Penerbit Pustaka Alvabet, BEM Tafsir Hadis UIN Jakarta, Piramida Circle, dan 
Kedai Buku Hybrid mengundang Anda semua untuk hadir dalam acara:


BEDAH BUKU
KUDETA MEKKAH; SEJARAH YANG TAK TERKUAK
KARYA YAROSLAF TROFIMOV


Rabu, 16 Januari 2008
Pukul 12.30 -- 16.00 WIB
Di Aula Student Center UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat

Pembicara:
1. Wawan Purwanto (Pengamat Intelijen dan Terorisme)
2. Ali Mukhtar Ngabalin (Tokoh Islam/Anggota Komisi I DPR RI)
3. Abdul Moqsith Ghazali (Pemikir Islam/Aktivis JIL)
4. Abdurrahman (Tokoh Islam Salafi)

Moderator:
Saidiman (Penerjemah Buku Kudeta Mekkah)

Untuk konfirmasi kehadiran dan informasi lebih lanjut silakan hubungi panitia 
pelaksana di:

Sekretariat Panitia:
Kedai Buku Hybrid.
Jl. WR. Supratman, R-6, 004/02 Cempaka Putih, 
Kampung Utan, Ciputat
Telp. 021-71146866
HP. 0813 1400 1513



Sekilas tentang Kudeta Mekkah

Pada 20 November 1979, sebuah peristiwa besar terjadi di Kota Suci Mekkah. 
Sekelompok orang bersenjata pimpinan Juhaiman al-Utaibi, seorang Islamis 
radikal, menguasai Masjid al-Haram. Mereka memprotes kebobrokan Pemerintah Arab 
Saudi dan aliansinya dengan Barat. Gejolak politik di tanah suci meledak. Lalu, 
baku tembak antara pengikut Juhaiman dengan tentara Arab Saudi pun tak 
terelakkan.

Mulanya, tentara Saudi dibuat keteteran oleh perlawanan Juhaiman dan 
pengikutnya. Tetapi akhirnya, dengan bantuan beberapa pimpinan militer Prancis, 
tentara Saudi berhasil melumpuhkan "pemberontakan" kelompok Islam radikal 
tersebut. Sebagai hukumannya, Juhaiman dan pengikutnya yang tertangkap 
hidup-hidup kemudian dipenggal kepalanya--eksekusi penggal kepala ini 
dilaksanakan di beberapa kota di Saudi sebagai peringatan bagi siapa pun yang 
berusaha makar terhadap pemerintah. Merujuk fatwa para ulama berpengaruh, 
Pemerintah Saudi mendakwa mereka melakukan tindakan sesat: mendeklarasikan 
munculnya Imam Mahdi--yang tewas dalam pertempuran itu--sebagai penyelamat 
dunia; serta menguasai dan menjadikan Masjid al-Haram, tempat tersuci umat 
Muslim, sebagai medan pertempuran dan kekerasan, yang sangat jelas dilarang 
oleh agama.

Peristiwa itu menjadi bagian penting dari sejarah modern Kota Mekkah. Meski 
demikian, kebanyakan orang, terutama kaum Muslim, tak paham apa yang sejatinya 
terjadi saat itu. Maklum, ketika peristiwa itu berlangsung, Pemerintah Saudi 
melarang keras media massa meliput dan memberitakannya. Tak hanya itu, jaringan 
telepon, telegram, dan surat-menyurat pun diputus. Alhasil, tak ada celah bagi 
siapa pun untuk dapat mengakses peristiwa itu dari luar tempat kejadian.

Selain informasi yang tak jelas dan simpang-siur, kejadian tersebut juga sangat 
kental dengan nuansa konspiratif. Maklum peristiwa itu terjadi tak jauh 
berselang dengan sukses Revolusi Iran 1979 yang dikomandoi Imam Khumaini. 
Akibat informasi yang seringkali bias dan konspiratif, ketika itu bahkan 
beredar isu bahwa dalang dari peristiwa itu bukanlah kelompok Islam-sebab 
seorang Muslim tak mungkin mengotori Masjid al-Haram, rumah Allah yang paling 
disucikan itu-melainkan Amerika Serikat dengan setumpuk kepentingannya. Dan, 
sebagai dampak dari kesimpang-siuran informasi dan isu konspiratif itu, 
Kedutaan Amerika Serikat di Pakistan pun ludes terbakar oleh amuk massa Muslim, 
demikian pula yang terjadi di Iran. Bahkan penyerbuan atas Kedutaan Amerika 
Serikat di beberapa belahan negara Muslim juga nyaris terjadi.

Pada 2006, dua puluh tahun kemudian, Yaroslav Trofimov berusaha menusun kembali 
serpihan sejarah atas kejadian itu. Untuk menyibak detail peristiwa yang tak 
terkuak khalayak itu, Trofimov memburu sumber-sumber penting dan tepercaya, 
antara lain: pelaku 'gerakan 1979' yang masih hidup; Paul Barril, kepala misi 
pasukan Prancis saat itu; tentara Arab Saudi; Perpustakaan British, 
satu-satunya tempat di Eropa yang menyimpan pelbagai surat kabar Saudi tahun 
1979; arsip Pemerintah AS dan Inggris yang berisi laporan rahasia dari para 
diplomat dan mata-mata; serta CIA dan British Foreign Office.

Para pengamat politik dan sejarawan menganggap kejadian itu sebagai insiden 
lokal semata dan karena itu tak bersangkut-paut dengan peristiwa internasional 
yang belakangan merebak: terorisme. Tetapi penulis buku ini, Yaroslav Trofimov, 
berpendapat sebaliknya. Menurutnya, peristiwa itu merupakan akar sejarah 
gerakan terorisme global, terutama yang dimotori al-Qaeda. Siapa dan di mana 
Osama Bin Laden kala itu, sehingga petinggi al-Qaeda ini dihubung-kaitkan 
dengan peristiwa tersebut? Padahal ketika peristiwa itu terjadi, keluarga besar 
Bin Laden termasuk dalam barisan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang mendukung 
penumpasan gerakan 1979.





==========================================
Pustaka Alvabet
Ciputat Mas Plaza Blok B/AD
Jl. Ir. H. Juanda No. 5A, Ciputat
Jakarta Selatan Indonesia 15411
Telp. +62 21 7494032, 
Fax. +62 21 74704875
www.alvabet.co.id

mediacare
http://www.mediacare.biz


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke