"Sebab yang diperhitungkan adalah perbuatan dan bukan kepercayaan. Penyembah 
dewata yang berlainan dan pengikut dari upacara yang berlainan dibawa ke dalam 
lingkungan Hindu"
   
  Inilah mas, kelebihan agama agama Asia daripada agama agama Ibrahim, termasuk 
Islam, yang merepotkan kepercayaan terus. Ribut minta pengakuan, siapa 
terunggul, termurni, tersuci. Lupa hidup nyata yang mulia. Perilaku hidup yang 
nyata menjadi kedodoran. Tak heran tata kemasyarakatan bangsa bangsa ini terus 
terbelakang, Tak maju maju. 
   
   


mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Agama Hindu tidak pernah menganjurkan penghukuman terhadap mereka 
yang tidak memiliki kepercayaan yang sama. Dapatlah dikatakan bahwa sejarahnya 
bersih dari hal-hal yang demikian. Dia sanggup mempersatukan bersama di dalam 
kedamaian berbagai kelompok manusia. 

Apakah Hindu Agama Misi?

Di dalam satu segi Agama Hindu dapat dianggap sebagai contoh pertama dari agama 
misionaris. Hanya saja sifat misionarisnya berbeda dengan yang diasosiasikan 
dengan kepercayaan-kepercayaan yang menarik orang-orang untuk masuk dan menjadi 
pemeluk. Agama Hindu tidak menganggap sebagai panggilan untuk membawa manusia 
kepada suatu kepercayaan. Sebab yang diperhitungkan adalah perbuatan dan bukan 
kepercayaan. Penyembah dewata yang berlainan dan pengikut dari upacara yang 
berlainan dibawa ke dalam lingkungan Hindu. 

Sri Krishna menurut Bhagavad Gita menerima sebagai bagian dari diriNya bukan 
saja golongan yang tertindas, perempuan dan para buruh, tetapi bahkan juga 
keturunan dari orang-&shy;orang yang tidak bersih (papayonayah) seperti para 
Kirata dan Hunaa.

Praktik kuno vratyastoma yang dijelaskan secara rinci di dalam Tandya Brahmana 
menceriterakan bahwa bukan saja perseorangann bahkan satu bangsa diserap 
kedalam Agama Hindu. Ketika di dalam saat-&shy;saat kemenangan mereka terhadap 
lawan-lawan yang mereka kalahkan, mereka tidaklah menghina kepercayaan mereka 
yang kalah. Penduduk asli India Utara memberikan busana kepada kekuatan alam 
yang telanjang dengan hiasan mewah dari khayalan dongeng dan menemukan 
dewa-dewi, hantu, dedemit dari pergantian alam dan orang Arya yang Veda 
menerima mereka semua dan menempatkan mereka semuanya sejajar dengan penghuni 
langit dan surga yang memang disembah oleh orang Arya.

Adalah cukup bagi mereka bahwa objek-objek yang kasar itu dianggap oleh 
pengikutnya sebagai sumber dari berkah yang paling tinggi dari hiidup dan 
sebagai pusat kekuatan yang bisa dimanfaatkan. Dewata di dalam Rg Veda dan 
hantu di dalam Atharva Veda melebur dan bergabung di dalam satu adonan falsafah 
yang kuat dan menjadi satu kenyataan yang maha tinggi dan sesuai dengan 
kwalitas fikiran kita diberi nama. ini dan itu. Itihasa dan Purana 
menghubungkan penerimaan bangsa-bangsa baru ini serta dewa dewa mereka ke dalam 
lingkungan keluarga yang lama. 

Pertentangan kepercayaan dan hubungan kebudayaan sebagai hukumnya tidaklah 
menghasilkan dominasi dari yang satu kepada yang lainnya. Di dalam hubungan 
yang sesungguhnya, pastilah ada pertukaran unsur-unsur, walaupun (bekas) unsur 
asing diberikan tempat layak oleh mereka yang menerimanya. Sikap emosional yang 
melekat kepada bentuk-bentuk lama dirubah dan dialihkan kepada hal baru, yang 
ditempelkan kepada latar belakang yang lama.

Berbagai bangsa dan ras memiliki binatang pujaan dan ketika mereka memasuki 
masyarakat Hindu, binatang pujaan itu menjadi kesdaraan dan sahabat dari para 
dewata. Salah satu dari mereka berkendaraan burung merak, yang lainnya angsa, 
sapi jantan, kambing. Penempatan Hanuman yang mengabdi kepada Sri Rama 
memperlihatkan pentingnya titik temu antara penyembah alam yang permulaan 
dengan theisme yang belakangan. 

Tarian Sri Krishna di atas Kaliya menunjukkan penempatan yang lebih bawah 
(kalau bukan penghapusan) dari penyembahan ular. Dipatahkannya gendewa Siva 
oleh Sri Rama memperlihatkan pertentangan antara gagasan Veda dengan penyembah 
Siva, yang segera menjadi Dewata Se1atan (Dhaksinamurti). 

Ada berbagai kisah di dalam Purana dan Ithihasa yang menggambarkan rekonsiliasi 
antara kepercayaan Veda dengan yang bukan. Leluhur yang disembah, orang orang 
suci lokal, pengaruh planet&shy;-planet dan dewa-dewa-nya suku bangsa, semuanya 
diterima di dalam jajaran dewata-nya Hindu, walaupun mereka itu semuanya 
ditempatkan di bawah Yang Nyata Yang Tunggal, dimana selanjutnya mereka 
menganggapnya sebagai aspek&shy;-aspeknya saja. Politheisme-nya diorganisir di 
dalam jalan yang monistik. Hanya saja ini bukanlah monotheisme yang kaku, yang 
tidak memberikan kepada para pengikut mereka toleransi terhadap 
mereka&shy;-mereka yang memiliki fikiran yang berlainan. (Paham ketuhanan Hindu 
adalah pantesitik, bukan monoteistik, pen)

Penyembahan pratima yang merupakan bagian terpenting dari kepercayaan Dravida 
diterima oleh bangsa Arya. Cita cita mengenai vegetarian dan ahimsa 
dikembangkan. Methode Hindu tentang reformasi agama pada dasarnya adalah 
demokratis. Dia membiarkan setiap golongan untuk memperoleh kebenaran melalui 
tradisi mereka sendiri, melalui jalan disiplin fikiran dan moral. Sedang kita 
tetap diberikan kesempatan untuk mempergunakan nama yang sarna, kita dianjurkan 
untuk lebih memperdalam maknanya. 

Agama Hindu tidak memiliki kepercayaan mengenai pembawaan keseragaman yang 
bersifat mekanis dari kepercayaan dan sembah, dengan pemaksaan penghilangan 
semua yang tidak sesuai dengan suatu kepercayaan tertentu. Dia juga tidak 
percaya kepada jalan pembebasan yang diundangkan. Skema pembebasannya tidaklah 
terbatas kepada mereka yang memiliki pendapat tertentu tentang sifat Tuhan atau 
sembah. Kemutlakan menyendiri seperti itu adalah tidak sesuai dengan Tuhan yang 
memiliki cita- cita semesta. Adalah tidak adil kepada Tuhan atau manusia bahwa 
satu orang adalah yang dipilih Tuhan, agama mereka menempati kedudukan utama di 
dalam perkembangan keagamaan seluruh umat manusia dan bahwa semuanya harus 
meminjam dari mereka atau menghadapi pengucilan rohani. 

Lebih dari pada itu yang pokok bukanlah kepercayaan melainkan tindakan. Melalui 
buahnya kita akan memahaminya dan bukan dari apa yang mereka percayai. Agama 
bukan saja kepercayaan yang benar melainkan juga hidup yang benar. (Bandingkan 
dengan pendapat Spinoza : Agama adalah universal di dalam ras manusia; apabila 
keadilan dan kedermawanan memiliki kekuatan hukum dan peraturan, ,maka inilah 
yang dinamakan kerajaan Tuhan."). Mereka yang sungguh-sungguh saleh tidak 
pernah khawatir tentang kepercayaan orang orang (lain). Pembaru sesungguhnya 
memurnikan dan meluaskan warisan dari umat manusia dan bukan mengecilkannya dan 
tentu saja pasti bukan menyangkalnya.Mereka yang menguasai sekte atau agama 
mereka melebihi kebenaran pada akhirnya akan mencintai diri mereka sendiri 
ketimbang sekte atau agama mereka.

Agama Hindu tidaklah membantu sophisme yang sering dituduh bahwa dengan memaksa 
seseorang untuk memiliki pendapat yang benar adalah sah . saja, bagaikan 
membebaskan seseorang dengan paksa dari kemauannya untuk bunuh diri ketika 
berada di dalam keadaan mabuk. Tiadanya toleransi di dalam monotisme yang 
sempit telah ditulis dengan darah sepanjang sejarah manusia, sejak ketika suku 
pertama bangsa Israel meri1asuki daerah Canaan. Penyembah dari satu Tuhan yang 
cemburu melakukan peperangan terhadap mereka yang memiliki kepercayaan lain.

Mereka menjatuhkan "hukuman Tuhan" atas kekejaman yang diderita oleh mereka 
yang dikalahkan. Semangat dari Israel lama diwarisi oleh Kristiani dan Islam. 
Perang antar agama yang adalah hasil dari fanatisme yang membenarkan pembunuhan 
dari orang orang yang berbeda kepercayaannya hampir-hampir tidak dikenal di 
dalam budaya Hindu. 

Memang disana sini terjadi letupan fanatisme, tetapi Agama Hindu tidak pernah 
menganjurkan penghukuman terhadap mereka yang tidak memiliki kepercayaan yang 
sama. Dapatlah dikatakan bahwa sejarahnya bersih dari hal-hal yang demikian. 
Dia sanggup mempersatukan bersama di dalam kedamaian berbagai kelompok manusia. 

Buddhisme yang mengklaim pengikutnya sebanyak seperlima dari umat manusia 
selalu menghormati kepercayaan yang lain dan tidak pernah mencoba mempengaruhi 
mereka dengan kekerasan. Pustaka Buddha permulaan menceriterakan bagaiman 
Buddha mengutuk kecenderungan dari berbagai kelompok untuk memamerkan ajaran 
mereka dan menjelek-jelek-an ajaran lain (Suta Nipata, 782, Angukara Nikaya, 
57,1., dimana Buddha menganjurkan pemberian hadiah dari pengikutnya juga kepada 
yang non-Buddhist).

Dia mengakui hak dari yang non-Buddhist untuk naik ke sorga. Di dalam Mijjima 
Nikaya beliau menyebutkan Ajivaka memperoleh surga karena kepercayaannya atas 
karma. Buddha sangat menghargai para brahmin yang sungguh-sungguh menjalani 
hidup yang bermoral. Buddha meminta para pengikutnya untuk menghindari diskusi 
yang membuahkan ketidak senangan di antara sekte yang berbeda:

Penguasa Hindu dan Buddha di India bertindak dengan menggunakan azas ini dan 
sebagai akibatnya, mereka yang dihukum karena alasan agama dan pelarian dari 
berbagai agama menemukan perlindungan di burmi India. Yahudi, Kristiani dan 
Parsi diberikan kebebasan untuk mengembangkan kepercayaan mereka. Yuan Chang 
melaporkan bahwa di dalam festival besar Prayaga, Raja Harsa meresmikan pada 
hari pertama area Buddha, satunya lagi area Dewa Matahari, dewata kesukaan 
ayahnya pada hari kedua dan Siva pada hari ketiga. Prasasti Kottayam di 
Sthanuravi dan prasasti Cochin dari Vij ayaragadeva menj elaskan bukti bahwa 
raja-raja Hindu bukan saja mentolerir Kristiani tetapi memberikan konsesi 
khusus kepada seorang guru besar dari kepercayaan terse but. Seorang Pangeran 
dari Mysore menyampaikan sumbangan untuk pembangunan kembali gereja Kristiani 
di negaranya. Sekarang dunia menjadi tempat yang lebih kecil karena petualangan 
dan muzizat yang dibawa oleh ilmu pengetahuan. Negara-negara luar
 menjadi tetangga sebelah kita. Berbaumya penduduk membawa saling pertukaran 
fikiran. Secara pelahan kita menyadari bahwa dunia ini adalah kelompok 
kerjasama yang tunggal. Agama&shy;~gama lain sudah menjadi kekuatan yang harus 
diperhitungkan dan kita mencari segenap jalan supaya kita bisa hidup di dalam 
harmoni. Kita tidak mungkin memiliki persatuan agama dan kedamaian selama kita 
menekankan bahwasanya kitalah yang memiliki sinar dan yang lain bergumul di 
dalam kegelapan. Penekanan ya~g demikian adalah tantangan suatuperkelahian. 
Cita-cita politis tentang dunia bukanlah suatu kekuasaan tunggal dengan 
peradaban yang seragam dan kemauan bersama yang tunggal, melainkan persaudaraan 
dari negara-negara yang merdeka, yang berbeda di dalam cara hidup dan cara 
berfikir, kebiasaan dan institusinya, berada bersama sama di dalam keteraturan 
dan perdamaian, harmoni dan koperasi dan masing masing menymbang kepada dunia 
hal hal terbaik dan unik, yang tidak bisa dikurangi oleh hal hal
 yang dipunyai oleh negara linnya. Ketika dua atau tiga kepercayaan yang 
berbeda menyatakan bahwa mereka mengandung wahyu yang merupakan inti dan pusat 
kebenaran dan penerimaan dari hal ini adalah jalan satu-satunya ke surga maka 
pertentangan sudah pasti tidak bisa dihindarkan. Di dalam pertentangan yang 
demikian satu agama tidak akan membiarkan yang lain untuk menang dan tidak ada 
satupun yang akan mencapai ketinggian sampai seI?uanya berubah n:enjadi abu dan 
pumg. Semangat demokrasi dengan kepercayaan yang dalam kepada kebebasan untuk 
memilih tujuan akhir dari setiap orang dan arah dari jalur seseorang di dalam 
usahanya untuk realisasinya sendiri menjadikan hal ini realistis. Tiada 
sesuatupun adalah baik kalau bukan merupakan pilihan sendiri ; tidak ada 
penentuan nasib yang berharga kalau bukan penentuan nasib sendiri. Agama yang 
berlainan seharusnya secara tulus belajar untuk mengulurkan tangan persahabatan 
di antara mereka di seluruh dunia. 

[Kutipan dari HINDU DHARMA 
Karangan Sarvapali Radhakrishnan, terjemahan Agus S. Mantik] - 

www.mediahindu.net 

mediacare
http://www.mediacare.biz

[Non-text portions of this message have been removed]



                         

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke