http://www.antara.co.id/arc/2008/1/17/pembangkit-listrik-tenaga-angin-diujicoba-di-sangihe/
   
Pembangkit Listrik Tenaga Angin Diujicoba di Sangihe

Manado (ANTARA News) - Sebuah perusahaan asal Korea Selatan (Korsel), PT 
Bonsum, akan mengujicoba pengoperasian sebuah stasiun Pembangkit Listrik Tenaga 
Angin yang dibangun dengan biaya Rp8 miliar di Kabupaten Sangihe, Sulawesi 
Utara.

"Ujicoba akan dilakukan pada tahun 2008, dengan masing-masing satu tiang atau 
tower memiliki daya 500 watt," kata Kepala Badan Penanaman Modal dan Kerjasama 
Regional (BKPMKR) Propinsi Sulut, Vreke Najoan, di Manado, Kamis.

Kehadiran pembangkit listrik di daerah yang berbatasan langsung dengan Negara 
tetangga Filipina itu, diharapkan bisa mengatasi ketertinggalan infrastruktur 
dan fasilitas umum lainnya di daerah tersebut.

Sebagian besar wilayah Kabupaten Sangihe adalah pulau-pulau, sehingga sulit 
dijangkau dengan transportasi darat dan ketersediaan listrik di daerah itu 
dinilai mendesak untuk menunjang pembangunan.
Pemerintah optimistis seluruh investasi kelistrikan di daerah bisa terealisasi 
dengan baik, karena Sulut sementara mengalami krisis listrik, katanya.

Sebelumnya, investor lain Korsel, PT IR Winpower Corporated Limited, terlebih 
dulu telah menjajaki pembangunan Listrik Tenaga Angin dibeberapa daerah 
kepulauan di Sulut.

"Perusahaan itu sudah melakukan kajian dan penelitian dibeberapa pulau dengan 
tahap awal pembangunan di Pulau Para, Kabupaten Sangihe, yang sampai saat ini 
belum memiliki listrik," lanjuta Najoan.

Hasil survey PT IR Winpower Corporated Limited dipulau tersebut ada sekitar 
enam Megawat (MW) pasokan listrik tenaga angin akan dibangun, dengan nilai 
investasi diperkirakan sekitar Rp9 miliar.

"Sesuai perhitungan nilai investasi bahwa satu MW sama dengan Rp1,5 miliar, dan 
nilai tersebut bisa membengkak jika survey menunjukkan adanya tambahan 
pembangunan dipulau-pulau lainnya," ujarnya.
Menurutnya, Propinsi Sulut sementara ini mengalami devisit listrik sekitar 60 
MW dari total ketersediaan sekarang hanya 135 MW, sementara daftar tunggu atau 
`waiting list` sekitar 70 MW.(*)


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke