian memayungi dirinya dengan keangkuhan sehingga > badannya kering dari hujan cinta. Dengan bahan seperti itu, bila > output-nya kebencian, mungkin kita perlu merenungkan prosesnya. > Perilaku kehidupan serupa Matahari. Bila sudah waktunya terbit, ia > terbit. Jika saatnya terbenam, ia terbenam. Dan di dalam pikiran yang > dipenuhi rasa cinta, Matahari akan disebut menerangi, memberi energi. > Dalam pikiran yang penuh keluhan, ia diberi judul panas, sumber > kekeringan, awal paceklik. > Berdiri di atas kesadaran seperti inilah kemudian banyak guru sepakat, > fondasi awal membangun rumah cinta adalah pikiran yang terawasi secara > rapi. Ketika senang diawasi, tatkala sedih juga diawasi. Persoalan > dengan banyak manusia, terlalu melekat dengan hal-hal yang > menyenangkan, menolak yang menjengkelkan, bosan dengan hal-hal biasa. > Karena yang menyenangkan berpasangan dengan hal-hal yang menjengkelkan > (seperti malam berpasangan dengan siang), maka berputarlah kehidupan > dalam siklus tanpa akhir: senang, sedih, bosan, dan seterusnya. Inilah > awal dari banyak kelelahan emosi. > Sadar dengan akibat kelelahan inilah, kemudian sejumlah orang > mengakhiri siklus terakhir hanya dengan mengamatinya. Being a > compassionate witness, demikian saran seorang penulis meditasi. Lihat > emosi dan pikiran yang naik turun seperti seorang nenek penuh cinta > sedang melihat cucu-cucunya berlari ke sana kemari. Semuanya sudah, > sedang, dan akan baik-baik saja. Atau lihat keseharian yang digerakkan > senang, sedih, bosan seperti melihat aliran air di sungai. Kesenangan > mengalir berlalu, kesedihan mengalir berlalu. > Di atas siklus yang terawasi rapi ini, kemudian dibangun tiang-tiang > keseharian yang banyak membantu. 'Bila tidak bisa membantu cukup > jangan menyakiti', demikian pesan sejuk seorang Lama. Atap rumah cinta > kemudian bernama kaya karena rasa berkecukupan. > Dalam bahasa seorang bapak yang amat mencintai anaknya: 'dalam rasa > berkecukupanlah letak kekayaan teragung'. Sebagai hasilnya, > terbangunlah rumah- rumah cinta yang sejuk dan teduh. > Agar rumahnya tidak pengap, ia memerlukan pintu dan jendela. Pintunya > bernama deep listening. Jendelanya berupa loving speech. Sebagaimana > sudah menjadi rahasia banyak terapis, kesediaan untuk mendengarkan > adalah sebuah penyegar banyak kepengapan jiwa di zaman ini. Tidak > sedikit pasien yang sudah mendapatkan sebagian penyembuhan hanya > dengan didengarkan. Dan bila harus berbicara, berbicaralah dengan > bahasa-bahasa cinta. > Seorang sahabat dengan kata-kata yang berkarisma pernah ditanya, > kenapa kata-katanya demikian berkarisma. Dengan tangkas ia menjawab, > gunakan kata-kata hanya untuk membantu, bukan untuk menyakiti. > Kombinasi antara kesediaan mendengar dan kata-kata yang penuh cinta > inilah yang membuat rumah cinta dipenuhi udara segar. > Meminjam hasil kontemplasi orang suci, bila ada waktu merenung, > renungkanlah kekurangan-kekurang an Anda. Jika ada waktu berbicara, > bicarakanlah kelebihan-kelebihan orang lain. Mendengar penjelasan > seperti ini, ada yang bertanya, kalau demikian, apa itu cinta? The > Book of Mirdad menulis: 'cintamu adalah dirimu yang sesungguhnya' . > Dengan kata lain, di luar cinta adalah kepalsuan-kepalsuan . Laksanakan > cinta, kemudian lihat bagaimana ia membuka keindahan dirinya. > Kata-kata hanya penghalang pemahaman. > Rumah cinta berjalan > Di Pulau 0kinawa, Jepang, pernah ada guru karate yang disegani. Di > suatu latihan, muridnya bertanya, apakah karate itu? Dengan tersenyum > ia menjawab: 'karate means keep smiling in all situations'. Karate > berarti tersenyum di semua keadaan. Dan tentu muridnya bingung. Hanya > karena segan, kemudian ia diam. > Sepulang latihan, murid ini menemui tentara Amerika mabuk yang mau > membuat keributan di jalan. Murid karate ini panas. Begitu siap > berkelahi, tiba-tiba gurunya muncul dengan penuh senyuman menyambut > tentara-tentara tadi: 'selamat datang di 0kinawa, Anda pasti sudah > menikmati keindahan 0kinawa'. Dan selanjutnya tidak saja perkelahian > bisa dihindarkan, persahabatan dengan tentara Amerika juga berjalan > baik-baik saja. > Ini mungkin yang disebut dengan rumah cinta berjalan. Ia menjadi > contoh nyata cerita di awal: 'bila di dalamnya cinta, maka manusia > berjumpa cinta di mana-mana'. Berkaitan dengan momentum pergantian > tahun, kebanyakan orang bertanya seberapa tua umur sekarang. Jarang > yang mau bertanya, seberapa indah rumah cinta sekarang. > Melalui tatapan mata suami, kesetiaan istri, rasa hormat putra/putri, > perlakuan atasan, senyuman tetangga, jabat tangan bawahan, bantuan > teman atau keluarga, senyuman orang-orang yang pernah menyakiti, kita > sedang melihat rumah cinta kita. Adakah ia lebih baik atau lebih buruk > dari tahun lalu? > Perhatikan apa yang ditulis Thich Nhat Hanh dalam The Diamond that > Cuts through Illusion: 'If you die with compassion in mind, you are a > torch lightening our path.' Ia yang meninggal dengan cinta kasih > menjadi lilin penerang banyak perjalanan. Mungkin ini yang membuat > Yesus Kristus tidak pernah berhenti menerangi banyak sekali > perjalanan. Selamat hari Natal tahun 2007 dan Selamat Tahun Baru 2008. > Gede Prama Bekerja di Jakarta dan Tinggal di Desa Tajun, Bali Utara > mediacare > http://www.mediacar e.biz > [Non-text portions of this message have been removed] > ____________________________________________________ Yahoo! Canada Toolbar: Search from anywhere on the web, and bookmark your favourite sites. Download it now at http://ca.toolbar. <http://ca.toolbar.yahoo.com.> yahoo.com. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------------------------------------------------ No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.17.13/1213 - Release Date: 07/01/2008 9:14 [Non-text portions of this message have been removed]

