Seputar Aksi LMND di Depan Kantor ExxonMobil, ESDM dan Istana Negara Buka di http://www.lmnd-online.org/id/index.php?option=com_content&task=view&id=\ 46&Itemid=9
Dua hari, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) melakukan aksi di beberapa sasaran, yakni; kantor ExxonMobil, ESDM, dan Istana Negara. Aksi ini merupakan bagian dari aksi-aksi yang akan digalang oleh LMND untuk menyerukan "nasionalisasi perusahaan tambang asing untuk pendidikan gratis dan berkualitas". Sektor pertambangan sebagai lahan paling menguntungkan bagi imperialisme, membuat kaum imperialis tidak mau sedikitpun melepas peluang untuk menguras habis kekayaan alam kita disektor ini. Bagi LMND, eksistensi korporasi asing disektor pertambangan telah menjadi perwujudan konkret bagaimana imperialisme menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa kuli. Kekayaan alam yang begitu melimpah bukannya jatuh kepada ratusan juta rakyat Indonesia, malah mengalir ke tangan korporasi-korporasi asing seperti ExxonMobil, BP, Chevron, CNOOC, ConocoPhillips, Inpex, KG, Mitsubishi, Nippon Oil, PetroChina, Petronas, Total, Vico. Kenapa sasaran aksi LMND tertuju kepada kantor ExxonMobil? Exxonmobil hanyalah merupakan salah satu simbol dari korporasi-korporasi asing yang menghisap kekayaan alam Indonesia. Dalam daftar korporasi imperialis terkaya di dunia, exxonmobil merupakan daftar yang paling atas dalam penerimaan profit selama tahun 2007, yakni 40.6 Milyar US$. Exxon saat ini, merupakan korporasi paling depan dalam menjalankan konprontasi dengan pemerintahan Hugo Chaves di Venezuela, yang berhaluan anti-imperialis. Sehingga sangat tepat, pilihan LMND untuk melakukan aksi didepan kantor exxonmbil sebagai simbol korporasi asing disektor pertambangan. Berikut liputan aksi LMND: Hari pertama, Aksi LMND dimulai dari titik kumpul, gedung DPR-RI menuju kekantor Exxonmobil, di gedung GKBI, Semanggi. Sekitar 150-an massa LMND yang menggunakan jas almamater sebagai refresentasi dari perwakilan beberapa kampus di Pulau Jawa dan Sumatra bergerak dibawah panji-panji LMND. Aksi ini juga mendapatkan dukungan dari kawan-kawan Serikat Mahasiswa Bekasi dan Himpunan Mahasiswa politik –IISIP Jakarta. Di depan kantor Exxonmobil, massa meneriakkan yel-yel, sambil menggelar orasi politik secara bergantian. Ketua Umum LMND, Lalu Hilman Afriandi, menyatakan bahwa "banyak anak-anak usia sekolah di Indonesia mengalami drop-out karena persoalan biaya pendidikan, orang miskin di Indonesia semakin sulit untuk memperoleh akses pendidikan yang terjangkau.". Selain itu, Lalu Hilman menyerukan kepada gerakan mahasiswa dan rakyat untuk memiliki keberanian untuk menasionalisasi perusahaan tambang asing untuk pendidikan gratis dan berkualitas." Orator lainnya, Maman, ketua LMND Jawa Tengah, menyebutkan bahwa "sangat tidak adil, ExxonMobil memperoleh keuntungan 40,6 Milyar US$ pertahun, sedangkan hampir 3 milyar penduduk dunia berpendapatan di bawah dua dollar perhari. Setidaknya, ada 25.600 anak di seluruh dunia meninggal tiap hari karena kekurangan gizi. Lebih lanjut, maman menyatakan bahwa seandainya pemerintah Indonesia berani menasionalisasi ExxonMobil, maka bisa menyelamatkan anggaran yang cukup besar untuk pendidikan. Hendraven, perwakilan LMND Jawa Timur, menyerukan kepada seluruh kekuatan gerakan mahasiswa progressif untuk melakukan tindakan serupa dengan LMND; menduduki kantor-kantor perusahaan pertambangan asing di seluruh Indonesia. Setelah menggelar orasi-orasi politik, akhirnya massa LMND membacakan proklamasi pembebasan nasional, sebagai maklumat kepada perusahaan tambang untuk menghargai dan mengakui kedaulatan nasional. Proklamasi Pembebasan Nasional LMND merupakan deklarasi pembebasan nasional yang sejati sebagai penegasan kemandirian dan kemerdekaan politik dan ekonomi rakyat Indonesia. Hari kedua, LMND melanjutkan aksinya kekantor ESDM dan istana Negara. Di tengah guyuran hujan deras, ratusan anggota LMND tetap bersemangat dalam meneriakkan yel-yel perjuangan, dan sesekali menyanyikan mars LMND. Di depan kantor ESDM, kawan Hengky dari perwakilan Jawa Tengah menyerukan kepada rakyat Indonesia untuk menuntut tanggung-jawab pemerintah Indonesia atas penghisapan kekayaan alam Indonesia oleh korporasi asing dilegitimasi lewat UU Migas nomor 22/Tahun 2001. perwakilan LMND yang terdiri dari pengurus Eksekutif Nasional akhirnya masuk kedalam kantor ESDM menyampaikan surat terbuka LMND yang menuntut agar pemerintah meninjau-ulang kontrak karya dengan korporasi asing, serta mencabut regulasi yang mengesahkan korporasi menjarah kekayaan alam kita. Massa kemudian melanjutkan aksinya menuju Istana Negara. Dengan pengawalan aparat, massa LMND meneriakkan slogan-slogan perjuangan. Setelah berorasi dan membacakan pernyataan sikap, Aksi kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu perjuangan rakyat "darah juang". (rh) Selengkapnya, Silahkan di buka di link web kami dibawah ini: http://www.lmnd-online.org [Non-text portions of this message have been removed]

