Artikel ini khusus dipersembahkan untuk rekan-rekan di AS yang selalu 
menyoroti dan melecehkan hutang RI.

AS semakin terbenam dalam hutang-hutangnya, dalam membiayai industri perang 
untuk mempertahankan politik "Pre-emptive Strike" ......

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

http://www.kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.kompascetak.xml.2008.01.23.04382333&channel=2&mn=5&idx=5

Utang AS Biang Keladi Kejatuhan Saham Dunia
Rabu, 23 januari 2008 | 04:38 WIB

BRUSSELS, SELASA - Pihak Uni Eropa, Selasa (22/1), menyalahkan besaran utang
luar negeri AS sebagai penyebab anjloknya harga-harga saham AS yang juga
menggoyang bursa saham dunia. Utang-utang ini disebabkan Pemerintah AS yang
menjalankan pengeluaran lebih besar ketimbang penerimaan.

Demikian dikatakan Ketua Komisi Ekonomi dan Moneter UE Joaquin Almunia di
Brussels. "Alasan utama kejatuhan bursa saham yang begitu ekstrem sekarang
ini adalah akibat perekonomian AS yang berisiko besar menghadapi resesi.
Masalahnya bukan soal resesi global, tetapi resesi perekonomian AS," kata
Almunia.

Ia mengatakan, struktur ekonomi UE relatif lebih baik sehingga resesi AS
tidak mengimbas lebih dalam ke negara lain. Risiko yang mungkin muncul
hanyalah penurunan ekonomi global, bukan resesi global.

Pada 3 Juli 1999, harian The New York Times sudah mengingatkan utang luar
negeri AS yang makin besar. Hal ini dipicu defisit perdagangan dan defisit
anggaran pemerintah AS. Akibatnya, AS terpaksa mengutang ke luar negeri.

Pada tahun 1989, misalnya, AS sudah memiliki utang luar negeri sebesar 663,7
miliar dollar AS. Sejak itu utang-utang luar negeri AS terus meningkat.
Membesarnya utang LN AS itu terlihat di grafik bawah. Pada grafik terlihat,
posisi investasi internasional neto (net international investment
position/NIIP) AS. Ini menunjukkan porsi utang yang terus membesar jika
dibandingkan dengan produksi domestik bruto (PDB) AS.

NIIP AS makin meningkat ke arah negatif. Ini artinya dana-dana asing yang
masuk ke AS lebih besar ketimbang dana-dana AS yang mengalir ke luar AS
dalam bentuk investasi. Arti selanjutnya, membesarnya utang LN AS.

Bahaya utang LN AS ini sudah tertanam sejak pemerintahan almarhum mantan
Presiden AS Ronald Reagan. Saat itu perekonomian bertumbuh berkat dorongan
pengeluaran pemerintah AS, yang ditopang utang LN. Banyak dana dunia yang
masuk ke AS, misalnya melalui pembelian T-Bond (obligasi yang diterbitkan
Departemen Keuangan AS, Treasury).

Di bawah Presiden George W Bush, utang makin meningkat lagi. Ini dipicu
dengan penurunan tingkat pajak korporasi. Defisit perdagangan dan anggaran
AS juga meningkat di bawah Bush. Hal ini disebabkan AS kalah bersaing dengan
negara lain, termasuk China.

Invasi AS ke Afganistan dan Irak yang tidak disetujui komunitas
internasional juga makin meningkatkan pengeluaran Pemerintah AS. 
"Ketidakseimbangan
telah tercipta selama bertahun-tahun," kata Almunia seusai bertemu dengan
para menteri keuangan UE.

Tak akan meluas

Besarnya utang AS membuat pemodal dunia berpikir kembali untuk melanjutkan
penerbitan surat utang AS atau berpikir kembali menanamkan modal di AS. Hal
ini disebabkan pemodal dunia menilai daya tahan ekonomi AS sudah melemah,
terutama potensinya memberi keuntungan.

Karena itu, investor global makin khawatir dan melepas aset- aset denominasi
AS. Namun, hal ini merembet ke kehidupan bursa global.

Apakah ekonomi dunia akan hancur? Uni Eropa menilai resesi dan kejatuhan
bursa saham di AS akan bisa dicegah agar tak meluas. Ekonomi UE sedang
solid. Hal lain adalah motor ekonomi global tidak berada di tangan AS
semata, tetapi sudah meluas dengan bangkitnya perekonomian di berbagai
negara.

Wakil Menteri Keuangan Jerman Thomas Mirow mengatakan, UE masih menikmati
permintaan tinggi.

Almunia mengatakan, goncangan memang pasti terjadi dan dampaknya terasa di
mana-mana. setidaknya hal itu akan berlangsung beberapa saat. Namun, bisnis
yang terpengaruh adalah bisnis yang berorientasi pasar AS dan aktivitas yang
terkait dengan bursa, yang saling memang terkait secara psikologis.
(AP/AFP/REUTERS/MON) 

Kirim email ke