Pak YHG yb

Memang semua negara tak terlepas dari problem hutang. Mungkin hanya 
negeri-negeri tertentu saja yang tak berhutang ke luar negeri. Untuk hutang 
luar negeri AS, mungkin perlu ditelisik  adalah format hutangnya dalam bentuk 
apa. 

Kalau kelemahan di Indonesia menurutku karena terlalu terpatok pada US $. Misal 
hutang ke Jepang, apa musti transaksinya dalam bentuk US, kok tidak Yen atau 
rupiah? Mungkin Pak YHG bisa menjelaskan.

salam,

rd



  ----- Original Message ----- 
  From: Yap Hong Gie 
  To: Post Mediacare ; Post PPIIndia ; Post Wahana-News ; Post T-net ; Post 
Nasional 
  Sent: Friday, January 25, 2008 2:19 AM
  Subject: [ppiindia] Utang AS Biang Keladi Kejatuhan Saham Dunia


  Artikel ini khusus dipersembahkan untuk rekan-rekan di AS yang selalu 
  menyoroti dan melecehkan hutang RI.

  AS semakin terbenam dalam hutang-hutangnya, dalam membiayai industri perang 
  untuk mempertahankan politik "Pre-emptive Strike" ......

  ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

  
http://www.kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.kompascetak.xml.2008.01.23.04382333&channel=2&mn=5&idx=5

  Utang AS Biang Keladi Kejatuhan Saham Dunia
  Rabu, 23 januari 2008 | 04:38 WIB

  BRUSSELS, SELASA - Pihak Uni Eropa, Selasa (22/1), menyalahkan besaran utang
  luar negeri AS sebagai penyebab anjloknya harga-harga saham AS yang juga
  menggoyang bursa saham dunia. Utang-utang ini disebabkan Pemerintah AS yang
  menjalankan pengeluaran lebih besar ketimbang penerimaan.

  Demikian dikatakan Ketua Komisi Ekonomi dan Moneter UE Joaquin Almunia di
  Brussels. "Alasan utama kejatuhan bursa saham yang begitu ekstrem sekarang
  ini adalah akibat perekonomian AS yang berisiko besar menghadapi resesi.
  Masalahnya bukan soal resesi global, tetapi resesi perekonomian AS," kata
  Almunia.

  Ia mengatakan, struktur ekonomi UE relatif lebih baik sehingga resesi AS
  tidak mengimbas lebih dalam ke negara lain. Risiko yang mungkin muncul
  hanyalah penurunan ekonomi global, bukan resesi global.

  Pada 3 Juli 1999, harian The New York Times sudah mengingatkan utang luar
  negeri AS yang makin besar. Hal ini dipicu defisit perdagangan dan defisit
  anggaran pemerintah AS. Akibatnya, AS terpaksa mengutang ke luar negeri.

  Pada tahun 1989, misalnya, AS sudah memiliki utang luar negeri sebesar 663,7
  miliar dollar AS. Sejak itu utang-utang luar negeri AS terus meningkat.
  Membesarnya utang LN AS itu terlihat di grafik bawah. Pada grafik terlihat,
  posisi investasi internasional neto (net international investment
  position/NIIP) AS. Ini menunjukkan porsi utang yang terus membesar jika
  dibandingkan dengan produksi domestik bruto (PDB) AS.

  NIIP AS makin meningkat ke arah negatif. Ini artinya dana-dana asing yang
  masuk ke AS lebih besar ketimbang dana-dana AS yang mengalir ke luar AS
  dalam bentuk investasi. Arti selanjutnya, membesarnya utang LN AS.

  Bahaya utang LN AS ini sudah tertanam sejak pemerintahan almarhum mantan
  Presiden AS Ronald Reagan. Saat itu perekonomian bertumbuh berkat dorongan
  pengeluaran pemerintah AS, yang ditopang utang LN. Banyak dana dunia yang
  masuk ke AS, misalnya melalui pembelian T-Bond (obligasi yang diterbitkan
  Departemen Keuangan AS, Treasury).

  Di bawah Presiden George W Bush, utang makin meningkat lagi. Ini dipicu
  dengan penurunan tingkat pajak korporasi. Defisit perdagangan dan anggaran
  AS juga meningkat di bawah Bush. Hal ini disebabkan AS kalah bersaing dengan
  negara lain, termasuk China.

  Invasi AS ke Afganistan dan Irak yang tidak disetujui komunitas
  internasional juga makin meningkatkan pengeluaran Pemerintah AS. 
  "Ketidakseimbangan
  telah tercipta selama bertahun-tahun," kata Almunia seusai bertemu dengan
  para menteri keuangan UE.

  Tak akan meluas

  Besarnya utang AS membuat pemodal dunia berpikir kembali untuk melanjutkan
  penerbitan surat utang AS atau berpikir kembali menanamkan modal di AS. Hal
  ini disebabkan pemodal dunia menilai daya tahan ekonomi AS sudah melemah,
  terutama potensinya memberi keuntungan.

  Karena itu, investor global makin khawatir dan melepas aset- aset denominasi
  AS. Namun, hal ini merembet ke kehidupan bursa global.

  Apakah ekonomi dunia akan hancur? Uni Eropa menilai resesi dan kejatuhan
  bursa saham di AS akan bisa dicegah agar tak meluas. Ekonomi UE sedang
  solid. Hal lain adalah motor ekonomi global tidak berada di tangan AS
  semata, tetapi sudah meluas dengan bangkitnya perekonomian di berbagai
  negara.

  Wakil Menteri Keuangan Jerman Thomas Mirow mengatakan, UE masih menikmati
  permintaan tinggi.

  Almunia mengatakan, goncangan memang pasti terjadi dan dampaknya terasa di
  mana-mana. setidaknya hal itu akan berlangsung beberapa saat. Namun, bisnis
  yang terpengaruh adalah bisnis yang berorientasi pasar AS dan aktivitas yang
  terkait dengan bursa, yang saling memang terkait secara psikologis.
  (AP/AFP/REUTERS/MON) 



   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.19.10/1240 - Release Date: 23/01/2008 
17:47


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke