http://www.antara.co.id/arc/2008/3/1/ilmuwan-temukan-bakteri-penyebab-hujan/
Ilmuwan Temukan Bakteri "Penyebab-hujan"
Washington (ANTARA News) - Satu tim ilmuwan dari Amerika Serikat dan Perancis
telah menemukan bukti bahwa bakteri "penyebab-hujan" tersebar luas di atmosfir.
Partikel biologi itu dapat sangat mempengaruhi lingkaran hujan, sehingga
mempengaruhi cuaca, produksi pertanian dan bahkan pemanasan global. Temuan baru
tersebut disiarkan di jurnal Science yang dikutip Xinhua, Jumat.
Tim penelitian itu mengkaji curah hujan dari berbagai lokasi di Bumi dan
memperlihatkan bahwa inti es paling aktif --dasar yang meningkatkan pembentukan
es-- bersumber dari biologi. Itu penting karena pembentukan es di awan
diperlukan untuk menghasilkan salju dan sebagian besar curah hujan.
Para peneliti telah menemukan dasar es biologi dalam contoh air hujan dari
Antartika hingga Louisiana --bahan itu ada di mana-mana.
Partikel jelaga dan debu dapat menjadi dasar es, tapi dasar es biologi mampu
memicu pembekuan pada temperatur yang jauh lebih hangat.
Konsep bakteri penyebab-hujan tak jauh berbeda. Banyak tempat ski menggunakan
baktei pembuat-es yang tersedia secara komersial dalam bentuk beku untuk
membuat salju ketika temperatur hanya beberapa deraja di bawah titik beku.
Apa yang membut penelitian itu lebih rumit ialah bakteri pembuat-es yang paling
banyak diketahui adalah patogen tanaman. Patogen tersebut, yang pada dasarnya
adalah kuman, dapat mengakibatkan luka beku pada tanaman, sehingga
mengakibatkan dampak ekonomi yang merusak pada hasil panen.
"Karena kasus itu sering terjadi pada patogen bakteri, tahap lain lingkaran
hidup mereka seringkali terabaikan karena pusat kepentingan pada peran mereka
pada tanaman dan kesehatan hewan," kata Bren Christner, salah seorang penulis
studi tersebut dari Lousiana State University.
"Angkutan melalui atmosfir adalah strategi penyebaran yang sangat efisien,
sehingga kemampuan patogen untuk mempengaruh curah hujan dari atmosfir akan
menguntungkan dalam menemukan sumber baru."
Mungkin saja bahwa atmosfir merupakan satu bagian lingkaran infeksi, tempat
bakteri menulari tanaman, menggandakan diri, menyemprot ke dalam atmosfir dan
kemudian dikirim ke tanaman baru melalui curah hujan di atmosfir.
"Kebanyakan peran yang dimainkan oleh partikel biologi dalam proses atmosfir
telah terlewatkan. Hasil kami menyediakan janin bagi ilmuwan atmosfir untuk
mulai memikirkan peran yang dimainkan partikel ini dalam menghasilkan hujan,"
kata Christner.(*)
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
[Non-text portions of this message have been removed]